fbpx
Inilah Hikmah Melaksanakan Ibadah Aqiqah

Inilah Hikmah Melaksanakan Ibadah Aqiqah

Secara bahasa aqiqah artinya memutus atau memotong, sedangkan menurut istilah aqiqah merupakan penyembelihan hewan kambing untuk bayi yang baru lahir. Para ulama menyatakan bahwa hukum melakukan aqiqah adalah sunnah muakad atau sunnah yang jika dikerjakan akan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan tidak akan mendapat dosa. Namun, ibadah ini dianjurkan dalam syari’at Islam.

Sejalan dengan pemaparan tersebut, Ustad Ihsan Ibnu Hasan juga menyampaikan bahwa aqiqah merupakan suatu tanda syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah berupa seorang anak. Aqiqah juga menjadi salah satu sarana memanjatkan permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa menjaga dan melindungi bayi tersebut, hikmah melaksanakan ibadah aqiqah.

Selain menjadi washilah untuk memanjatkan permohonan, ibadah aqiqah juga menjadi tebusan bagi anak untuk mendatangkan syafaat pada kedua orang tuanya. Hal ini serupa dengan apa yang dikatakan oleh Imam Ahmad “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orangtuanya (dengan aqiqah)”.

Baca Juga Artikel : Aturan Membagi Daging Aqiqah Menurut Syari’at Islam

Tak hanya itu, Rasulullah bahkan pernah bersabda “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pda hari ke tujuh kelahirannya dan dicukur rambut kepalanya, kemudian diberi nama pada hari itu.”, hikmah melaksanakan ibadah aqiqah

Sementara hadits lain menyatakan “Dari Salman bin Amr ad-dhabi: Sesungguhnya anak itu di aqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit dari padanya (dengan mencukurnya),” (HR. Bukhari).

Aqiqah juga menjadi salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah senantiasa melakukan ibadah aqiqah ketika dikaruniai seorang anak. Beberapa ulama sepakat bahwa ibadah sunnah ini dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh sejak kelahiran bayi, hikmah melaksanakan ibadah aqiqah

Pendapat tersebut didasarkan pada hadits dari Samuroh bin Jundub. Meski begitu, sebagian ulama lainnya menyatakan bahwa pelaksanaan aqiqah dapat dilakukan pada hari keempat belas atau hari ke dua puluh satu. Kesepakatan ini didasarkan pada hadits dari A’isyah r.a. dalam kitab Al-Mustadrok Nomor 7595 yang sudah dishahihkan oleh Imam Hakim dan Imam Adzahabi.

Demikianlah hikmah melakukan ibadah sunnah aqiqah terhadap bayi yang baru lahir. Meski dihukumi sunnah, pelaksanakan aqiqah di Indonesia sudah melekat di kalangan masyarakat muslim.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Syarat dan Alur Pembuatan Akta Kelahiran Anak

Syarat dan Alur Pembuatan Akta Kelahiran Anak

Akta kelahiran merupakan salah satu surat penting yang sering digunakan dalam kehidupan bernegara. Hal ini berlaku karena pencatatan identitas anak dilakukan melalui penerbitan akta kelahiran. Surat ini juga menjadi tameng yang melindungi identitas anak itu sendiri. Maraknya perdagangan anak membuat akta kelahiran menjadi semakin penting.

Hal ini tentu harus mendapatkan perhatian khusus dari para orang tua. Maka, setelah anak lahir, hendaknya pengurusan akta kelahiran segera dilakukan. Jika Anda belum mengetahui persyaratan pengajuan pembuatan akta kelahiran, simak rangkuman berikut ini.

Dokumen persyaratan :

a. Formulir Surat Keterangan Kelahiran Model F-2.01

b. Fotocopy Kartu Keluarga.

c. Fotocopy Buku Nikah / Akta Nikah.

d. Fotocopy Ijazah.

e. Fotocopy Akta Perceraian bagi orang tua yang telah resmi bercerai

f. Fotocopy KTP-el Orang Tua.

g. Fotocopy KTP-el 2 (Dua) orang saksi.

h. Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter/Bidan Penolong

Baca Juga Artikel : Istilah-istilah Kehamilan dan Persalinan dalam International Classification of Disease (ICD) 10

Alur pengajuan pengurusan akta kelahiran baru :

1. Mengambil nomor antrian untuk mengajukan pengurusan akta kelahiran baru

2. Menyerahkan berkas permohonan yang lengkap ke loket pelayanan.

3. Petugas akan menerima berkas dan memeriksa kelengkapannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

4. Petugas akan mencatat informasi berdasarkan berkas yang diserahkan pada buku pendaftaran akta kelahiran.

5. Berkas akan diserahkan pada operator untuk proses penerbitan kutipan akta kelahiran serta register akta kelahiran.

6. Proses verifikasi, validasi permohonan, konsep register dan akta kelahiran dilakukan pada tahap ini termasuk pemberian paraf koordinasi dari Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian.

7. Proses verifikasi, validasi permohonan, konsep register dan akta kelahiran, serta pemberian paraf koordinasi oleh Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil.

8. Akta kelahiran akan ditandatangani oleh Kepala Dinas setempat setelah diverifikasi oleh Kepala Seksi dan Kepala Bidang

9. Akta kelahiran diberi stempel oleh petugas

10. Pemohon dapat menerima akta kelahiran yang telah diajukan

Setiap daerah memiliki regulasi dan prosedur yang hampir serupa, namun Anda tetap harus memastikan kembali apa saja persyaratan pengajuan pembuatan akta kelahiran baru beserta alur yang sesuai dengan ketentuan daerah Anda.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Aturan Membagi Daging Aqiqah Menurut Syari’at Islam

Aturan Membagi Daging Aqiqah Menurut Syari’at Islam

Urusan pembagian daging aqiqah memiliki tata cara atau hukum yang harus diketahui oleh seorang muslim. Aisyah RA pernah menyatakan perihal gambaran pembagian daging aqiqah dalah sebuah hadits yang telah diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi.

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing bagi anak laki-laki dan satu ekor kambing bagi anak perempuan. Dagingnya dimasak tanpa mematahkan tulang. Kemudian dimakan (oleh keluarganya) dan juga disedekahkan pada hari ketujuh.”

Berdasarkan hadits tersebut daging aqiqah dapat dimakan oleh keluarga yang memiliki hajat namun sebagiannya disedekahkan pada hari ketujuh. Sama halnya dengan hadits di atas, di dalam kitab Minhajul Muslim milik Syaikh Jabir Al Jaza’iri juga terdapat keterangan bahwa daging aqiqah bisa dinikmati oleh ahlul bait, kemudian disedekahkan atau dihadiahkan.

Adapun terkait cara pembagiannya, terdapat sedikit perbedaan antar ulama. Sebagian menyatakan bahwa tatacara pembagian daging aqiqah hampir sama dengan tatacara pembagian daging qurban dimana keluarga boleh memakan daging tersebut dan juga menyedekahkan kepada fakir miskin dan tetangga.

Para ulama juga bersepakat bahwa waktu pembagian daging aqiqah tidak harus bertepatan dengan waktu penyembelihan.

Baca Juga Artikel : Bolehkah Berqurban Jika Belum Pernah Diaqiqah?

Sementara untuk Aturan dan tatacara membagi daging aqiqah, para ulama menjelaskan bahwa syariat memberikan kelonggaran. Dalam arti tidak harus bertepatan dengan waktu penyembelihan. Sebagaimana qurban, penyembelihannya dilakukan pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu idul adha dan hari tasyriq, sementara distribusi dagingnya boleh menyusul.

As-Syafi’i menjelaskan bahwa tatacara membagi daging aqiqah sama halnya dengan hukum makan, dihadiahkan dan disedekahkan yang artinya serupa dengan aturan pembagian daging qurban. Bahkan Ibnu Sirin mengatakan “Tangani dagingnya sesuai dengan apa yang Anda inginkan.” Aturan pembagian daging aqiqah

Beliau juga menambahkan bahwa yang paling mendekati adalah aqiqah yang diqiyaskan dengan qurban karena aqiqah bukanlah ibadah wajib. Karena aqiqah sama seperti qurban berdasarkan kriteria hewannya baik usia, batasan hingga syarat-syaratnya, maka tata cara pembagiannya pun sama seperti hewan qurban. (al-Mughni, 9/463)

Berdasarkan pemaparan di atas, maka jelaslah bahwa pembagian daging aqiqah tidak berbeda dengan pembagian daging qurban. Adapun tujuan utama dari pembagian daging aqiqah adalah sebagai bentuk rasa syukur.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Istilah-istilah Kehamilan dan Persalinan dalam International Classification of Disease (ICD) 10

Istilah-istilah Kehamilan dan Persalinan dalam International Classification of Disease (ICD) 10

Diagnosa kehamilan kerap menggunakan istilah-istilah yang kurang dipahami oleh para ibu. Pregnancy, laborm puerpural maupun istilah lainnya bukan sesuatu yang umum atau sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah rangkuman singkat tentang beberapa istilah berdasarkan International Classification of Disease atau ICD 10.

Antepartum

Secara etimologi Ante berarti sebelum sedangkan parere artinya melahirkan. Antepartum memiliki arti yang sama dengan prenatal. Periode ini biasanya dimulai pada minggu ke 24 atau minggu ke 26 hingga masa kelahiran dalam istilah kehamilan persalinan ICD

Pregnancy

Istilah yang satu ini mungkin lebih familiar. Pregnancy atau kehamilan juga dikenal sebagai graviditas yakni jumlah keseluruhan kehamilan pada seorang pasien. Biasanya ini berlangsung selama 40 minggu dari periode menstruasi terakhir dan selesai pada saat melahirkan. istilah kehamilan persalinan ICD

Prenatal Antenatal

Istilah ini menggambarkan masa perkembangan janin dimana embrio manusia berkembang selama masa kehamilan sejak mengalami pembuahan hingga kelahiran.

Preterm

Istilah prematur sering kita jumpai, di dunia medis, preterm merupakan istilah yang digunakan untuk kelahiran bayi prematur yang terjadi ketika usia kehamilan kurang dari 37 minggu dalam istilah kehamilan persalinan ICD

Baca Juga Artikel : 5 Doa dan Ucapan Untuk Bayi yang Baru Lahir

Postterm

Berbanding terbalik dengan preterm, postterm adalah kondisi dimana bayi justru belum lahir setelah usia kehamilan ibu mencapai 42 minggu.

Childbirth Labour Delivery Partus

Childbirth atau melahirkan juga dikenal dengan labour, delivery, birth, partus atau parturition di dunia medis. Inilah puncak dari masa kehamilan dimana seorang bayi akan keluar dari rahim ibunya.

Sponaneus Labour

Istilah ini diperuntukkan bagi proses kelahiran yang berlangsung tanpa intervensi ahli seperti dokter kandungan atau tindakan medis seperti operasi.

Puerpural Postpartum Postnatal

Puerpural postpartum postnatal adalah sebuah periode yang dimulai setelaah kelahiran bayi kurang lebih dalam waktu sekitar 6 minggu pasca melahirkan atau lebih dikenal dengan istilah nifas.

Perinatal

Berdasarkan bahasa Yunani, peri artinya tentang, sekitar sedangkan nasci berarti dilahirkan. Maka perinatal merupakan periode menjelang kelahiran hingga sesudah kelahiran. Periode ini dimulai sejak usia kehamilan mencapai 22 minggu hingga 7 hari pasca kelahiran.

Fetus

Fetus merupakan istilah lain dari janin saat masih berada pada masa prenatal sejak embrio hingga masa kelahiran.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Bolehkah Berqurban Jika Belum Pernah Diaqiqah?

Bolehkah Berqurban Jika Belum Pernah Diaqiqah?

Bolehkah ber qurban jika belum pernah di aqiqah?

Pertanyaan tersebut kerap muncul di benak, terutama saat hendak melaksanakan ibadah qurban. Sebelum beralih kepada kesimpulan, sebaiknya kita simak terlebih dahulu dasar-dasar aqiqah dan qurban berikut ini.

Ibnul Mundzir rahimahullah pernah membahas mengenai aqiqah sebagaimana pernyataan ini “Orang-orang ‘aqlaniyyun mengingkari sunnah aqiqah karena mengukur kebenaran dengan menggunakan akalnya saja. pendapat mereka jelas menyimpang dari hadist-hadits yang tsabit atau shahih dari Rasulullah dengan dalih yang lebih lemah dari sarang laba-laba.” Pernyataan tersebut sesuai dengan apa yang tercantum adalah kitab Tuhfatul Maudud halaman 20 milik Ibnu Qayyim al-Jauziyah.

Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Aqiqah dilaksanakan karena adanya kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkan semua gangguan darinya.” Pernyataan ini diriwayatkan oleh Bukhari dan dapat pula ditemukan dalam kitab Fathul Bari.

Baca Juga Artikel : Rangkaian Doa-doa Saat Melaksanakan Aqiqah

Sedangkan dalil berqurban tercantum dalam QS. Al-Kautsar ayat 1 hingga 2 dengan arti “Sesungguhnya kami telah memberikan karunia yang sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” Lebih lengkap lagi, QS. Al-Hajj ayat 36 hingga 37 menggambarkan bahwa berqurban merupakan wujud dari ketakwaan seorang muslim, berikut terjemah dari ayat tersebut :

“Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging-daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

Dalil lainnya terdapat dalam QS. Al An’am ayat 162 hingga 163 yang artinya “Katakanlah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang pertama – tama menyerahkan diri (kepada Allah).”

Berdasarkan dalil-dalil di atas, tidak ada yang mengaitkan antara qurban dan aqiqah atau tidak memperbolehkan seseorang ber qurban sebelum diaqiqah. Dapat disimpulkan pula bahwa di antara keduanya tidak terdapat sebab akibat yang saling memengaruhi. Sederhananya, aqiqah tidak menjadi syarat untuk boleh berqurban atau sebaliknya. Jadi tidak masalah untuk ber qurban meski belum di aqiqah.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

5 Doa dan Ucapan Untuk Bayi yang Baru Lahir

5 Doa dan Ucapan Untuk Bayi yang Baru Lahir

Kelahiran selalu disambut dengan penuh suka cita. Maka, kerap kali keluarga, sanak saudara, kerabat terdekat dan para tetangga memberikan ucapan selamat diiringi doa atas kelahiran seorang anak. Berikut ini adalah 5 doa dan ucapan yang baik :

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Barakallahu laka filmauhuubi laka wa syakartal waahib wa balagho asyuddahu wa ruziqta birrohu.

Artinya: “Semoga Allah memberkahi untukmu anak yang diberikan kepadamu. Semoga engkau pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta engkau dikaruniai kebaikannya.”

Baca Juga Artikel : 3 Doa yang Dapat Dibaca Untuk Melancarkan Proses Persalinan

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ

Barakallahu laka wabaaraka ‘alaika

Artinya: “Semoga Allah memberi berkah kepadamu, dan semoga Allah memberi berkah atasmu.”

Ucapan ini sangat umum diberikan yakni mendoakan agar sang anak mendapat berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، رَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، اَجْزَلَ اللهُ ثَوَابَك

Jazaa kallahu khairan, razaqkallaahu mitslahu, ajzalallaahu tsawaabaka

Artinya: “Semoga Allah membalas kebaikanmu; semoga Allah memberi rizki kepadamu seperti dia (bayi); semoga Allah melipat kan pahalamu.”

Doa ini mengandung harapan agar Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan rezeki sebagaimana anak tersebut.

شَكَرْتَ الْوَاهِبَ وَبُوْرِكَ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ وَبَلَغَ أَشُدَّهُ وَرَزَقْتَ بِرَّهُ

Syakartal waa hiba wa buurikalaka filmauhuubi wa balagho asyuddahu wa rozaqtabirrohu

Artinya: “Semoga kamu senantiasa bersyukur kepada Sang Pemberi (Allah), dan diberkahi dengan anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga cepat besar dan dewasa, dan engkau diberi rezeki dengan patuh-baktinya.”

Seseorang yang memberikan ucapan ini mengharapkan anak yang dikunjungi dapat hidup dengan rasa syukur dan tumbuh dewasa dengan rezeki yang melimpah, ucapan doa bayi lahir.

جَعَلَهُ اللَّهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Ja’alalahu mubaarokan ‘alaika wa ‘alaa ammati muhammadin shollallahu ‘alaihi wasallam

Artinya: “Semoga Allah menjadikan berkah karunia yang diberikan kepadamu dan kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Hampir serupa dengan do’a lainnya, ucapan ini juga mengharapkan sang anak memeroleh keberkahan sebagai umat Rasulullah SAW. ucapan doa bayi lahir

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

3 Do’a yang Dapat Dibaca Untuk Melancarkan Proses Persalinan

3 Do’a yang Dapat Dibaca Untuk Melancarkan Proses Persalinan

Melewati proses persalinan tentu bukan upaya yang mudah. Maka segala persiapkan dilakukan untuk melancarkan proses melahirkan. Di sisi lain, do’a adalah faktor penting yang juga memberikan pengaruh sebagai wujud sikap tawakkal kepada Allah swt.

