Permanainan Anak

Yuk Intip Aneka Permainan Untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Permaianan – Sebagai seorang ibu tentunya ingin segala yang diberikan dan diterima buah hati merupakan yang terbaik demi tumbuh kembangnya. Seperti pemberian makanan dengan gizi yang cukup, waktu luang untuk mencurahkan kasih sayang dan tak lupa memberikan permainan yang cocok dan memberi efek baik kepada tumbuh kembang anak.

Lalu bagaimana mengetahui si anak sudah cocok dikenalkan jenis permainan tertentu dalam umurnya yang baru menginjak satu tahun misalnya? Yuk intip kiat ini berikut:

 

  • Permainan paralel

 

Si Kecil bermain disamping temannya tetapi mereka tidak saling berinteraksi. Setelah mengamati apa yang dilakukan temannya, mungkin si Kecil akan menirunya.

 

  • Permainan asosiatif

 

Sedikit mirip dengan permainan paralel, tetapi dalam permainan ini si Kecil terlibat dalam apa yang dimainkan oleh temannya. Misalnya sama-sama memainkan balok, tetapi masing-masing menyusun sendiri, sambil mengobrol dan akhirnya tersusun kota dari bangunan-bangunan yang disusun oleh si Kecil dan temannya. Melalui permainan ini si Kecil belajar bersosialisasi, cara memecahkan masalah, bekerjasama dan mengembangkan kemampuan bahasanya. Si Kecil juga mulai belajar menjalin pertemanan.

 

  • Permainan imitatif

 

Si Kecil meniru permainan temannya atau sebaliknya temannya meniru permainan yang dilakukan si Kecil.

 

  • Permainan soliter

 

Bermain sendiri. Sesekali biarkan si Kecil bermain sendiri karena permainan soliter mengajari anak bagaimana dia bisa menghibur dirinya sendiri. Permainan ini paling banyak dimainkan oleh anak usia kurang dari 3 tahun.

 

  • Permainan kooperatif

 

Sejalan dengan pertambahan usianya, si Kecil mulai bermain dengan anak lainnya. Si Kecil mungkin akan membantu temannya menyusun balok. Tetapi kebanyakan anak baru siap untuk bermain kooperatif setelah usianya lebih dari 3 tahun.

 

  • Permainan dramatik/fantasi

 

Jika si Kecil bermain dokter-dokteran atau bermain restoran, itu artinya si Kecil sedang bermain fantasi. Melalui jenis permainan ini, si Kecil belajar berimajinasi, bergantian, bekerjasama, berbagi dan mengembangkan bahasanya. Melalui permainan peran ini si Kecil juga belajar tentang fungsi suatu profesi di dalam masyarakat.

 

  • Permainan konstruktif

 

Menyusun balok, membuat jalanan, membuat tenda dari kursi yang ditutupi selimut, merupakan contoh permainan konstruktif. Permainan ini mengajarkan si Kecil tentang membangun dan menyusun, juga membantu mengembangkan kemampuan kognitifnya.

 

  • Permainan fisik

 

Lebih banyak melibatkan kemampuan motorik halus dan kasar, seperti melempar bola, bersepeda. Permainan fisik penting untuk mendorong si Kecil supaya aktif.

 

  • Permainan kompetitif

 

Bermain ular tangga adalah salah satu contoh permainan kompetitif. Disini si Kecil belajar tentang aturan permainan dan giliran bermain. Dalam permainan ini ada yang menang dan ada yang kalah, jadi Ibu harus siap memberikan penjelasan jika si Kecil kemudian kalah dalam permainan ini.

 

Sumber : ibudanbalita.com

 

#parenting #asuhanak #mengasuhanak #permainan #permainanasik #permainanmenarik #belajar #mengenalpermainan #permainanmenyenangkan #permaninanmotorik #ibu #ibuanak #buahhati #aqiqah #aqiqahan #aqiqahsaungdomba #aqiqahdepok#aqiqahanak  #aqiqahbuahhati #akikah #akikahan #akikahdepok #aqiqahjabodetabek #jasalayananaqiqah #aqiqahmurah#aqiqahtangerang #aqiqahbekasi#aqiqahjakarta #aqiqahsesuaisyariah #aqiqahanakjabodetabek

Manfaat menyusui

Bayi Yang Menyusui Memiliki Kemungkinan Resiko Penyakit Jantung Yang Lebih Rendah di Masa Dewasa

Menurut para peneliti dari Northwestern University, menyusui dapat melindungi seseorang dari peradangan dan penyakit jantung saat masih bayi hingga usia dewasa muda.

