aturan pembagian daging aqiqah

Aturan Membagi Daging Aqiqah Menurut Syari’at Islam

Urusan pembagian daging aqiqah memiliki tata cara atau hukum yang harus diketahui oleh seorang muslim. Aisyah RA pernah menyatakan perihal gambaran pembagian daging aqiqah dalah sebuah hadits yang telah diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi.

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing bagi anak laki-laki dan satu ekor kambing bagi anak perempuan. Dagingnya dimasak tanpa mematahkan tulang. Kemudian dimakan (oleh keluarganya) dan juga disedekahkan pada hari ketujuh.”

Berdasarkan hadits tersebut daging aqiqah dapat dimakan oleh keluarga yang memiliki hajat namun sebagiannya disedekahkan pada hari ketujuh. Sama halnya dengan hadits di atas, di dalam kitab Minhajul Muslim milik Syaikh Jabir Al Jaza’iri juga terdapat keterangan bahwa daging aqiqah bisa dinikmati oleh ahlul bait, kemudian disedekahkan atau dihadiahkan.

Adapun terkait cara pembagiannya, terdapat sedikit perbedaan antar ulama. Sebagian menyatakan bahwa tatacara pembagian daging aqiqah hampir sama dengan tatacara pembagian daging qurban dimana keluarga boleh memakan daging tersebut dan juga menyedekahkan kepada fakir miskin dan tetangga.

Para ulama juga bersepakat bahwa waktu pembagian daging aqiqah tidak harus bertepatan dengan waktu penyembelihan.

Baca Juga Artikel : Bolehkah Berqurban Jika Belum Pernah Diaqiqah?

Sementara untuk Aturan dan tatacara membagi daging aqiqah, para ulama menjelaskan bahwa syariat memberikan kelonggaran. Dalam arti tidak harus bertepatan dengan waktu penyembelihan. Sebagaimana qurban, penyembelihannya dilakukan pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu idul adha dan hari tasyriq, sementara distribusi dagingnya boleh menyusul.

As-Syafi’i menjelaskan bahwa tatacara membagi daging aqiqah sama halnya dengan hukum makan, dihadiahkan dan disedekahkan yang artinya serupa dengan aturan pembagian daging qurban. Bahkan Ibnu Sirin mengatakan “Tangani dagingnya sesuai dengan apa yang Anda inginkan.” Aturan pembagian daging aqiqah

Beliau juga menambahkan bahwa yang paling mendekati adalah aqiqah yang diqiyaskan dengan qurban karena aqiqah bukanlah ibadah wajib. Karena aqiqah sama seperti qurban berdasarkan kriteria hewannya baik usia, batasan hingga syarat-syaratnya, maka tata cara pembagiannya pun sama seperti hewan qurban. (al-Mughni, 9/463)

Berdasarkan pemaparan di atas, maka jelaslah bahwa pembagian daging aqiqah tidak berbeda dengan pembagian daging qurban. Adapun tujuan utama dari pembagian daging aqiqah adalah sebagai bentuk rasa syukur.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *