fbpx
Tips Parenting: Ajarkan Agama Sejak Dini

Tips Parenting: Ajarkan Agama Sejak Dini

Aspek spiritual merupakan salah satu dasar pembelajaran kehidupan yang diperlukan oleh manusia. Maka pembelajaran agama sejak dini merupakan salah satu upaya untuk memberikan pengajaran nilai-nilai ketuhanan dan tata cara hidup manusia sejak awal masa kehidupan mereka. Berikut ini adalah tips parenting untuk meng ajarkan agama sejak usia dini.

Perkenalkan Agama yang Dianut

Memperkenalkan agama yang dianut adalah cara pertama yang dapat dilakukan untuk mulai menjelaskan tentang agama itu sendiri. Orang tua juga bisa mulai mengajarkan tentang konsep Ketuhanan pada anak.

Hal itu merupakan pengetahuan dasar yang penting untuk diketahui oleh anak. Agama memiliki peraturan-peraturan yang harus diikuti oleh setiap penganutnya, dan aturan tersebut berasal dari Tuhan sang pencipta.

Akui Ketidaktahuan dan Gali Jawaban dari Ahlinya

Anak-anak sangat jujur dan kerap kritis terhadap hal-hal baru yang ia temukan. Orang tua perlu bersiap akan hal ini. Namun, jika tidak tahu, maka akuilah. Kemudian usahakan menggali jawaban dari ahlinya seperti pemuka agama. untuk tips ajarkan agama sejak dini.

Baca Juga Artikel : Tips Mencegah Balita Kecanduan Gadget

Mulai Ajarkan Nilai-nilai dalam Beragama

Orang tua bisa menjadi contoh sebagai bentuk pengajaran bagi mereka misalnya dengan beribadah tepat waktu, bersedekah, berlaku sopan dan lain sebagainya. Hal ini sangat efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai agama pada anak adalah tips ajarkan agama sejak dini.

Ceritakan Kisah-kisah yang Memuat Unsur Keagamaan

Ada begitu banyak kisah yang memuat unsur keagamaan, misalnya cerita para Nabi. Orang tua bisa memanfaatkan ini sebagai media untuk mengajarkan nilai-nilai keagamaan. Cerita menjadi metode pengajaran yang menarik bagi anak-anak. Gunakan lah bahasa sederhana yang mudah dipahami untuk tips ajarkan agama sejak dini.

Ajak Anak Menerapkan Kegiatan Keseharian yang Sesuai dengan Ajaran Agama

Aktivitas keseharian dapat menjadi sarana untuk menerapkan ajaran agama. Misalnya berdo’a setelah bangun tidur, berdo’a sebelum dan sesudah makan, berbicara dengan sopan, berterima kasih setelah mendapat bantuan dan lain sebagainya. tips ajarkan agama dini

Mengajarkan nilai-nilai agama sejak dini memang bukan hal yang mudah, namun itu bisa dilalui dengan cara yang menyenangkan sehingga anak tidak merasa sedang didikte untuk melakukan hal-hal yang belum dimengerti. Komunikasi yang baik adalah kunci utama untuk tips ajarkan agama sejak dini.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Tips Mencegah Balita Kecanduan Gadget

Tips Mencegah Balita Kecanduan Gadget

Fenomena balita kecanduan gadget kini menjadi masalah yang harus diperhatikan. Pasalnya, kecanduan gadget dapat merampas keterampilan anak di bidang lainnya. Ya, tampaknya mereka mengenal teknologi dengan baik, namun terkadang itu hanya sebatas bermain game dengan gadget yang terasa sangat menyenangkan hingga membuat ketagihan.

Masa pertumbuhan balita semestinya lebih dari sekedar duduk diam dan hanya menggerakkan jari untuk memainkan gadgetnya (smartphone). Aktivitas motorik, kemampuan bersosialisasi, minat dan bakat mereka sangat penting dikembangkan di masa ini. Lalu apa yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mencegah balita kecanduan gadget? Simak ulasan singkat berikut ini :

Berikan Pembatasan Waktu

Anak-anak memang kerap penasaran dengan benda-benda yang baru mereka lihat. Salah satu benda yang sering dilihat kini adalah smartphone, karena mereka melihat orang tuanya membawa benda itu kemana-mana. Sesekali izinkan anak untuk memenuhi rasa penasarannya, namun berikan pembatasan waktu agar anak tidak terlarut dan dampingi setiap kali anak menggunakan gadget.