Periset mengevaluasi kadar protein C-reaktif (CRP), yang merupakan sinyal peradangan dan memprediksi peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik di masa dewasa. Melalui berat lahir orang dewasa dan berapa lama mereka diberi ASI riset pada hampir 7.000 orang dewasa muda yang berusia 24 sampai 32 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada manfaat lain dari menyusui, tingkat CRP adalah 20 sampai 30 persen lebih rendah daripada mereka yang diberi ASI selama 3 sampai 12 bulan sebagai bayi.

CRP adalah protein yang diproduksi oleh hati yang meningkat bila terjadi peradangan di seluruh tubuh. Tingkat CRP yang tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan berbagai masalah jantung lainnya.

“Temuan tentang menyusui dan berat lahir sangat mencerahkan,” kata Thomas McDade, penulis utama studi tersebut, profesor antropologi di Universitas Weinberg, Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan Rusia, dan rekan fakultas Institut Penelitian Kebijakan Universitas. “Tingkat penyakit untuk orang dewasa benar-benar tercermin dari rendahnya berat badan saat lahir dan serapan susu serta durasi menyusui itu sendiri.”

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa: rendahnya bobot lahir dan durasi menyusui yang lebih pendek memprediksi tingkat CRP yang lebih tinggi pada orang dewasa muda. Untuk setiap bobot lahir ekstra, tingkat CRP di usia dewasa muda 5 persen lebih rendah.

Organisasi Kesehatan Dunia menggambarkannya Manfaat menyusui terus bertambah “menyusui adalah salah satu cara paling efektif untuk memastikan masa kanak-kanak dan kelangsungan hidup.”

American Academy of Pediatrics pun merekomendasikan menyusui selama 12 bulan pertama kelahiran bayi.

 

Sumber : Parenting.com

#anak #tumbuhkembang #berjalan #buahhati #balita #bayi #pertumbuhan #menyusui #breastfeeding #ibubijak #perkembangananak #ASI #Asipemula #ASIawal #saungdomba #saungdombainternasional #saungdomba #saungdombaaqiqah #aqiqah #saungdombaedupark #waroengdomba #aqiqahsaungdomba #orangtuabijak #orangtua #pasangan #pasanganmuda

Kapan Bayi Kita Siap Untuk Berjalan

Kenali Tanda Bayi Siap Berjalan

Usia awal kehidupan bayi ditandai dengan banyak milestone yang berpengaruh bagi kelangsungan tumbuh kembangnya. Seperti merangkak, tumbuh gigi, tengkurap, dan lainnya. Dari semua milestone itu yang mungkin akan selalu Anda kenang adalah momen ketika anak mulai belajar berjalan.

 

Berjalan merupakan lompatan perkembangan besar untuk bayi. Tapi Anda perlu ingat bahwa bayi belajar berjalan atas dorongan kemauannya sendiri. Jadi Anda jangan khawatir apabila melihat bayi lain yang sepantaran sudah belajar berjalan, sementara bayi Anda masih asik merangkak.

Sebelum Anda memutuskan untuk mengajari anak mengayunkan langkah kakinya, sebaiknya kenali dulu sinyal-sinyal yang mengindikasikan bahwa ia memang sudah siap belajar berjalan. Antara lain:

 

  • Anak mulai berusaha berdiri. Biasanya dimulai pada usia 8 bulan dan tahap ini akan berlangsung selama 3 bulan. Untuk menopang tubuhnya, anak suka memanfaatkan furnitur sebagai pegangan. Maka itu Anda perlu menyingkirkan benda tajam dan berbahaya.
  • Menjelajah seisi ruangan dengan gerakan merangkak yang cepat.
  • Menapaki tangga dengan kedua tangan dan kakinya
  • Jadi super berani. Jangan khawatir jika Anda melihat bayi seolah berubah sok berani. Biarkan ia bereksplorasi dengan keahlian barunya melangkahkan kaki setapak demi setapak. Sesekali ia akan terjatuh, di sini tugas Anda adalah menyemangati supaya muncul konsep diri yang positif pada bayi.

Secara umum bayi melakukan langkah pertama ketika menjelang hari ulang tahun pertama mereka. Namun waktu ini bisa bervariasi mulai dari 9 bulan sampai 18 bulan.  Tapi ada juga anak yang ia tidak pernah belajar merangkak tapi milestone-nya langsung melompat fase berdiri. Namun, Anda perlu berkonsultasi pada dokter jika pada tahun pertama anak sama sekali tidak belajar merangkak.

 

Sumber : parenting.co.id

 

#anak #tumbuhkembang #berjalan #buahhati #balita #bayi #pertumbuhan #saungdomba #saungdombainternasional #saungdomba #saungdombaaqiqah #aqiqah #saungdombaedupark #waroengdomba #aqiqahsaungdomba #orangtuabijak #orangtua #pasangan #pasanganmuda