young boy frustrated over homework, writing at home. Boy studying at table. Kid drawing with a pencil

Mengenal Disleksia Pada Anak

Mendengar kata disleksia umumnya orang tua langsung menyimpulkan bahwa anak yang mengidap disleksia adalah anak yang tidak bisa membaca. Faktanya terlalu banyak salah kaprah dan pemahaman bahwa disleksi adalah sebuah kekurangan yang tidak bisa teratasi.

Pada umumnya disleksia tidak memengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan seseorang. Penyebab dari disleksia itu sendiri belum diketahui pasti. Namun beberapa pakar menduga bahwa faktor gen dan keturunan berperan besar di balik terjadinya gangguan belajar ini, di mana gen-gen yang diturunkan tersebut akan berpengaruh terhadap bagian otak yang berfungsi untuk pengaturan bahasa.

Disleksia merupakan kondisi yang akan diderita seumur hidup dan masih belum ditemukan penyembuhannya hingga sekarang. Namun, sebagian besar anak-anak dengan disleksia mampu belajar dan lulus dengan baik di sekolah dengan bantuan program belajar khusus. Selain itu, dukungan moral dan emosional juga memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan belajar anak-anak dengan disleksia.

Hal tersebut tentu menjadi penjelasan tersendiri walaupun penyandang disleksia belum bisa disembuhkan namun, disleksia dapat diatasi dengan upaya tertentu agar orang tersebut dapat hidup layaknya orang pada umumnya tanpa harus diliputi rasa tidak percaya diri yang berlebihan.

Gejalanya yang terkadang tidak disadari sering  baru terlihat ketika anak dewasa.

Gejala pada anak disleksia pun berbeda-beda. Ada sejumlah gen keturunan yang dianggap dapat memengaruhi perkembangan otak yang mengendalikan fonologi, yaitu kemampuan dan ketelitian dalam memahami suara atau bahasa lisan. Misalnya, membedakan kata “paku” dengan kata “palu”.

Semakin dewasa anak akan mulai dituntut dapat membaca, pada anak disleksia beberapa akan sulit membedakan huruf ‘b’ dengan ‘d’ atau hurup ‘p’ dengan ‘q’.  Suku kata sederhana juga dapat membuatnya bingung, seperti ‘ubi’ dan ‘ibu’.

Untuk penangannya ada baiknya bunda berkonsultasi pada dokter atau pakar ahli. Penanganan disleksia pun  membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Karena itu, keluarga serta penderita dianjurkan untuk bersabar menjalaninya. Dukungan serta bantuan dari anggota keluarga serta teman dekat akan sangat membantu.

Jadi , bunda tidak perlu sedih mendapatkan anugrah anak yang mengidap disleksia Beberapa tokoh terkenal seperti Albert Einstein, Thomas Alva Edison, dan Leonardo Da Vinci adalah pengidap disleksia.

Film yang mengangkat kehebatan anak pengidap disleksia pun telah banyak diangkat, hal tersebut tentu membuktikan bahwa mereka tidak bisa dianggap sebelah mata. Salah satu film yang dinspirasi dari anak disleksia adalah ‘Taare Zameen Par’ film yang dimainkan oleh Aamir khan juga mendapat rating yang baik saat perilisannya karena sangat menginspirasi

Sumber : wikipedia.com

Alllodokter.com

Hellosehat.com

#parenting #disleksia #alberteinstein #anakdisleksia #parenting #tumbuhkembang #orangtuabijak #orangtua #pasangan #pasanganmuda #anak #edukasianak #kesehatananak  #saungdombainternasional #saungdomba #saungdombaaqiqah

Tags: No tags

Leave a Comment