Nah, bagi para bunda yang sudah mendekati waktu melahirkan, berikut ini merupakan ulasan singkat ayat Al-Qur’an yang dapat menjadi do’a agar persalinan berjalan lancar doa melancarkan proses persalinan

QS. Fathir: 11

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ اَزْوَاجًا ۗ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖ ۗ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖٓ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ

Wallaahu khalaqakum min turaabin tsumma min nuthfatin tsumma ja’alakum azwaajan wamaa tahmilu min untsaa walaa tadha’u illaa bi’ilmihi wamaa yu’ammaru min mu’ammarin walaa yunqashu min ‘umurihi illaa fii kitaabin inna dzaalika ‘alaa allaahi yasiirun

Artinya: “Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.”

Baca Juga Artikel : Hakikat Niat dalam Melaksanakan Aqiqah

QS. An-Nahl: 78

وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Wallāhu akhrajakum mim buṭụni ummahātikum lā ta’lamụna syai`aw wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abṣāra wal-af`idata la’allakum tasykurụn

Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” doa melancarkan proses persalinan

QS. Ar-Ra’d: 8

ٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ وَمَا تَغِيضُ ٱلْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۖ وَكُلُّ شَىْءٍ عِندَهُۥ بِمِقْدَارٍ

Allāhu ya’lamu mā taḥmilu kullu unṡā wa mā tagīḍul-ar-ḥāmu wa mā tazdād, wa kullu syai`in ‘indahụ bimiqdār.

Artinya: “Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.” doa melancarkan proses persalinan

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Rangkaian Doa-doa Saat Melaksanakan Aqiqah

Rangkaian Doa-doa Saat Melaksanakan Aqiqah

ada beberapa rangkaian saat melaksanakan , salah satunya dengan doa kami telaha merangkum rangkaian doa – doa dalam melaksanakan aqiqah.

Do’a yang Dibaca Saat Memotong Hewan Aqiqah

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ

Artinya : “Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya … (Lafalkan Nama Bayi).”

Do’a yang Dibaca Saat Mencukur Rambut Bayi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللّٰهُمَّ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ، اَللّٰهُمَّ سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya : “Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasulullah SAW, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Baca Juga Artikel : Hakikat Niat dalam Melaksanakan Aqiqah

Do’a yang Dibaca Saat Meniup Ubun-ubun Bayi

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّ يَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”

Do’a Walimatul Aqiqah

اَللّٰهُمَّ احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَاعَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَ إِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَاتَجْعَلْنَا وَ إِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَالظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ

Artinya : “Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Hakikat Niat dalam Melaksanakan Aqiqah

Hakikat Niat dalam Melaksanakan Aqiqah

Di dalam syariat Islam, melaksanakan aqiqah merupakan sebuah ibadah. Tentunya untuk mengikuti ajaran tersebut memerlukan niat. Lalu bagaimanakah hakikat niat dalam melaksanakan aqiqah? Apakah harus menggunakan bahasa Arab? Atau diperbolehkan menggunakan bahasa yang dikuasai?

Untuk sebuah niat, dalam hal ini niat untuk melaksanakan aqiqah perkara bahasa niat tidak dipermasalahkan. Tidak ada larangan untuk menggunakan bahasa selain bahasa Arab. Namun, tetap memiliki patokan terkait adab-adab meniatkan suatu ibadah yang tidak dapat diucap sembarangan melainkan harus dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh.

Meski begitu, terdapat pendapat lain yang menyatakan bahwa melafalkan niat dalam bahasa Arab lebih diutamakan. Di sisi lain, banyak pula yang kurang memahami makna dari apa yang dibaca, dalam hal ini niat untuk aqiqah karena bahasanya. Aqiqah merupakan ibadah yang dihukumi sunnah muakkad yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh mulai dari niat hingga pelaksanaannya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam agama Islam, niat merupakan salah satu rukun ibadah yang penting seperti apa yang pernah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Bukhari bahwasanya segala amal ibadah bergantung pada niatnya dan kita bisa mendapatkan sesuatu berdasarkan apa yang diniatkan.

Baca Juga Artikel : Hukum Aqiqah Sesuai Syariat Islam

Dari pernyataan tersebut, maka jelaslah bahwa hakikat niat memiliki keutamaan dalam sebuah ibadah, termasuk ibadah aqiqah. Saat hendak menyembelih binatang untuk ibadah aqiqah disunnahkan untuk membaca

بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan

Artinya: “Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dariMu dan untukMu. Ini adalah aqiqoh (sebutkan nama bayi yang diaqiqahi).”

Pada bagian akhir niat dianjurkan untuk menyebutkan bagi siapa aqiqah tersebut dilakukan. Namun, berdasarkan pernyataan Ibnul Mundzir jika seseorang hanya mengucap bismillah tanpa melafalkan niat saat hendak menyembelih binatang aqiqah, hal itu sudah mencukupi niat ibadah aqiqah (Tuhaftul Mauduud fii Ahkamil Maulud (1/93)).

Maka dapat dikatakan bahwa mengucap basmalah dan niat tanpa mengikutsertakan bagi siapa aqiqah tersebut diberikan sudah memenuhi rukun niat. Itulah sedikit ulasan mengenai hakikat niat dalam ibadah aqiqah.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

3 Tanda Waktu Melahirkan Tinggal Beberapa Jam

3 Tanda Waktu Melahirkan Tinggal Beberapa Jam

Pada trimester terakhir kehamilan, biasanya Ibu mulai aktif mencari informasi seputar tanda-tanda atau gejala yang terjadi sebelum melahirkan. Setidaknya ada 3 tanda spesifik yang terjadi pada Ibu beberapa jam sebelum waktu melahirkan tiba. Berikut ini adalah sajian singkat tentang gejala sebelum melahirkan atau tanda Waktu Melahirkan Tinggal Beberapa :

Warna dan Konsistensi Cairan Keputihan Mengalami Perubahan

Beberapa jam bahkan hari sebelum persalinan, Ibu akan mendapati peningkatan warna dan konsistensi cairan keputihan yang keluar. Warnanya menjadi lebih pekat dan konsistensinya semakin kental bahkan bergumpal dengan sedikit bercak darah.

Hal ini menjadi tanda bahwa persalinan memang sudah dekat. Jika tidak terdapat kontraksi sekitar 3 hingga 4 sentimeter, persalinan mungkin akan tiba dalam beberapa hari kedepan. Namun, di situasi seperti ini, Ibu sudah harus siap ya! Waktu Melahirkan Tinggal Beberapa jam

Lebih Sering Mengalami Kontraksi

Hal ini sudah jelas akan terjadi karena waktu kelahiran sudah di depan mata. Ketika sudah hampir tiba waktu keluarnya bayi, akan terjadi kontraksi dengan intensitas yang lebih tinggi. Jika Ibu aktif beraktivitas kontraksi menjadi lebih kuat dan tidak mengendur atau mereda. Selain itu kontraksi juga tidak hilang karena perubahan posisi.

Nyeri terjadi di punggung hingga perut bagian bawah, bahkan merambat ke bagian kaki. Pada fase ini, kontraksi terasa lebih sering dan lebih menyakitkan.

Baca Juga Artikel : Tanda-tanda Melahirkan Menjelang HPL

Pecahnya Air Ketuban

Pecahnya air ketuban menjadi salah satu indikator paling meyakinkan bahwa waktu melahirkan benar-benar sudah dekat. Meski terasa meyakinkan, sangat penting untuk mengidentifikasi gejala spesifik lainnya. Jangan lupa pula untuk tetap berkomunikasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan dukungan baik secara fisik maupun psikologis.

Beberapa tanda spesifik di atas kerap menjadi acuan untuk mengidentifikasi kondisi tubuh sebelum melahirkan. Tentunya, selain siap secara fisik, Ibu juga perlu menyiapkan respon psikologis sebelum persalinan benar-benar tiba.

Maka, sangat penting untuk memahami tanda-tanda yang akan muncul sebelum melahirkan. Hal ini juga diperlukan guna memperkuat kesiapan Ibu secara psikologis. Tetap jaga kesehatan dan perkaya pengetahuan untuk mempersiapkan hari kelahiran yang sudah dinanti-nanti.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain