Bolehkah Ibu Hamil Memakai Baju Ketat?

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Baju Ketat?

Banyak orang percaya pakai baju ketat bisa membuat adik bayi dalam kandungan terhimpit, bahkan sampai keguguran, benarkah hal tersebut?

Faktanya belum pernah terjadi kasus seperti itu, namun beberapa risiko dapat dialami ibu hamil saat mengenakan baju ketat, berikut ulasannya :

  1. Memicu maag (heartburn)
    Hindari memakai baju yang terlalu ketat, terutama di daerah perut dan pinggang. Pasalnya, proses pencernaan ibu hamil lebih lambat dari orang-orang pada umumnya. Kalau makanan yang menumpuk di lambung dan belum selesai dicerna ditekan dari luar, asam lambung dan makanan tersebut bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan maag.
  2. Menghambat aliran darah
    Pada saat kehamilan, ibu dan bayi membutuhkan suplai darah yang lebih banyak dan lancar. Maka, volume darah dalam tubuh ibu hamil pun meningkat kira-kira hingga 50% dari orang biasa. Pakaian yang terlalu ketat bisa menghambat aliran darah tersebut. Jantung pun harus bekerja lebih keras lagi untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Belum lagi karena aliran darah tidak lancar, Anda mungkin jadi lebih sering kesemutan.
  3. Infeksi ragi vagina
    Hati-hati kalau Anda pakai legging, celana jins ketat, atau pakaian dalam yang sesak. Ibu hamil biasanya memproduksi cairan vagina lebih banyak. Area kewanitaan Anda pun jadi lebih lembap. Kalau tidak ada sirkulasi udara di area tersebut, bakteri dan ragi akan berkembang biak dengan pesat. Hal ini berisiko menyebabkan infeksi ragi vagina.
  4. Nyeri punggung, kaki, dan dada
    Jika selama ini Anda mengalami nyeri di bagian-bagian tubuh seperti punggung, kaki, dada, dan perut, mungkin karena Anda masih sering pakai baju ketat saat hamil. Baju yang ketat akan menghambat aliran darah dan menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *