tips-memilih-bra-saat-hamil

Tips Memilih Bra yang Aman dan Tepat untuk Ibu

Aman belum tentu nyaman, nyaman pun belum tentu aman. Inilah kegalauan yang biasa melanda para ibu saat mengadung sang buah hati. Seiring perubahan tubuh yang  semakin besar pusat perhatian pasti semakin tertuju pada si jabang bayi. Hal ini tentunya jangan sampai membuat bunda sedikit lengah memperhatikan diri sendiri sendiri ya.

Untuk itu, kali ini aqiqah Saung Domba akan berbagi tips memilih bra yang mana dan nyaman untuk bunda.

  1. saat hamil yang pertama pilihlah bra dengan memperhatikan bahan dasar yang digunakan. Ibu hamil sebaiknya memilih bra yang menggunakan bahan dasar katun sehingga tidak akan menimbulkan panas dan bisa menyerap keringat.

 

  1. Pilihlah bra yang elastis sehingga lebih nyaman untuk digunakan. Jangan menggunakan bra yang memiliki kawat pada bagian sisi-sisinya.

 

  1. Gunakan bra yang memiliki tali penyangga cukup lebar. Hal ini berguna untuk mencegah kulit supaya tidak lecet.

 

  1. Walau adayang bilang brand tidak menjadi masalah akan tetapi fungsi yangdiutamakan. Faktanya banyak brand bra yang berbeda-beda fungsinya. Maka, pilihlah bra dengan brand yang melingkar pada bagian bawah payudara Bunda. Dengan begitu payudara akan tersangga secara benar.

 

  1. Gunakanlah bra yang sedikit longgar sehingga akan memberikan kenyamanan dan tidak akan membuat Bunda sesak.

 

  1. Pastikan bra yang  Bunda pilih memiliki tali pengait lebih dari satu sehingga lebih mudah untuk si setel dan di sesuaikan dengan ukuran payudara.

 

  1. Hindari menggunakan bra yang mempunyai lipatan jahitan pada bagian tepi atau bagain dalam karena bisa mengakibatkan puting tertekan sehingga iritasi.

 

  1. Belilah bra sesuai dengan kebutuhan. Jangan membeli bra dengan ukuran yang besar secara berlebihan.

 

  1. Untuk payudara Bunda yang memiliki ukuran cukup besar, maka gunakan bra yang sangat tipis untuk digunakan ketika tidur malam. Dengan demikian payudara akan tersangga secara baik.

 

  1. Pastikan kain bra yang  Bunda pilih tidak terlalu tebal supaya lebih nyaman pada waktu digunakan.

Sedikit tips tambahan, untuk mendapatkan ukuran brand yang tepat,  bunda dapat menambahkan 5 pada ukuran bra. Contohnya ketika lingkaran pada rongga dada 29” dan Bunda dapat menambahkan 5, maka ukuran brand menjadi 34”. Jika hasil dari penghitungan tersebut ganjil, contohnya 33” maka ukuran brand anda ialah 32” atau 34”. Dengan catatan 1” sama dengan 2,5 cm. Kemudian perhatikan juga cup size bra ya Bun. Ukurlah lingkaran pada dada. Perbedaan dari pengukuran cup size ini dengan brand size yaitu setiap ukuran berbeda 1” maka itu sama dengan berbeda 1 cup size. Misalnya jika ukuran brand 34” dan ukuran pada lingkaran dada sebesar 35” maka Bunda dapat menggunakan cup size A. Jika perbedaannya 2” berarti menggunakan cup size B. Begitu pula dengan seterusnya. Semoga bermanfaat dan sehat selalu!

Sumber : Bidanku.com

#bra  #kesehatanpayudara  #brabundahamil #kehamilan #parenting #ibumenyusui #ibuanak #ibudananak  #aqiqah #aqiqahan #aqiqahsaungdomba #aqiqahdepok#aqiqahanak  #aqiqahbuahhati #akikah #akikahan #akikahdepok #aqiqahjabodetabek #jasalayananaqiqah #aqiqahmurah#aqiqahtangerang #aqiqahbekasi#aqiqahjakarta #aqiqahsesuaisyariah #aqiqahanakjabodetabek

teknik-tepat-mendidik-anak

Ibu, Saatnya Menjadi Madrasah Pertama

Ibu adalah madrasah pertama dan utama di sebuah wilayah bernama rumah, perannya yang sangat penting bagi pertumbuhan karakter, pola pikir dan segala tindak-tanduk anak membuatnya amat spesial.

Ke’spesialan’  tersebut tak terlepas  dari tanggung jawab yang amat besar bersandar di pundak. Yang nantinya mengantar anak-anaknya menjadi sukses dan berakhlak mulia dimasa dewasa.

Salah satunya adalah Nyai Solichah Wahid, sosok dibalik kesuksesan dan populernya KH Abdurrahman Wahid (gus dur) yang tak lain adalah presiden Republik Indonesia yang ke-4.  Bukan hal instan ia dapat memperolah apa yang ia miliki. Ada 4 faktor penting yang mendasari pola asuhnya kepada anaknya hal tersebut tercurah dalam bunya yang berjudul “ibuku insiprasiku”.

1. Menjadi Figur yang Baik di Mata Anak-Anak

Seorang ibu harus menjadi figur yang baik di mata anak-anaknya, sosok yang harus selalu memberikan yang te harus rbaik dengan cara selalu menemani dan menjadi tempat bersandar bagi anak-anaknya untuk mencurahkan isi hati dan pikirannya. Kedekatan emosional antara ibu dan anak inilah yang harus dibangun agar dapat menghantarkan anak-ananya menuju gerbang kesuksesan.

2. Menanamkan Sikap Mandiri dan Berani Mengambil Keputusan

Menjadi seorang ibu juga harus bisa menanamkan sikap mandiri kepada anak-anak. Sikap inilah yang akan menjadikan anak-anaknya hidup tidak bergantung pada orang lain. Sikap berani mengambil keputusan juga harus diterapkan sedini mungkin, dan tidak lupa seorang ibu harus mengarahkan dan memotivasi atas pilihan yang telah ditentukan oleh anak-anaknya.

3. Menanamkan Nilai-Nilai Islam ke dalam Diri Anak-Anak

Keluarga adalah unit terkecil di dalam masyarakat yang akan menentukan mutu dari masyarakat. Negara akan bermutu kalau keluarga juga bermutu dan sakinah. Semua itu tidak tercapai kalau pendidikan di dalam keluarga tidak berjalan dengan baik. Pendidikan di dalam keluarga harus dilandasi dengan nilai-nilai agama. Nilai-nilai Islam itu harus ditanamkan ke dalam diri anak-anak, baik melalui lisan maupun perbuatan.

Beberapa nilai-nilai Islam yang diterapkan oleh Nyai Solichan kepada anak-anaknya yaitu, pertama, Nilai Kejujuran. Jujur disini mengandung arti jujur terhadap diri sendiri, jujur terhadap orang lain atau masyarakat, dan jujur terhadap Allah SWT. Kejujuran juga mencakup konsistensi dalam sikap dan tindakan serta satunya kata dan perbuatan.

Kedua, Nilai Keberanian, yaitu keberanian dalam menyampaikan pendapat dan keberanian untuk mengatakan apa yang menurut kita benar serta keberanian untuk mengambil sikap walau menghadapi resiko, juga keberanian dalam memikul tanggung jawab.

Ketiga, Nilai kesadaran tentang kesamaan dan kesetaraan di antara sesama manusia. Nyai Solicha mendidik anak-anaknya untuk berkawan dengan siapa saja, tanpa memandang dan membedakan status sosial dan gender.

4. Menanamkan Nilai Kepedulian Kepada Orang Lain

Sebagai sosok ibu, Nyai Solichah selalu menanamkan pentingnya silaturrahmi dan peduli terhadap orang lain. Hal ini bisa dilihat dari sikap beliau yang selalu mengajak anak-anaknya untuk menjenguk famili atau kerabat yang sakit. Ia juga sangat menjaga silaturrahmi dengan keluarga para ulama.

 

Sahabat muslimah Inilah cara-cara yang dilakuakan Nyai solichah dalam mendidik putra-putrinya sehingga mampu membawa mereka ke dalam kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup. untuk mencetak generasi yang unggul seorang wanita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, karena generasi yang cemerlang hanya lahir dari rahim ibu yang hebat.

Sumber : tebuireng.online

#ibu #ibuanak #ibudananak #ibumandiri #ibutangguh #ibucerdas #madrasahanak #madrasahpertamaanak #madrasahanak #polaasuhibu #caraasuhanak #orangtuabijak #orangtua #pasangan #pasanganmuda  #parenting #aqiqah #aqiqahan #aqiqahsaungdomba #aqiqahdepok#aqiqahanak  #aqiqahbuahhati

Sunat Untuk Bayi Perempuan

Salahkan Sunat Untuk Bayi Perempuan? Ini Pendapat dari Segi Medis

Bunda, pasti sudah tidak asing dengan isu dan kebiasaan lingkungan yang membiasakan sunat untuk bayi perempuan yang baru saja lahir. Beberapa ada yang menganggap hal tersebut adalah hal yang tidak manusiawi sebagian lagi menganggap ini sebuah tuntutan tradisi, lalu bagaimana dari kacamata medis melihatnya?  

Sunat, atau dalam bahasa medis disebut dengan sirkumsisi, sejatinya adalah tindakan membuang sebagian atau seluruh kulit penutup bagian depan kelamin. Pada anak laki-laki, tindakan ini dilakukan dengan membuang kulit penutup depan dari glans penis, atau dikenal juga dengan nama prepusium.

Tidakan sunat yang umum dilakukan pada anak laki-laki ini bertujuan untuk menjaga agar kemaluan bersih dari tumpukan lemak yang terdapat di lipatan kulit prepusium (dikenal sebagai smegma), menurunkan risiko infeksi saluran kemih, infeksi pada penis, maupun risiko mengalami penyakit menular seksual pada usia dewasa.

Lalu  bagaimana untuk perempuan. Dari segi medis, tidak ada rekomendasi rutin untuk melakukan sunat pada bayi perempuan. Tindakan sunat bayi perempuan ini biasanya dilakukan dengan memotong atau melukai sedikit kulit penutup (prepusium) klitoris. Secara anatomis, tidak semua anak perempuan mempunyai prepusium yang menutupi klitoris maupun saluran kemih sehingga secara anatomis, tidak semua anak perempuan mempunyai prepusium yang menutupi klitoris maupun saluran kemih sehingga sunat dinilai tidak perlu dilakukan pada setiap perempuan.

Di Indonesia, pada tahun 2010, Kementerian Kesehatan pernah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1636/Menkes/PER/XI/2010 mengenai Sunat Perempuan. Permenkes tersebut memberikan panduan mengenai prosedur pelaksanaan sunat perempuan dalam dunia medis. Namun begitu, seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran dan pertentangan atas permenkes tersebut, pada tahun 2014, Kementerian Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 6 Tahun 2014, untuk mencabut dan menyebabkan tidak berlakunya lagi Permenkes No. 1636/Menkes/PER/XI/2010. Dalam permenkes tersebut, dinyatakan bahwa “sunat perempuan hingga saat ini tidak merupakan tindakan kedokteran karena pelaksanaannya tidak berdasarkan indikasi medis dan belum terbukti bermanfaat bagi kesehatan”.

Di beberapa negara di dunia, sunat pada bayi perempuan dikerjakan sebagai Mutilasi Genital Perempuan (Female Genital Cutting/Mutilation – FMG). Ada beberapa tipe FMG sesuai dengan klasifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu mulai dari melukai, menusuk, atau menggores klitoris atau prepusium, membuang sebagian atau seluruh klitoris, membuang seluruh klitoris dan sebagian atau seluruh labia minor, hingga memotong seluruh klitoris dan seluruh labia minor dan mayor dan menyisakan saluran kemih saja, seluruhnya tanpa indikasi medis. Tindakan FMG terutama dilakukan di Afrika, sebagai bentuk kepatuhan terhadap budaya lokal.

WHO dan Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Dunia (the International Federation of Gynecology and Obstetrics) menolak seluruh jenis FMG dan menyebut tindakan tersebut sebagai “praktik medis yang tidak diperlukan, yang memiliki risiko komplikasi serius dan mengancam nyawa”.

Persatuan Dokter Anak Amerika (American Academy of Pediatrics – AAP), juga melarang seluruh anggotanya melakukan tindakan ini, untuk alasan di luar medis. FMG dianggap mengancam nyawa karena terdapat banyak pembuluh darah di daerah kemaluan perempuan sehingga memiliki risiko perdarahan yang hebat. Kebanyakan praktik FMG dilakukan secara ilegal, menyebabkan meningkatnya risiko infeksi akibat praktik medis tidak steril. Selain itu, perempuan yang mengalami FMG juga akan mengalami ketidaknyamanan dalam melakukan hubungan seksual yang dapat menyebabkan efek samping jangka panjang. Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tidak merekomendasikan sunat perempuan dalam arti pemotongan klitoris. Hanya saja, pada keadaan tertentu seperti terdapatnya selaput di klitoris, dapat dilakukan pembukaan selaput tersebut.

Dari sisi medis, belum ada penelitian berbasis bukti untuk mendukung tindakan rutin sunat pada perempuan. Risiko perdarahan yang besar dan kemungkinan menyebabkan kerusakan pada daerah genital perempuan menyebabkan prosedur ini tidak rutin dilakukan oleh banyak organisasi kesehatan dunia. Bagi para orang tua, ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anak sebelum melakukan sunat pada bayi perempuan.

Sumber : idai.or.id

#anak #bayi #bayiperempuan #sunat #sunatperempuan #sunatwanita #sunatbayiperempuan #sirkumsisi #budayasunat #kesehatanbayi #parenting #ibuanak #ibumuda #orangtuabijak #aqiqah #aqiqahan #aqiqahsaungdomba #aqiqahdepok #aqiqahanak  #aqiqahbuahhati #akikah #akikahan #akikahdepok #aqiqahjabodetabek #jasalayananaqiqah #aqiqahmurah#aqiqahtangerang #aqiqahbekasi#aqiqahjakarta #aqiqahsesuaisyariah #aqiqahanakjabodetabek #saungdomba #saungdombainternasional #saungdomba #saungdombaaqiqah

Kiat-Agar-Anak-yang-Dirawat-di-Rumah-Sakit-Cepat-Sembuh

Kenali Penyakit KTM Atau Flu Singapura Pada Anak Dan Cara Penyembuhannya

Penyakit KTM atau kaki, Tangan, mulut biasa di kenal juga dengan flu singapura penyakit yang umumnya menyerang anak bayi dan balita ini disebabkan oleh virus yang bernama enterovirus. Beberapa kasus ditemukan para tidak menyadari bahwa ruam merah yang mucul di bagian lengan atau kaki dapat juga dicurigai sebagai tanda dari flu singapura ini.

Virus-virus dari keluarga enterovirus dapat menjadi penyebab flu Singapura. Salah satunya yang paling sering adalah coxsackievirus A16. Virus tersebut hidup dalam cairan hidung dan tenggorokan, air ludah, tinja, serta cairan pada ruam kulit, dan sangat mudah ditularkan ke orang lain malalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau barang yang terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita.

Cara penularan

  1. Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita.
  2. Tidak sengaja menghirup percikan air ludah, cairan hidung atau tenggorakan penderita.
  3. Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata dan hidung, atau memasukan jari ke dalam mulut.

Gejala

Masa inkubasi virus flu Singapura berlangsung selama 3-6 hari sebelum memunculkan gejala yang berupa:

  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilang nafsu makan.
  • Muncul sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
  • Ruam merah yang terkadang melepuh dan berisi cairan pada telapak tangan, telapak kaki, dan bokong.
  • Bayi dan anak balita akan rewel.
  • Nyeri perut.
  • Batuk.

Umumnya, penyakit flu Singapura diawali dengan munculnya demam. Setelah itu, sekitar satu atau dua hari, akan muncul sariawan atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Kondisi inilah yang bisa membuat penderita flu Singapura kesakitan saat minum, makan, atau menelan. Satu sampai dua hari setelahnya, ruam muncul di telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong.

Pengobatan

  1. Memberikan paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan rasa nyeri atau demam.
  2. Memastikan anak beristirahat secara cukup dan mengonsumsi banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
  3. Tidak memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa lebih perih.
  4. Memberikan makanan lunak atau sup, mengingat gejala flu Singapura dapat menyebabkan sulit menelan.
  5. Mengoleskan krim antigatal pada ruam.
  6. Memberikan air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

 

Sumber :alodokter.com

#flusingapura #ktm #penyakitktm #penyakitflusingapura #penyakitbayi #penyakitanak #penyakitbalita #penyakitlewatvirus #parenting #kesehatan #health #ibu #ibudananak #pasangan #pasanganmuda #orangtua #ayahbunda #penyembuhanflusingapura orangtuabijak #orangtua #aqiqah #aqiqahan #aqiqahsaungdomba #aqiqahdepok#aqiqahanak  #aqiqahbuahhati #akikah #akikahan #akikahdepok #aqiqahjabodetabek #jasalayananaqiqah #aqiqahmurah#aqiqahtangerang #aqiqahbekasi#aqiqahjakarta #aqiqahsesuaisyariah #aqiqahanakjabodetabek

Awas Bahaya Bantal Bagi Bayi Saat Tidur

Mungkin sebagian ibu sudah banyak mendengar kabar mengenai kasus kematian bayi mendadak atau dalam istilah kedokteran terkenal dengan sebutan SIDS (sudden infant death syndrome). Meski belum diketahui penyebab pasti dari SDIS bukan berarti mencoba waspada dan menjadi ibu siaga tidak ada salahnya.

Penggunaan bantal pada bayi, terutama yang berusia di bawah satu tahun, akan meningkatkan risiko bayi terkena sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak yang terjadi pada bayi. National Institute of Child Health and Human Development (NICHHD) merekomendasikan untuk tidak memberikan bantal pada bayi di bawah usia satu tahun.

Bedakan antara bayi dengan orang dewasa. Bentuk kepala bayi baru lahir belum sempurna karena pengaruh proses kelahiran atau alat bantu persalinan (seperti forsep). Kepalanya membutuhkan waktu untuk bisa berubah ke bentuk yang ideal.

Orang dewasa mungkin tidak nyaman jika tidur tidak memakai bantal. Sedangkan bagi bayi, bantal dapat membahayakan nyawanya. Bantal dapat menutupi mulut dan hidung bayi saat tidur sehingga menyebabkan bayi susah bernapas. Jika bayi tidur tanpa pengawasan orangtua dan bantal tersebut lama menutupi mukanya, bisa saja bayi tersebut mengalami SIDS.

Rata-rata, ada 32 kematian bayi per tahun karena bantal yang digunakan sebagai alas tidur atau untuk menopang kepala bayi. Sebagian besar kematian ini melibatkan bayi yang berusia tiga bulan atau kurang.

Beberapa tips untuk mengurangi SIDS pada bayi:

  • Tidurkan bayi dengan posisi telentang agar pernapasan bayi tidak terganggu
  • Jangan tutupi kepala dan wajah bayi saat tidur
  • Jauhi bayi dari asap rokok
  • Sediakan lingkungan yang nyaman saat bayi tidur pada siang maupun malam hari
  • Tidurkan bayi pada tempat tidurnya yang nyaman dengan ruangan yang sama dengan ibu selama 6-12 bulan pertamanya
  • Berikan ASI pada bayi
  • Kapan sebaiknya bayi diberi bantal saat tidur?

Bunda  dapat memberikan bantal kepada bayi Anda saat usianya menginjak usia 2 tahun. Pada usia ini, bayi sudah dirasa mampu untuk membuat gerakan-gerakan sehingga jika ada bantal yang menutupi mukanya maka ia sudah bisa menyingkirkannya.

Walaupun berbagai macam bantal, mulai dari bentuk, warna, gambar, tersedia untuk bayi Anda, tetapi pilihlah bantal yang kecil dan datar sehingga dapat menopang lehernya dengan baik.

 

Semoga bermanfaat !

 

Sumber :hellosehat.com

#bayi #balita #anak #buahhati #persalinan #sids #kematianmendadak #solusibayi #bantaltidur #bantaltidurbayi  #ibumuda #ibubijak #ibucerdas #solusitidurbayi #parenting #ibudananak #ibuanak #aqiqah #aqiqahan #aqiqahsaungdomba #aqiqahdepok#aqiqahanak  #aqiqahbuahhati #akikah #akikahan #akikahdepok #aqiqahjabodetabek #jasalayananaqiqah #aqiqahmurah#aqiqahtangerang #aqiqahbekasi#aqiqahjakarta #aqiqahsesuaisyariah #aqiqahanakjabodetabek #saungdomba #saungdombainternasional

Permanainan Anak

Yuk Intip Aneka Permainan Untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Permaianan – Sebagai seorang ibu tentunya ingin segala yang diberikan dan diterima buah hati merupakan yang terbaik demi tumbuh kembangnya. Seperti pemberian makanan dengan gizi yang cukup, waktu luang untuk mencurahkan kasih sayang dan tak lupa memberikan permainan yang cocok dan memberi efek baik kepada tumbuh kembang anak.

Lalu bagaimana mengetahui si anak sudah cocok dikenalkan jenis permainan tertentu dalam umurnya yang baru menginjak satu tahun misalnya? Yuk intip kiat ini berikut:

 

  • Permainan paralel

 

Si Kecil bermain disamping temannya tetapi mereka tidak saling berinteraksi. Setelah mengamati apa yang dilakukan temannya, mungkin si Kecil akan menirunya.

 

  • Permainan asosiatif

 

Sedikit mirip dengan permainan paralel, tetapi dalam permainan ini si Kecil terlibat dalam apa yang dimainkan oleh temannya. Misalnya sama-sama memainkan balok, tetapi masing-masing menyusun sendiri, sambil mengobrol dan akhirnya tersusun kota dari bangunan-bangunan yang disusun oleh si Kecil dan temannya. Melalui permainan ini si Kecil belajar bersosialisasi, cara memecahkan masalah, bekerjasama dan mengembangkan kemampuan bahasanya. Si Kecil juga mulai belajar menjalin pertemanan.

 

  • Permainan imitatif

 

Si Kecil meniru permainan temannya atau sebaliknya temannya meniru permainan yang dilakukan si Kecil.

 

  • Permainan soliter

 

Bermain sendiri. Sesekali biarkan si Kecil bermain sendiri karena permainan soliter mengajari anak bagaimana dia bisa menghibur dirinya sendiri. Permainan ini paling banyak dimainkan oleh anak usia kurang dari 3 tahun.

 

  • Permainan kooperatif

 

Sejalan dengan pertambahan usianya, si Kecil mulai bermain dengan anak lainnya. Si Kecil mungkin akan membantu temannya menyusun balok. Tetapi kebanyakan anak baru siap untuk bermain kooperatif setelah usianya lebih dari 3 tahun.

 

  • Permainan dramatik/fantasi

 

Jika si Kecil bermain dokter-dokteran atau bermain restoran, itu artinya si Kecil sedang bermain fantasi. Melalui jenis permainan ini, si Kecil belajar berimajinasi, bergantian, bekerjasama, berbagi dan mengembangkan bahasanya. Melalui permainan peran ini si Kecil juga belajar tentang fungsi suatu profesi di dalam masyarakat.

 

  • Permainan konstruktif

 

Menyusun balok, membuat jalanan, membuat tenda dari kursi yang ditutupi selimut, merupakan contoh permainan konstruktif. Permainan ini mengajarkan si Kecil tentang membangun dan menyusun, juga membantu mengembangkan kemampuan kognitifnya.

 

  • Permainan fisik

 

Lebih banyak melibatkan kemampuan motorik halus dan kasar, seperti melempar bola, bersepeda. Permainan fisik penting untuk mendorong si Kecil supaya aktif.

 

  • Permainan kompetitif

 

Bermain ular tangga adalah salah satu contoh permainan kompetitif. Disini si Kecil belajar tentang aturan permainan dan giliran bermain. Dalam permainan ini ada yang menang dan ada yang kalah, jadi Ibu harus siap memberikan penjelasan jika si Kecil kemudian kalah dalam permainan ini.

 

Sumber : ibudanbalita.com

 

#parenting #asuhanak #mengasuhanak #permainan #permainanasik #permainanmenarik #belajar #mengenalpermainan #permainanmenyenangkan #permaninanmotorik #ibu #ibuanak #buahhati #aqiqah #aqiqahan #aqiqahsaungdomba #aqiqahdepok#aqiqahanak  #aqiqahbuahhati #akikah #akikahan #akikahdepok #aqiqahjabodetabek #jasalayananaqiqah #aqiqahmurah#aqiqahtangerang #aqiqahbekasi#aqiqahjakarta #aqiqahsesuaisyariah #aqiqahanakjabodetabek

Manfaat menyusui

Bayi Yang Menyusui Memiliki Kemungkinan Resiko Penyakit Jantung Yang Lebih Rendah di Masa Dewasa

Menurut para peneliti dari Northwestern University, menyusui dapat melindungi seseorang dari peradangan dan penyakit jantung saat masih bayi hingga usia dewasa muda.

Periset mengevaluasi kadar protein C-reaktif (CRP), yang merupakan sinyal peradangan dan memprediksi peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik di masa dewasa. Melalui berat lahir orang dewasa dan berapa lama mereka diberi ASI riset pada hampir 7.000 orang dewasa muda yang berusia 24 sampai 32 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada manfaat lain dari menyusui, tingkat CRP adalah 20 sampai 30 persen lebih rendah daripada mereka yang diberi ASI selama 3 sampai 12 bulan sebagai bayi.

CRP adalah protein yang diproduksi oleh hati yang meningkat bila terjadi peradangan di seluruh tubuh. Tingkat CRP yang tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan berbagai masalah jantung lainnya.

“Temuan tentang menyusui dan berat lahir sangat mencerahkan,” kata Thomas McDade, penulis utama studi tersebut, profesor antropologi di Universitas Weinberg, Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan Rusia, dan rekan fakultas Institut Penelitian Kebijakan Universitas. “Tingkat penyakit untuk orang dewasa benar-benar tercermin dari rendahnya berat badan saat lahir dan serapan susu serta durasi menyusui itu sendiri.”

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa: rendahnya bobot lahir dan durasi menyusui yang lebih pendek memprediksi tingkat CRP yang lebih tinggi pada orang dewasa muda. Untuk setiap bobot lahir ekstra, tingkat CRP di usia dewasa muda 5 persen lebih rendah.

Organisasi Kesehatan Dunia menggambarkannya Manfaat menyusui terus bertambah “menyusui adalah salah satu cara paling efektif untuk memastikan masa kanak-kanak dan kelangsungan hidup.”

American Academy of Pediatrics pun merekomendasikan menyusui selama 12 bulan pertama kelahiran bayi.

 

Sumber : Parenting.com

#anak #tumbuhkembang #berjalan #buahhati #balita #bayi #pertumbuhan #menyusui #breastfeeding #ibubijak #perkembangananak #ASI #Asipemula #ASIawal #saungdomba #saungdombainternasional #saungdomba #saungdombaaqiqah #aqiqah #saungdombaedupark #waroengdomba #aqiqahsaungdomba #orangtuabijak #orangtua #pasangan #pasanganmuda

Kapan Bayi Kita Siap Untuk Berjalan

Kenali Tanda Bayi Siap Berjalan

Usia awal kehidupan bayi ditandai dengan banyak milestone yang berpengaruh bagi kelangsungan tumbuh kembangnya. Seperti merangkak, tumbuh gigi, tengkurap, dan lainnya. Dari semua milestone itu yang mungkin akan selalu Anda kenang adalah momen ketika anak mulai belajar berjalan.

 

Berjalan merupakan lompatan perkembangan besar untuk bayi. Tapi Anda perlu ingat bahwa bayi belajar berjalan atas dorongan kemauannya sendiri. Jadi Anda jangan khawatir apabila melihat bayi lain yang sepantaran sudah belajar berjalan, sementara bayi Anda masih asik merangkak.

Sebelum Anda memutuskan untuk mengajari anak mengayunkan langkah kakinya, sebaiknya kenali dulu sinyal-sinyal yang mengindikasikan bahwa ia memang sudah siap belajar berjalan. Antara lain:

 

  • Anak mulai berusaha berdiri. Biasanya dimulai pada usia 8 bulan dan tahap ini akan berlangsung selama 3 bulan. Untuk menopang tubuhnya, anak suka memanfaatkan furnitur sebagai pegangan. Maka itu Anda perlu menyingkirkan benda tajam dan berbahaya.
  • Menjelajah seisi ruangan dengan gerakan merangkak yang cepat.
  • Menapaki tangga dengan kedua tangan dan kakinya
  • Jadi super berani. Jangan khawatir jika Anda melihat bayi seolah berubah sok berani. Biarkan ia bereksplorasi dengan keahlian barunya melangkahkan kaki setapak demi setapak. Sesekali ia akan terjatuh, di sini tugas Anda adalah menyemangati supaya muncul konsep diri yang positif pada bayi.

Secara umum bayi melakukan langkah pertama ketika menjelang hari ulang tahun pertama mereka. Namun waktu ini bisa bervariasi mulai dari 9 bulan sampai 18 bulan.  Tapi ada juga anak yang ia tidak pernah belajar merangkak tapi milestone-nya langsung melompat fase berdiri. Namun, Anda perlu berkonsultasi pada dokter jika pada tahun pertama anak sama sekali tidak belajar merangkak.

 

Sumber : parenting.co.id

 

#anak #tumbuhkembang #berjalan #buahhati #balita #bayi #pertumbuhan #saungdomba #saungdombainternasional #saungdomba #saungdombaaqiqah #aqiqah #saungdombaedupark #waroengdomba #aqiqahsaungdomba #orangtuabijak #orangtua #pasangan #pasanganmuda