Anak Cadel? Yuk, Segera Ketahui Penyebabnya!

Anak Cadel – Apakah bunda memiliki anak yang masih cadel? Padahal pada umurnya yang sekarang harusnya sudah mampu berbicara dengan jelas. Lalu, apa sih penyebab pastinya ? ada beberapa faktor yang mendasari cadel pada anak.

Salah satunya bisa jadi Anda

Biasanya sejak kecil kita tanpa sengaja mengajak interaksi sang buah hati dengan kata- kata yang kurang jelas sepert i “anak bunda mau mamam? lapal ya cini-cini” atau “mau mimi cucu cantiknya bunda” awalnya mungkin terdengar lucu dan menjadi hiburan keluarga. Namun, lama kelamaan cara tersebut seperti dukungan yang tidak langsung bunda berikan. Hal tersebut pun menjadi kebiasaan anak. Setelah itu muncul deh lakukan.

Untuk itu siapa pun orang dewasa di rumah Anda yang mengajak anak  bicara ‘dicadel-cadelkan’, jelas kurang baik bagi perkembangan berbahasa si kecil.

Lebih baik Anda mulai membuat kesepakatan di antara anggota keluarga untuk tidak lagi mengajak si kecil berbicara dengan ‘bahasa bayi’. Koreksi ucapan si kecil tanpa menyalahkan. Misalnya, ketika si kecil mengajak Bunda untuk ketempatnya dan mengataka “cini” ,Bunda  bisa mengoreksinya dengan mengatakan, “ mau disini  mainnya ?” dan beberapa pengganti kata yang jelas sesuai ‘bahasa ibu”.

Gangguan Fonologis

Gangguan fonologis dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu ringan dan berat. Untuk tahap ringan, gangguan biasanya berupa ketidakmampuan anak usia 3 tahun dalam menyebutkan bunyi huruf “l”, “r”, atau “s”. Misalnya, anak mengucapkan “kasur” menjadi “kasul”, atau “mobil” menjadi “mobing”. Namun gangguan itu biasanya akan hilang dengan pertambahan usia anak, atau jika orang tua melatih dengan membiasakan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

Sedangkan pada tahap berat, gejalanya bisa berupa anak mengucapkan beberapa huruf dengan bunyi yang sama, mengucapkan sebagian, atau bahkan semua huruf, dengan lafal yang tidak jelas sehingga susah dimengerti, menghilangkan huruf tertentu atau menggantikan huruf dan suku kata.

Misalnya, kata “toko” menjadi “toto”, atau “stasiun” jadi “tatun”. Kondisi tersebut tentu saja akan menyulitkan orang-orang di sekitarnya karena mereka tak dapat menangkap maksud si anak, sehingga komunikasi maupun perkembangan sosial anak pun jadi terganggu.

Ada tiga hal yang menyebabkan gangguan fonologis.

Pertama, gangguan struktur/organis, yaitu gangguan yang melibatkan organ bicara, misalnya lidah dan langit-langit mulut. Kondisi itu menyebabkan anak kesulitan memproduksi bunyi yang sesuai.

Kedua, gangguan atau kendala neurologis. Mungkin saja terjadi masalah yang berkaitan dengan sistem saraf di area sekitar mulut yang memengaruhi kerja otot untuk memproduksi suara.

Penyebab yang Ketiga adalah gangguan fonologis yang terkait dengan perkembangan. Ketika dilakukan pemeriksaan, tidak ada kendala pada dua penyebab lain, maka mungkin saja terjadi hambatan fonologis yang menyebabkan anak tidak dapat melafalkan kata dengan tepat.

 

Cari Perhatian

Hal ini mungkin menjadi alasan yang kurang masuk akal. Namun, hal ini bisa jadi cara anak untuk mendapatkan perhatian penuh terhadapnya. Atau saat ia merasa orang tuanya sudah memiliki perhatian lain sementara ada dia juga yang membutuhkan perhatian. Seperti rasa kecemburuan seorang  kakak terhadap adik dan sebaliknya. Jadi pastikan beri perhatian yang berimbang ya Bun.

Itulah 3 kemungkinan penyebab anak menjadi cadel, semoga bermanfaat!

Sumber : parenting.co.id

Aqiqah Saung Domba | Jagonya Aqiqah Jabodetabek
www.aqiqahsaungdomba.com
Facebook : Aqiqah Saung domba
Instagram : aqiqah_saungdomba32
Telp / Wa : 021 – 786 3834 / 0815 1917 5188
Jln.Margonda Raya Gg.Pepaya No 32 Pondok Cina, Beji, Depok Jawa Barat.

#cadel #anakcadel #lambatbicara  #fonologi #fonologis #perhatianorangtua #parenting #tumbuhkembang #orangtuabijak #orangtua #pasangan #pasanganmuda #anak #edukasianak #kesehatananak  #saungdombainternasional #saungdomba #saungdombaaqiqah

Dishare Yuk!

No comments

Silakan komentarnya