Makna Mimpi Melahirkan Bayi Kembar

Makna Mimpi Melahirkan Bayi Kembar

Makna Mimpi Melahirkan Bayi Kembar dapat menghampiri siapa saja, ada berbagai macam mimpi yang bisa hinggap saat kita sedang terlelap. Kejadian-kejadian di dalam mimpi dapat memuat alur cerita yang umum. Namun, tak jarang kita memimpikan pengalaman-pengalaman yang tidak biasa seperti mimpi melahirkan bayi kembar.

Meski sebagian percaya bahwa mimpi hanyalah hiasan tidur, namun makna mimpi kerap dicari karena dipercaya sebagai suatu pertanda. Berikut ini merupakan makna mimpi melahirkan bayi kembar :

Makna Melahirkan Bayi Kembar Laki-laki

Memimpikan kelahiran bayi laki-laki yang dialami sendiri merupakan sebuah pertanda baik. Pasalnya, makna dari pengalaman dalam mimpi tersebut dapat menjadi pertanda bahwa Anda akan segera bisa mewujudkan impian yang didambakan.

Makna Melahirkan Bayi Kembar Perempuan

Tak berbeda halnya dengan makna melahirkan bayi kembar laki-laki, memimpikan pengalaman melahirkan bayi kembar perempuan juga menjadi pertanda baik dimana Anda akan mengemban sebuah tanggung jawab yang meningkatkan kompetensi.

Makna Mimpi Menurut Islam

Makna Mimpi Hamil dalam Islam

makna mimpi hamil dalam islam, Mimpi kerap dianggap sebagai bunga tidur. Namun, tak sedikit pula yang menganggap beberapa mimpi memiliki makna khusus. Seperti halnya memimpikan diri sedang dalam keadaan hamil. Lalu bagaimanakah melihat hal ini dalam sudut pandang agama Islam?

Sebelum mengulas makna mimpi hamil dalam perspektif Islam, terlebih dahulu kita perlu memahami beberapa kategori mimpi itu sendiri. Sedikitnya ada 3 kategori yakni mimpi yang diberikan oleh Allah swt atau al-rukyah minallah yang sudah pasti bermakna dan benar.

Kategori kedua yakni mimpi yang merupakan campur tangan setan atau al-rukyah minasy syaithan. Mimpi-mimpi yang berasal dari setan biasanya berisi hal-hal menyeramkan yang tidak diinginkan. Sedangkan kategori yang ketiga yakni mimpi yang asalnya dari pemikiran diri sendiri. Tak jarang apa yang terjadi di waktu sadar terbawa hingga ke alam mimpi.

mengajari anak selama ramadhan

Mengajari Anak Mama tentang 7 Makna Penting Puasa Ramadan

Mengajari anak mama tentang 7 makna penting puasa ramadhan, ayo optimalkan bunda, Bulan Ramadhan segera datang. Apakah Mama sudah mempersiapkan anak mama untuk mulai berpuasa dan menjalankan ibadah?

Ramadan bukan hanya latihan berpuasa menahan lapar dan dahaga di siang hari atau bangun untuk makan sebelum tibanya waktu imsak. Ramadan juga bukan soal Mama bangun lebih awal untuk menyiapkan makanan sahur dan menyiapkan hidangan berbuka sebelum azan magrib.

Ramadan tidak hanya sekedar hal-hal yang disebutkan di atas, melainkan kesempatan untuk menaikkan nilai spiritualitas dalam sebuah penuh dengan melakukan puasa dan hal-hal baik lainnya.

Karena itu, Mama bisa mengajarkan si Anak untuk memahami ibadah puasa Ramadan sejak ia mulai berpuasa. Berikut ini Popmama.com rangkum bagaimana mengajari anak mama tentang makna puasa Ramadan.

1. Puasa akan memperkuat iman dan keyakinan

 Bulan puasa Ramadan berlangsung selama 29 hingga 30 hari. Semua umat muslim harus menahan diri dari makan dan minum, dari fajar hingga terbenamnya matahari. 

Selama menjalani puasa Ramadan, umat muslim dianjurkan untuk meningkatkan pembacaan Alquran dan melakukan ibadah sunah lainnya. Dengan begitu, anak mama bisa semakin menguatkan keyakinannya dan mengisi waktu kosong di sela-sela aktivitasnya dengan meningkatkan ibadahnya.

2. Berpuasa adalah waktu untuk saling berbagi

ketika anak Mama sudah memasuki fase pubertas, maka puasa Ramadan menjadi hal yang wajib. Kecuali, orang-orang yang mengidap penyakit kronis, mental, atau fisik tidak diwajibkan menjalani puasa ini.

Pada bulan Ramadan ini, ajarilah anak untuk saling berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan, Ma. Misalnya, memberikan makanan kepada orang yang tidak mampu atau memberikan sedekah. Hal ini baik bagi perkembangan anak agar menjadi pribadi yang ringan tangan, Ma.

3. Puasa melatih mengontrol diri

selain menahan lapar dan dahaga, tantangan lain dari ibadah puasa adalah bagaimana menghindari perkataan yang buruk, tidak sabar, dan berperilaku buruk. 

handphone dan anak

12 Cara Menghilangkan anak kecanduan gadget

Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? Kemana pun pergi gadget selalu dibawa, apa pun yang ada selalu bisa diakses dengan gadget.

Sehingga tak heran jika anak-anak masa kini pun sudah mulai kenal yang namanya gadget ini. Tidak hanya itu saja, melainkan banyak anak yang sudah kecanduan untuk memakai gadget untuk keperluan berbagai hal.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tentu tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya. Hal itu sangat tidak baik untuk perkembangan pemikiran anak kedepannya, karena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Banyak hal memang yang bisa dipelajari untuk anak dari gadget, seperti hafalan doa-doa, lagu anak-anak, permainan yang moderen untuk anak, dan satu lagi melatih anak supaya mengenal teknologi baru serta tidak gaptek.

Tetapi, perlu orang tua ketahui bahwa dalam gadget tersebut terdapat hal-hal yang negatif yang tentunya tidak baik jika anak terlalu lama dibiarkan bermain gadget. Terlebih jika dia sudah kecanduan, maka akan semakin sulit untuk diatasi karena gadget sudah merupakan teman baginya.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget, maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkannya. Sebab itu sangat tidak baik untuk kemajuan cara berpikir anak.

Sedangkan kita tahu bahwa anak adalah aset yang harus dijaga karena merupakan titipan dari Tuhan. Untuk anda yang mungkin sedang mengalami permasalahan tentang anak yang kecanduan gadget, maka berikut ini adalah tips untuk menghilangkan kecanduan tersebut.

10 CARA MENGHILANGKAN ANAK KECANDUAN GADGET

Jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negatif karena kemana pun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa. Selain itu, saking asiknya bermain gadget maka anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman, dan akan malas untuk pergi ke sekolah.

Mengapa tidak? Dalam gadget ada banyak hal yang membuat anak anda merasa betah, apalagi jika sudah banyak game-game yang seru, tentu mereka akan lebih memilih duduk di rumah bermain gadget. Tentu anda tidak mau stres karena anak anda kecanduan gadget bukan? Maka lakukanlah tips berikut ini.

1. BERIKAN BATASAN WAKTU KEPADA ANAK

Anda bisa memberikan batasan waktu kepada anak anda untuk bermain gadget. Anda dalam hal ini harus tegas dan jangan membiarkan anak anda terlalu asik bermain gadget. Apabila anda membiarkan anak anda, maka yang ada akan semakin kecanduan, terlebih lagi jika gadget yang anda berikan mendukung banyak game-game dan fitur-fitur lain yang mumpuni. Maka anak anda akan sulit untuk terlepas dari gadget tersebut.

2. BERIKANLAH MAINAN ALTERNATIF

Berikanlah mainan alternatif seperti boneka atau mobil-mobilan. Pada dasarnya cara ini kurang efektif, tetapi setidaknya anak anda masih memiliki beberapa pilihan mainan yang bisa untuk dimainkan. Selain itu, jika anda memang melihat banyak kawan di luar rumah, biarkanlah dia bermain dengan mereka asalkan tidak berbahaya.

7 cara mendidik anak dari harvard

7 Panduan Parenting dari Harvard University

Panduan Parenting dari Harvard University- Memiliki anak yang berkepribadian baik, sopan, pengertian, dan peduli merupakan impian setiap orang tua. Agar anak menjadi pribadi yang baik, diperlukan bimbingan orang tua dalam masa-masa awal kehidupan mereka.

Salah satu universitas tertua dan terbaik di dunia, Harvard University mengeluarkan panduan mendidik anak menjadi pribadi yang baik. Panduan dibuat berdasarkan hasil studi pengembangan manusia.

Berikut 7 panduan mendidik anak menjadi pribadi yang baik dari Harvard University.

1. Habiskan waktu bersama
Habiskan waktu bersama dengan anak secara teratur. Di saat yang sama, cobalah kembangkan percakapan-percakapan yang bermakna dengan anak.

Menghabiskan waktu bersama secara teratur akan membuat anak belajar untuk peduli dan mencintai. Tunjukkan kasih sayang, perhatian yang tulus, kegiatan yang mendorong, dan memuji prestasi atau capaian anak.

Ajukan pula pertanyaan terbuka agar tercipta percakapan yang berarti. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat anak meniru dan menerapkannya saat bersama orang lain.

2. Jadi teladan dan mentor
Anak akan menghargai apa yang diperintahkan kepada mereka, jika mereka melihat Anda melakukan hal yang sama. Jadi, perhatikan baik-baik cara Anda mempraktikan nilai-nilai seperti kejujuran dan kerendahan hati, agar anak mengikutinya.

Lihat juga: Hamil Dan Ramadan, Fase Terbaik Tanamkan Nilai Islam Pada Janin Dalam Kandungan

Beri tahu anak ketika Anda membuat kesalahan dan bicarakan dengan mereka bagaimana memperbaikinya. Beri tahu mereka bahwa penting untuk memberi tahu orang yang dipercayai saat membutuhkan nasihat atau bantuan dan dorong mereka untuk selalu memperhatikan orang lain.

3. Menjadi baik dan peduli
Sampaikan pada anak bahwa menjadi peduli dan baik adalah prioritas utama, bukan hanya di rumah, tapi juga di sekolah dan lingkungan sekitar. Minta bantuan guru di sekolah, untuk mengecek apakah anak sudah berperilaku demikian.

Pertengkaran orang tua

Dampak Positif dan Negatif Saat Anak Melihat Pertengkaran Orang Tua

Nada bicara Anda dan suami meninggi, volume suara pun makin keras. Ya, Anda bertengkar. Akan tetapi, tanpa Anda sadari, ada telinga kecil yang sedang mendengarkan perseteruan Anda. Ternyata si kecil ada di sekitar Anda dan menonton pertengkaran orang tuanya.
 
Wah, bagaimana, ya? Ternyata pertengkaran di depan anak, selain memberikan dampak negatif juga bisa memunculkan dampak positif bila dilakukan dengan lebih sehat. Apa saja ya, dampaknya?
 
1. Membuatnya Merasa Tidak Aman
E. Mark Cummings, Ph.D., profesor psikologi di William J. Shaw Center for Childen and Families di University of Notre Dame, AS, mengatakan bahwa hubungan orang tua satu sama lain dan bagaimana mereka menangani konfllik sehari-hari sangat penting untuk kesejahteraan anak. Kerukunan yang ditunjukkan oleh orang tua akan membuat anak-anak merasa aman dan merasa percaya diri menjelajahi dunianya. “Namun kerap, pertengkaran yang tidak terselesaikan menghilangkan kepercayaan diri itu, memicu kesedihan, kecemasan, dan ketakutan pada anak-anak dari segala usia,” jelas Cummings.
 2. Memengaruhi Fisiknya
Cummings menjelaskan bahwa bertengkar di depan anak-anak ternyata memengaruhi mereka lebih dari yang Anda kira. Bahkan tekanan darah bayi dapat meningkat ketika orang tua berkonflik dalam jarak dekat.

hamil dan ramadhan

Hamil Dan Ramadan, Fase Terbaik Tanamkan Nilai Islam Pada Janin Dalam Kandungan

Beruntung sekali ibu saat ini,” kata Saya sewaktu memeriksa seorang ibu hamil. “Kenapa?” tanya si ibu dengan rasa ingin tahu. Lalu saya jawab, “Karena sekarang bulan Ramadan, di bulan ini ibadah sangat dinilai tinggi, namun lebih penting kebetulan sekali terjadinya kehamilan di saat-saat bulan Ramadan. Kesempatan sangat baik dan besar untuk mendidik anak sedang di dalam kandungan,”.

Di bulan Ramadan inilah, saat terbaik memperkenalkan Allah pada bayi di dalam kandungan. Di bulan ini pulalah terbaik membaca Alquran sehingga pahala berlipat ganda dan ayat demi ayat dibaca memperkenalkan serta memberikan sentuhan agama pada anak di dalam kandungan.

RENCANAKAN RAMAHDAN ANAK

Yuk !! rencanakan Aktivitas Ramadhan Anak-Anak

Ramadhan hampir tiba, saatnya berkarya mempersiapkan agenda ibadah dengan penuh keceriaan bersama keluarga. Who doesn’t love Ramadhan?Bulan penuh berkah ini sudah selayaknya disambut dengan kebahagiaan dan diisi dengan amalan-amalan kebaikan. Kami sebagai orang tua sangat berharap anak-anak setidaknya merasakan kebahagiaan kami dengan datangnya bulan suci ini.

Maka, sejak awal bulan Sya’ban kemarin, saya sudah membuat lesson plan dan belanja perlengkapan belajar khusus untuk Ramadhan. Untuk melihat detil rencana kegiatannya, silakan klik link di bawah ini ya.

Harap jangan kaget kalau isinya banyak dan detil untuk sebuah lesson plan. Karena memang rencana belajar kali ini betul-betul saya rancang secara sistematis agar setiap aktivitasnya tepat sasaran dan tercapai tujuannya.

Di artikel ini saya mau buat ringkasannya.
Jadi untuk Lesson Plan Ramadhan ini kami buat beberapa kategori aktivitas.

1. Aktivitas Pra Ramadhan

Sebelum Ramadhan tiba, kami siapkan dulu anak-anak untuk menyambutnya. Karena bulan ini adalah bulan yang sangat istimewa, kami ingin mereka juga merasakan keistimewaannya dan menyambutnya dengan kebahagiaan. Salah satu ikhtiarnya adalah mendekorasi learning space dengan suasana ramadhan (wall art).

Dekorasi ini kami buat dengan:
– mengantung rainbow lantern printable
– Black board and chalks untuk menulis waktu ifthor
– Ramadhan books basket
– Hijriah calendar
– Rainbow LED light
– Daily good deed bags
– Ramadhan tracker
– Bunga

2. Aktivitas Selama Ramadhan

Rutinitas pagi dan sore

Untuk membantu memudahkan anak-anak melihat rutinitas apa saja yang perlu dilakukan setelah dan sebelum tidur, saya buatkan chart seperti ini. Daily chart ini bisa juga digunakan di luar Ramadhan ya.

Morning Activities/Aktivitas pagi:
Wake up early/bangun pagi
Toilet (BAK, cuci muka, wudhu)
Pray shubuh
Make a bed/Merapikan tempat tidur
Morning dua/dzikir pagi
Get Dressed/ganti baju
Go outside/bermain di luar
Breakfast/sarapan
Shower/mandi
Circle time

Evening Actvities/Aktivitas sore-malam
Pray ashar/shalat ashar
Playing outside/bermain di playground
Shower/mandi
Evening dua/dzikir sore
Dinner/makan malam
Clean up/beberes rumah
Toilet
Pray Isya
Story time/baca buku
Sleep/tidur

Kami lakukan evaluasi setiap jam 10 pagi (kurang lebih), dan malam menjelang tidur. Saya ajak mereka memasang klip kayu di setiap kotak aktivitas yang sudah selesai mereka kerjakan. Ternyata aktivitas sederhana ini menyenangkan sekali buat mereka. Sampai-sampai anak-anak berinisiatif melakukan rangkaian aktivitas ini tanpa diminta, katanya biar semua klipnya terpasang. hehe

Circle Time

Setelah anak-anak selesai mandi, rapi, dan wangi, saatnya mengajak mereka melakukan circle time. Ini adalah waktu untuk fokus, belajar tentang adab menuntut ilmu, dan belajar mendengarkan. Circle time ini diawali dengan mengajak anak-anak duduk tenang di karpet ruang belajar atau learning center. Mengucapkan basmallah, alfatihah, syahadat, doa sebelum belajar, murajaah dan tilawah bersama-sama. Setelah itu, kita sampaikan ini hari apa, tanggal berapa, hari ini mau belajar apa, dan atau membaca buku apa.

Khusus bulan Ramadhan, aku bikin board activities seperti ini. Di board ini aku pasang aktivity bags untuk 7 hari. Jadi anak-anak aku minta membuka satu bag satu hari. Isi paper bag sbb:

Saat circle time, aku minta anak-anak membuka satu paper bag. Bersama-sama membaca lembaran asma Allah, lalu menempel asma Allah ke pohon asmaul husna. Kemudian kita jelaskan tentang nama Allah tersebut. Setelah itu kami meminta anak untuk melakukan perbuatan baik sesuai dengan kartu yang ada di dalam paper bag.

Tidak lupa kami juga tempelkan ramadhan tracker untuk mengevaluasi agenda ibadah anak-anak. Sifatnya tidak memaksa. Hanya untuk motivasi mereka saja.

Weekly individual and group learning

Dalam satu minggu, aku buat topik-topik belajar yang berkaitan dengan ramadhan. Detilnya silakan liat di daftar rencana aktivitas tadi ya. Kami membuat daftar kegiatan yang bisa dilakukan dalam seminggu dan sengaja tidak membuat daftar harian karena ingin lebih fleksibel. Misalnya, saya tidak mematok hari Rabu harus membuat art and craft, karena pada kenyataannya kami sering kali berbenturan dengan agenda lain atau mood anak yang berubah. Tapi di minggu tersebut kami sudah berikan ide mau membuat apa dan belajar apa, terserah mau dieksekusi hari apa atau berapa kali asal alat dan bahannya masih tersedia.

Contoh, topik di minggu pertama bulan ramadhan. Anak-anak akan aku ajak diskusi dan membaca buku tentang ramadhan, puasa, sahur, iftor, tarawih. Selain itu anak-anak juga akan kami ajak belajar tentang bulan dan fasenya, mengobservasi bulan secara langsung, dan membuat art and craft bertema bulan. Ini contoh display-nya.

Untuk topik ini belum banyak yang bisa saya tulis karena memang belum dilaksanakan. Jadi kalau teman-teman mau melihat bagaimana topik-topik tersebut berjalan setiap harinya, silakan follow instagram saya di @vika.riandini karena biasanya saya update stories kegiatan anak-anak di sana.

Keranjang Buku Ramadhan

Buku adalah bagian terpenting dalam aktivitas homeschooling. Kali ini saya kumpulkan berbagai buku tentang Ramadhan.

Berikut ini daftar bukunya:

  • The Moon
  • Celebrate The World Ramadhan
  • 1001 Invention and Awesome Facts from Muslim Civilization
  • Cooking Step by Step
  • Ilyas and Duck Ramadhan Joy
  • Ilyas and Duck Fantastic Festival Eid-al-fitr
  • 30 Hadith fo kids
  • Migo & Ali, Love for the Prophets
  • Key to the Garden
  • A Party in Ramadhan
  • Holidays Ramadhan
  • Make Your Own Gifts
  • Ramadhan around the World

Sebagian buku ini aku beli di wardahbook.com dan sebagian lain pinjam di perpustakaan. Kenapa bukunya bahasa inggris semua? Karena adanya itu 😅. Tapi semoga bisa jadi inspirasi buat temen-temen untuk mencari buku berbahasa indonesia yang setema. 😊

Buku-buku ini aku taruh di satu keranjang di ruang belajar. Bisa dibacakan saat circle time atau kapan saja anak butuh

Learning Space

Tidak selamanya kita bisa menemani anak belajar. Adakalanya kita harus membuat mereka melakukan independent learning sehingga kita bisa mengerjakan hal lain. Atau bahkan ada saatnya di mana mereka ingin menyendiri bereksplorasi dengan imajinasi. Maka tugas kita adalah menyiapkan learning center yang mendukung kemandirian tersebut.

Beberapa ide yang kami eksekusi adalah

  • Sakinah circle atau tempat untuk belajar sholat, ngaji, membaca buku-buku agama, dan aktivitas religi lainnya. Sediakan karpet, sajadah kecil, mukena, alquran, buku-buku ahama, dan tasbih.
  • Quiet Corner, tempat untuk anak-anak mendengarkan dirinya sendiri. Sediakan tenda/sofa kecil, atau biarkan mereka mencari quiet cornernya sendiri seperti lemari, kolong meja, kolong kursi, dsb.
  • Book Corner. Ruang baca. Sediakan berbagai pilihan buku pengetahuan dan buku cerita. Ciptakan area yang nyaman untuk membaca.
  • Building blocks area. Sediakan aneka building blok dan lego.
  • Dramatic Play. Ada satu pojokan yang khusus saya sediakan untuk bermain peran seperti masak-masakan dan dokter-dokteran.
  • Discovery Corner. Untuk bulan ramadhan ini, area discovery corner saya tambah dengan binocular, display bentuk-bentuk bulan, aneka kurma, globe, dan peta dunia.
  • Artisan area. Membuat ramadhan wall art, membuat lampion, membuat button moon wall art, membuat hadiah lebaran untuk teman.
  • Outdoor gallery. Kami berencana tidak melakukan aktivitas outdoor terlalu banyak untuk menjaga stamina selama puasa. Tapi kami berencana mengunjungi masjid-masjid selama weekend dan i’tikaf jika memungkinkan.

Itu tadi beberapa hal yang kami siapkan untuk aktivitas anak-anak selama ramadhan. Belum banyak dokumentasi yang bisa saya lampirkan karena ini memang baru rencana. Untuk update kegiatannya insyaa Allah saya share di instagram ya. Silakan difollow.

Happy Ramadhan!


Perkenalkan, saya Vika Budi Riandini, seorang Ibu Rumah Tangga 🙋🏻. Saya gemar membaca dan berbagi tentang berbagai hal dalam rumah tangga seperti pengasuhan anak, kesehatan alami, dan berbagai topik lain yang berkaitan dengan peran saya di dalam rumah. Suami saya, Zain Fathoni, juga aktif menulis di blog pribadinya tentang keluarga dan pekerjaannya.

Apabila Anda merasa tulisan ini bermanfaat, silakan klik tombol 👏 . Tombolnya bisa diklik lebih dari sekali lho. Semakin banyak diklik, semakin berarti buat artikel saya 😄💕. Jangan lupa bagikan kepada orang lain melalui media sosial yang Anda punya ya, supaya lebih banyak lagi orang yang bisa mendapatkan manfaatnya. Terima kasih.

Sumber : Rumah Berbagi

Pnulis : vika budi riandini

⭐⭐⭐⭐⭐

5 cara mengenalkan ramadha

5 Cara Seru Mengenalkan Indahnya Ramadhan pada Buah Hati

Bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk mengajarkan anak kebaikan dan keislaman. Memang, anak yang belum baligh tak diwajibkan untuk menjalani puasa namun, tidak ada salahnya mengenalkan ibadah ini sejak dini.

Mengajarkan puasa sejak dini ini bertujuan agar saat anak beranjak dewasa sudah bisa menjalankan puasa dengan baik. Ya, memperkenalkan anak pada ibadah puasa bukanlah hal yang mudah.

Ini merupakan salah satu tanggung jawab sebagai orangtua untuk mengajarkan anak berpuasa secara bertahap dan perlahan. Melakukan stimulasi pada anak sejak dini penting dilakukan untuk jadi bekal anak tumbuh dengan karakter positif dalam hal agama.

Sebagai guru pertama anak dalam kehidupannya, kita perlu untuk memahami cara mengajarkan puasa pada anak. Pasalnya, anak-anak terutama balita, cenderung belum memaknai puasa secara menyeluruh.

Untuk itu, perlu dilakukan beberapa cara agar suasana Ramadhan bagi anak begitu terasa dan mengajarkannya banyak hal. Simak triknya.

1. Ajak Anak Melakukan Kegiatan yang Berkaitan dengan Ramadhan

Ajak anak untuk melakukan tugas – terutama yang terkait dengan kegiatan Ramadhan. Hal-hal seperti tarawih di malam hari, dan membawa Alquran bersama. Beritahukan pula bahwa besok pagi sebelum subuh harus ikut bangun untuk makan sahur bersama.

Sebagai motivasi untuk mereka, kita dapat memberikan makanan kegemarannya. Beritahukan bahwa makanan itu hanya boleh dimakan sebelum salat subuh. Sehingga ia akan termotivasi untuk ikut makan sahur bersama. 

2. Libatkan Anak Saat Membuat Menu Sahur dan Berbuka

Saat sahur tak jarang anak ikut terbangun di kala ibunya bangun untuk menyiapkan makanan. Biarkan mereka membantu menyiapkan menu sahur dan berbuka.