Jadwalkan Waktu Penggunaan

Orang tua bisa membuat jadwal aktivitas anak agar kegiatannya menjadi lebih teratur. Jadwal menggunakan gadget dapat dimasukkan pada hari-hari tertentu saja, misalnya di akhir pekan.

Baca Juga Artikel : Usia Ideal Untuk Masa Kehamilan Bagi Seorang Wanita

Hindarkan Gadget

Untuk mengindarkan anak dari gadget, orang tua dapat menyimpannya di tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau oleh anak. Lalu ajak anak untuk melakukan aktivitas menyenangkan lainnya seperti bermain atau berbicara hal-hal yang diminati olehnya.

Ajarkan Anak Untuk Mengontrol Dirinya

Kontrol yang dimaksud ialah menahan diri dari bermain gadget. Orang tua bisa memberikan reward kepada anak setiap kali ia mampu menahan dirinya saat bermain gadget memang tidak seharusnya dilakukan saat itu. Reward tidak harus selalu berupa benda, memberikan pujian atau sekedar mengelul lembut sudah dapat membuat anak senang.

Melakukan Aktivitas di Luar Rumah

Melakukan aktivitas di luar rumah bersama orang tua akan menjadi momen menyenangkan bagi anak. Hal ini dapat mencegah anak lebih tertarik pada gadget. Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan bersama seperti berolahraga, berkebun atau sekedar jalan-jalan santai, mencegah balita kecanduan gadget.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Hukum Memakan Daging Aqiqah Bagi Keluarga yang Melaksanakannya

Hukum Memakan Daging Aqiqah Bagi Keluarga yang Melaksanakannya

Pertanyaan mengenai hukum memakan daging aqiqah bagi keluarga yang melaksanakannya kerap muncul. Ada beberapa dalil yang menunjukkan bahwa keluarga diperbolehkan mengonsumsi daging aqiqah yang disembelih, di antaranya :

Pendapat as-Syafi’i

Ibnu Qudamah pernah mengatakan bahwa aturan daging aqiqah ialah boleh dimakan, dihadiahkan atau disedekahkan sama halnya dengan aturan daging qurban berdasarkan pendapat as-Syafii.

Beliau juga menyimpulkan bahwa aqiqah diqiyaskan dengan berkurban dan ibadah ini tidaklah wajib. Karena memiliki kesamaan dari sifat dan sunah, ukuran hingga syaratnya maka penyalurannya pun serupa sebagaimana pendapat as-Syafii.

Baca Juga Artikel : Sunnah – Sunnah Dalam Ibadah Aqiqah

Serupa dengan Aturan Ibadah Qurban

Aturan dalam ibadah aqiqah serupa dengan ibadah qurban yang memperbolehkan keluarga untuk mengonsumsi sebagian daging yang diqurbankan. Hal ini didasari oleh Qs. Al-Haj ayat 28 yang artinya :

“Makanlah dari sebagian hewan qurban itu dan berikan kepada orang yang sangat membutuhkan” (Qs. Al-Haj: 28).

Pendapat Imam Malik

Beliau pernah mengatakan “saya suka jika shohibul qurban memakan daging qurbannya karena Allah berfirman “Makanlah bagian dari hewan qurban”, kemudian Ibnu Wahb juga pernah mengatakan pernah menanyakan hal ini kepada Al-Laits dan dijawab dengan jawaban yang sama. Keterangan ini terdapat di dalam Tafsir Ibn Katsir, 5/416, hukum makan daging aqiqah.

Keterangan dari A’isyah radhiallahu ‘anha

Aqiqah yang sesuai dengan sunah ialah 2 ekor kambing bagi anak lelaki dan seekor kambing bagi anak perempuan. Dimasak utuh dengan tulangnya, tidak pecah dan dimakan sendiri, diberikan kepada orang lain serta disedekahkan, hukum makan daging aqiqah

Menurut Ibnu Utsaimin, maksud dari tulang yang tidak pecah ialah filosofi membangun sikap optimis terhadap keselamatan anak dan tidak mengalami kecelakaan atau masalah atas badannya. Meski begitu, beliau juga menjelaskan bahwa tidak ada dalil yang terkait dengan pernyataan tersebut.

Berdasarkan keterangan-keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa keluarga yang melaksanakan ibadah aqiqah diperbolehkan mengonsumsi sebagian dagingnya. Selain itu, dianjurkan untuk membagikannya kepada tetangga atau orang-orang sekitar serta mereka yang membutuhkannya sebagai wujud rasa syukur. Dengan ini maka jelaslah aturan pembagian daging aqiqah tersebut.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Usia Ideal Untuk Masa Kehamilan Bagi Seorang Wanita

Usia Ideal Untuk Masa Kehamilan Bagi Seorang Wanita

Buah hati adalah salah satu anugerah yang dinantikan ketika sudah berumah tangga. Namun, demi kelancaran masa kehamilan hingga persalinan seorang wanita harus memahami kapan waktu ideal untuk menjalani masa tersebut.

Memutuskan untuk hamil di usia yang terlalu muda dapat menimbulkan risiko yang cukup besar. Seorang wanita yang usianya kurang dari 20 tahun memiliki organ reproduksi yang belum matang sepenuhnya. Hal ini dapat berisiko pada perkembangan janin yang dikandung.

Maka, usia antara 21 hingga 35 tahun adalah usia ideal bagi seorang wanita untuk menjalani masa kehamilan. Pada rentang usia ini, risiko kesehatan berada pada tingkat rendah. Namun, jika kita melihat kenyataannya, cukup banyak wanita muda yang sudah hamil di usia kurang dari 20 tahun. Begitupun sebaliknya, tidak sedikit wanita yang hamil ketika usianya sudah di atas 35 tahun.

Meski demikian, sebuah riset pernah memaparkan bahwa hamil di usia tua dapat menunda masa monopause dan terhindar dari risiko penyakit hati, jantung, osteoporosis dan demensia. Namun, pemaparan tersebut banyak diragukan dan disanggah dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa kehamilan yang terjadi di atas usia 35 akan memunculkan beberapa permasalahan terhadap Ibu dan bayi.

Baca Juga Artikel : Syarat dan Alur Pembuatan Akta Kelahiran Anak

Salah satu kemungkinan yang dapat terjadi di antaranya ialah kelainan kromosom. Oleh karena itulah muncul anjuran rentang usia untuk menjalani masa kehamilan yakni usia 21 hingga 35 tahun.

Selain perihal risiko, masa produktif organ reproduksi wanita yang terbatas juga menjadi sebab. Sel telur mulanya tumbuh saat berada di dalam rahim, kemudian disimpan pada ovarium hingga masa menstruasi dimulai. Sedikinya lebih dari 400 sel telur telah hilang setiap bulannya hingga masa monopause tiba.

Maka, saat wanita hamil ketika berusia di atas 35 tahun, risiko tekanan darah 2 kali lebih tinggi. Pada akhirnya, mereka yang hamil ketika berusia di atas 40 tahun memilih operasi caesar sebagai cara untuk melahirkan.

Semakin tua, semakin mungkin pula risiko kematian meningkat. Permasalahan yang sering terjadi adalah komplikasi saat masa kehamlan berupa pendarahan dan penggumpalan darah. Seorang ibu yang berusia di atas 40 tahun berisiko lebih tinggi untuk mengalami kelahiran mati atau bayi meninggal saat dilahirkan. Maka, perencanaan usia masa kehamilan sangatlah penting.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Sunnah-sunnah dalam Ibadah Aqiqah

Sunnah-sunnah dalam Ibadah Aqiqah

Sunnah merupakan sesuatu yang apabila dilakukan akan mendapat pahala, namun jika meninggalkannya tidak akan mendatangkan dosa. Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang dihukumi sunnah muakkad atau tidak wajib dilakukan, namun dianjurkan. Di dalam ibadah aqiqah juga terdapat sunnah-sunnah sebagai berikut ini :

Memasak Daging Sembelihan Aqiqah

Ketika selesai melakukan penyembelihan hewan aqiqah, hendaknya daging tersebut dimasak hingga matang. Pernyataan Imam Ibnu Qayyim rahimahullah yang tercantum di dalam kitab Tuhfatuh Maudud halaman 43 hingga 44 memaparkan bahwa memasak daging aqiqah merupakan sunnah. Jika daging tersebut sudah dimasak, maka orang-orang yang berhak menerimanya tidak perlu repot mengolah daging tersebut.

Hal tersebut juga menambah nilai kebaikan serta rasa syukur. Penerimanya juga akan merasa gembira ketika menyantapnya. Oleh karena itu, umumnya makanan dalam acara syukuran dihidangkan dalam keadaan sudah dimasak. Selain itu, perhatikanlah kondisi kambing yang hendak digunakan untuk aqiqah. Pastikan sudah sesuai dengan syari’at Islam.

Baca Juga Artikel : Inilah Hikmah Melaksanak Ibadah Aqiqah

Jumlah Kambing

Rasulullah SAW pernah menerangkan bahwasanya jumlah kambing yang disembelih bagi anak laki-laki ialah sebanyak 2 ekor, sedangkan untuk aqiqah bagi anak perempuan cukup 1 ekor saja. Hal itu termasuk sunnah dalam aqiqah.

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata bahwa beberapa hadits Ummu Kurz menjadi argumen yang mendasari pendapat ulama dalam membedakan aqiqah bagi anak laki-laki dan anak perempuan. Sementara itu, Imam Malik menyatakan bahwa aqiqah bagi keduanya ialah sama berdasarkan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW saat mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain dengan masing-masing satu ekor kambing.

Terdapat pula riwayat lain yang dikeluarkan oleh Abusy Syaikh bahwa aqiqah bagi anak laki-laki ialah dua ekor kambing. Adapun riwayat-riwayat tersebut tidak bermaksud menafikkan hadits-hadits mutawatir yang menyatakan bahwa jumlah hewan aqiqah bagi anak laki-laki adalah 2 ekor kambing, namun riwayat tersebut menerangkan bahwa mengaqiqahi seorang anak lelaki diperbolehkan dengan jumlah hewan kurang dari 2 ekor. Sehingga ketentuan tersebut merupakan sunnah saja. Hal ini terdapat dalam kitab Fathul Bari sunnah dalam ibadah aqiqah.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Inilah Hikmah Melaksanakan Ibadah Aqiqah

Inilah Hikmah Melaksanakan Ibadah Aqiqah

Secara bahasa aqiqah artinya memutus atau memotong, sedangkan menurut istilah aqiqah merupakan penyembelihan hewan kambing untuk bayi yang baru lahir. Para ulama menyatakan bahwa hukum melakukan aqiqah adalah sunnah muakad atau sunnah yang jika dikerjakan akan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan tidak akan mendapat dosa. Namun, ibadah ini dianjurkan dalam syari’at Islam.

Sejalan dengan pemaparan tersebut, Ustad Ihsan Ibnu Hasan juga menyampaikan bahwa aqiqah merupakan suatu tanda syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah berupa seorang anak. Aqiqah juga menjadi salah satu sarana memanjatkan permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa menjaga dan melindungi bayi tersebut, hikmah melaksanakan ibadah aqiqah.

Selain menjadi washilah untuk memanjatkan permohonan, ibadah aqiqah juga menjadi tebusan bagi anak untuk mendatangkan syafaat pada kedua orang tuanya. Hal ini serupa dengan apa yang dikatakan oleh Imam Ahmad “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orangtuanya (dengan aqiqah)”.

Baca Juga Artikel : Aturan Membagi Daging Aqiqah Menurut Syari’at Islam

Tak hanya itu, Rasulullah bahkan pernah bersabda “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pda hari ke tujuh kelahirannya dan dicukur rambut kepalanya, kemudian diberi nama pada hari itu.”, hikmah melaksanakan ibadah aqiqah

Sementara hadits lain menyatakan “Dari Salman bin Amr ad-dhabi: Sesungguhnya anak itu di aqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit dari padanya (dengan mencukurnya),” (HR. Bukhari).

Aqiqah juga menjadi salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah senantiasa melakukan ibadah aqiqah ketika dikaruniai seorang anak. Beberapa ulama sepakat bahwa ibadah sunnah ini dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh sejak kelahiran bayi, hikmah melaksanakan ibadah aqiqah

Pendapat tersebut didasarkan pada hadits dari Samuroh bin Jundub. Meski begitu, sebagian ulama lainnya menyatakan bahwa pelaksanaan aqiqah dapat dilakukan pada hari keempat belas atau hari ke dua puluh satu. Kesepakatan ini didasarkan pada hadits dari A’isyah r.a. dalam kitab Al-Mustadrok Nomor 7595 yang sudah dishahihkan oleh Imam Hakim dan Imam Adzahabi.

Demikianlah hikmah melakukan ibadah sunnah aqiqah terhadap bayi yang baru lahir. Meski dihukumi sunnah, pelaksanakan aqiqah di Indonesia sudah melekat di kalangan masyarakat muslim.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Syarat dan Alur Pembuatan Akta Kelahiran Anak

Syarat dan Alur Pembuatan Akta Kelahiran Anak

Akta kelahiran merupakan salah satu surat penting yang sering digunakan dalam kehidupan bernegara. Hal ini berlaku karena pencatatan identitas anak dilakukan melalui penerbitan akta kelahiran. Surat ini juga menjadi tameng yang melindungi identitas anak itu sendiri. Maraknya perdagangan anak membuat akta kelahiran menjadi semakin penting.

Hal ini tentu harus mendapatkan perhatian khusus dari para orang tua. Maka, setelah anak lahir, hendaknya pengurusan akta kelahiran segera dilakukan. Jika Anda belum mengetahui persyaratan pengajuan pembuatan akta kelahiran, simak rangkuman berikut ini.

Dokumen persyaratan :

a. Formulir Surat Keterangan Kelahiran Model F-2.01

b. Fotocopy Kartu Keluarga.

c. Fotocopy Buku Nikah / Akta Nikah.

d. Fotocopy Ijazah.

e. Fotocopy Akta Perceraian bagi orang tua yang telah resmi bercerai

f. Fotocopy KTP-el Orang Tua.

g. Fotocopy KTP-el 2 (Dua) orang saksi.

h. Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter/Bidan Penolong

Baca Juga Artikel : Istilah-istilah Kehamilan dan Persalinan dalam International Classification of Disease (ICD) 10

Alur pengajuan pengurusan akta kelahiran baru :

1. Mengambil nomor antrian untuk mengajukan pengurusan akta kelahiran baru

2. Menyerahkan berkas permohonan yang lengkap ke loket pelayanan.

3. Petugas akan menerima berkas dan memeriksa kelengkapannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

4. Petugas akan mencatat informasi berdasarkan berkas yang diserahkan pada buku pendaftaran akta kelahiran.

5. Berkas akan diserahkan pada operator untuk proses penerbitan kutipan akta kelahiran serta register akta kelahiran.

6. Proses verifikasi, validasi permohonan, konsep register dan akta kelahiran dilakukan pada tahap ini termasuk pemberian paraf koordinasi dari Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian.

7. Proses verifikasi, validasi permohonan, konsep register dan akta kelahiran, serta pemberian paraf koordinasi oleh Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil.

8. Akta kelahiran akan ditandatangani oleh Kepala Dinas setempat setelah diverifikasi oleh Kepala Seksi dan Kepala Bidang

9. Akta kelahiran diberi stempel oleh petugas

10. Pemohon dapat menerima akta kelahiran yang telah diajukan

Setiap daerah memiliki regulasi dan prosedur yang hampir serupa, namun Anda tetap harus memastikan kembali apa saja persyaratan pengajuan pembuatan akta kelahiran baru beserta alur yang sesuai dengan ketentuan daerah Anda.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Aturan Membagi Daging Aqiqah Menurut Syari’at Islam

Aturan Membagi Daging Aqiqah Menurut Syari’at Islam

Urusan pembagian daging aqiqah memiliki tata cara atau hukum yang harus diketahui oleh seorang muslim. Aisyah RA pernah menyatakan perihal gambaran pembagian daging aqiqah dalah sebuah hadits yang telah diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi.

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing bagi anak laki-laki dan satu ekor kambing bagi anak perempuan. Dagingnya dimasak tanpa mematahkan tulang. Kemudian dimakan (oleh keluarganya) dan juga disedekahkan pada hari ketujuh.”

Berdasarkan hadits tersebut daging aqiqah dapat dimakan oleh keluarga yang memiliki hajat namun sebagiannya disedekahkan pada hari ketujuh. Sama halnya dengan hadits di atas, di dalam kitab Minhajul Muslim milik Syaikh Jabir Al Jaza’iri juga terdapat keterangan bahwa daging aqiqah bisa dinikmati oleh ahlul bait, kemudian disedekahkan atau dihadiahkan.

Adapun terkait cara pembagiannya, terdapat sedikit perbedaan antar ulama. Sebagian menyatakan bahwa tatacara pembagian daging aqiqah hampir sama dengan tatacara pembagian daging qurban dimana keluarga boleh memakan daging tersebut dan juga menyedekahkan kepada fakir miskin dan tetangga.

Para ulama juga bersepakat bahwa waktu pembagian daging aqiqah tidak harus bertepatan dengan waktu penyembelihan.

Baca Juga Artikel : Bolehkah Berqurban Jika Belum Pernah Diaqiqah?

Sementara untuk Aturan dan tatacara membagi daging aqiqah, para ulama menjelaskan bahwa syariat memberikan kelonggaran. Dalam arti tidak harus bertepatan dengan waktu penyembelihan. Sebagaimana qurban, penyembelihannya dilakukan pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu idul adha dan hari tasyriq, sementara distribusi dagingnya boleh menyusul.

As-Syafi’i menjelaskan bahwa tatacara membagi daging aqiqah sama halnya dengan hukum makan, dihadiahkan dan disedekahkan yang artinya serupa dengan aturan pembagian daging qurban. Bahkan Ibnu Sirin mengatakan “Tangani dagingnya sesuai dengan apa yang Anda inginkan.” Aturan pembagian daging aqiqah

Beliau juga menambahkan bahwa yang paling mendekati adalah aqiqah yang diqiyaskan dengan qurban karena aqiqah bukanlah ibadah wajib. Karena aqiqah sama seperti qurban berdasarkan kriteria hewannya baik usia, batasan hingga syarat-syaratnya, maka tata cara pembagiannya pun sama seperti hewan qurban. (al-Mughni, 9/463)

Berdasarkan pemaparan di atas, maka jelaslah bahwa pembagian daging aqiqah tidak berbeda dengan pembagian daging qurban. Adapun tujuan utama dari pembagian daging aqiqah adalah sebagai bentuk rasa syukur.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Istilah-istilah Kehamilan dan Persalinan dalam International Classification of Disease (ICD) 10

Istilah-istilah Kehamilan dan Persalinan dalam International Classification of Disease (ICD) 10

Diagnosa kehamilan kerap menggunakan istilah-istilah yang kurang dipahami oleh para ibu. Pregnancy, laborm puerpural maupun istilah lainnya bukan sesuatu yang umum atau sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah rangkuman singkat tentang beberapa istilah berdasarkan International Classification of Disease atau ICD 10.

Antepartum

Secara etimologi Ante berarti sebelum sedangkan parere artinya melahirkan. Antepartum memiliki arti yang sama dengan prenatal. Periode ini biasanya dimulai pada minggu ke 24 atau minggu ke 26 hingga masa kelahiran dalam istilah kehamilan persalinan ICD

Pregnancy

Istilah yang satu ini mungkin lebih familiar. Pregnancy atau kehamilan juga dikenal sebagai graviditas yakni jumlah keseluruhan kehamilan pada seorang pasien. Biasanya ini berlangsung selama 40 minggu dari periode menstruasi terakhir dan selesai pada saat melahirkan. istilah kehamilan persalinan ICD

Prenatal Antenatal

Istilah ini menggambarkan masa perkembangan janin dimana embrio manusia berkembang selama masa kehamilan sejak mengalami pembuahan hingga kelahiran.

Preterm

Istilah prematur sering kita jumpai, di dunia medis, preterm merupakan istilah yang digunakan untuk kelahiran bayi prematur yang terjadi ketika usia kehamilan kurang dari 37 minggu dalam istilah kehamilan persalinan ICD

Baca Juga Artikel : 5 Doa dan Ucapan Untuk Bayi yang Baru Lahir

Postterm

Berbanding terbalik dengan preterm, postterm adalah kondisi dimana bayi justru belum lahir setelah usia kehamilan ibu mencapai 42 minggu.

Childbirth Labour Delivery Partus

Childbirth atau melahirkan juga dikenal dengan labour, delivery, birth, partus atau parturition di dunia medis. Inilah puncak dari masa kehamilan dimana seorang bayi akan keluar dari rahim ibunya.

Sponaneus Labour

Istilah ini diperuntukkan bagi proses kelahiran yang berlangsung tanpa intervensi ahli seperti dokter kandungan atau tindakan medis seperti operasi.

Puerpural Postpartum Postnatal

Puerpural postpartum postnatal adalah sebuah periode yang dimulai setelaah kelahiran bayi kurang lebih dalam waktu sekitar 6 minggu pasca melahirkan atau lebih dikenal dengan istilah nifas.

Perinatal

Berdasarkan bahasa Yunani, peri artinya tentang, sekitar sedangkan nasci berarti dilahirkan. Maka perinatal merupakan periode menjelang kelahiran hingga sesudah kelahiran. Periode ini dimulai sejak usia kehamilan mencapai 22 minggu hingga 7 hari pasca kelahiran.

Fetus

Fetus merupakan istilah lain dari janin saat masih berada pada masa prenatal sejak embrio hingga masa kelahiran.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Bolehkah Berqurban Jika Belum Pernah Diaqiqah?

Bolehkah Berqurban Jika Belum Pernah Diaqiqah?

Bolehkah ber qurban jika belum pernah di aqiqah?

Pertanyaan tersebut kerap muncul di benak, terutama saat hendak melaksanakan ibadah qurban. Sebelum beralih kepada kesimpulan, sebaiknya kita simak terlebih dahulu dasar-dasar aqiqah dan qurban berikut ini.

Ibnul Mundzir rahimahullah pernah membahas mengenai aqiqah sebagaimana pernyataan ini “Orang-orang ‘aqlaniyyun mengingkari sunnah aqiqah karena mengukur kebenaran dengan menggunakan akalnya saja. pendapat mereka jelas menyimpang dari hadist-hadits yang tsabit atau shahih dari Rasulullah dengan dalih yang lebih lemah dari sarang laba-laba.” Pernyataan tersebut sesuai dengan apa yang tercantum adalah kitab Tuhfatul Maudud halaman 20 milik Ibnu Qayyim al-Jauziyah.

Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Aqiqah dilaksanakan karena adanya kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkan semua gangguan darinya.” Pernyataan ini diriwayatkan oleh Bukhari dan dapat pula ditemukan dalam kitab Fathul Bari.

Baca Juga Artikel : Rangkaian Doa-doa Saat Melaksanakan Aqiqah

Sedangkan dalil berqurban tercantum dalam QS. Al-Kautsar ayat 1 hingga 2 dengan arti “Sesungguhnya kami telah memberikan karunia yang sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” Lebih lengkap lagi, QS. Al-Hajj ayat 36 hingga 37 menggambarkan bahwa berqurban merupakan wujud dari ketakwaan seorang muslim, berikut terjemah dari ayat tersebut :

“Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging-daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

Dalil lainnya terdapat dalam QS. Al An’am ayat 162 hingga 163 yang artinya “Katakanlah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang pertama – tama menyerahkan diri (kepada Allah).”

Berdasarkan dalil-dalil di atas, tidak ada yang mengaitkan antara qurban dan aqiqah atau tidak memperbolehkan seseorang ber qurban sebelum diaqiqah. Dapat disimpulkan pula bahwa di antara keduanya tidak terdapat sebab akibat yang saling memengaruhi. Sederhananya, aqiqah tidak menjadi syarat untuk boleh berqurban atau sebaliknya. Jadi tidak masalah untuk ber qurban meski belum di aqiqah.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain