tips mengatasi cegukan pada bayi

Tips Mengatasi Bayi Cegukan

            Cegukan seringkali membuat seseorang yang mengalaminya merasa tidak nyaman. Namun hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa loh. Pernahkan sebelumnya Anda melihat seorang bayi pun mengalami cegukan? Sebagian orang pastinya akan merasa khawatir atau panik jika mendapati anaknya mengakami hal tersebut.

Kira-kira apa penyebab cegukan itu ya? cegukan pada bayi disebabkan oleh kontraksi diafragma dan adanya penutupan pita suara yang cepat. Penutupan pita suara yang cepat inilah yang menciptakan suara cegukan. nah pada berikut ini ini ctasara-cara bagaimana mengatasi cegukan pada sang buah hati. Yaitu :

  • Sendawakan bayi

Menyendawakan bayi biasanya akan mampu membantu menghilangkan cegukan, karena bersendawa dapat menghilangkan kelebihan gas yang mungkin menyebabkan bayi Anda cegukan. Caranya mudah Anda hanya perlu menggosokatau tepuk lembut bagian belakang bayi ketika ia mengalami cegukan, namun jangan sampai  menekan punggung bayi terlalu keras.

  • Gunakan dot

Cegukan pada bayi tidak selalu terjadi akibat menyusui. Ketika bayi Anda mulai cegukan, coba Anda biarkan mereka untuk mengisap dot. Cara ini dinilai akan membantu merilekskan diafragma dan dapat membantu menghentikan cegukan biasanya dengan sendirinya cegukan akan berhenti.

  • Memberikannya air

Jika bayi Anda merasa tidak nyaman karena cegukannya atau bahkan sampai rewel, maka Anda mungkin boleh mencoba memberi mereka air minum. Jika bayi Anda masih berusia di bawah 6 bulan, Anda bisa menyusuinya. Sedangkan jika usia bayi Anda di atas 1 tahun, Anda bisa memberikannya air herbal.

Air herbal yang dimaksud disini adalah kombinasi dari tumbuh-tumbuhan dan air yang diyakini oleh beberapa orang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan. Jenis-jenis air herbal ini dapat bervariasi, misalnya seperti jahe, adas, chamomile, dan kayu manis. Namun Sebelum Anda memberi bayi sesuatu yang baru, usahakan untuk selalu berkonsultasi dan membicarakannya dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar niat Anda untuk mengobati sang buah hati dapat terjamin keamanannya.

baca juga : usia paling ideal untuk hamil

Kemudian ada cara0cara yang dirasa cukup mampu mencegah cekukan pada bayi walaupun tidak selalu berhasil, tetapi rasa-rasanya perlu untuk di coba ya Bun, ini lah cara-cara pencegahannya:

  • Pastikan bayi Anda tenang saat Anda memberinya makan. Ini berarti tidak menunggu sampai bayi merasa sangat lapar sehingga bertindak kesal dan menangis sebelum menyusui dimulai.
  • Setelah menyusui, hindari aktivitas berat dengan bayi Anda, misalnya seperti mengayunnya ke atas dan ke bawah atau bermain yang menghabiskan energi tinggi-tinggi lainnya.
  • Jaga bayi Anda dalam posisi tegak selama 20 hingga 30 menit setelah makan.

Itulah beberapa tips-tips yang bisa Anda coba untuk menjaga bayi Anda agar terhindar dari cekukan….

sumber : id.theasianparent.com

Usia Paling Ideal Untuk Hamil

Usia Paling Ideal Untuk Hamil

Pasangan yang telah menikah pastinya akan menantikan kehadiran sang buah hati. Banyak cara yang dilakukan orang-orang untuk mendapatkan anak, misalnya seperti melalu bayi tabung, dll. Keinginan wanita untuk bisa cepat memiliki bayi terkadang juga karena dilatarbelakangi oleh tuntutan keluarga, atau rasa iri melihat teman atau saudara yang telah dikarunia buah hati terlebih dahulu.

Namun sebenarnya pada usia berapakah wanita dinilai ideal untuk hamil?

Menurut para peneliti dan beberapa studi usia ideal untuk wanita hamil yaitu di awal usia 20 tahun. Dapat dikatakan pada usia 21 sampai 23 tahun adalah peristiwa terbaik untuk hamil dan memiliki bayi.

Karena mereka yang berusia di awal 20 tahun ini biasanya lebih mudah terbangun di malam hari untuk mengurus keperluan mendesak pada sang bayi, misalnya seperti mengganti popok, memberi susu atau ASI. Sedangkan jika yang mengalami itu adalah wanita yang lebih dari usia 20 tahun untuk bayi pertamanya. Hal ini lebih cenderung menimbulkan masalah bagi wanita tersebut, terutama rasa frustasi.

baca juga : Tanda-tanda Kehamilan Anak Perempuan

Memiliki anak di umur berapapun memang selalu berdampak menyenangkan bagi ibu dan keluarga, namun perlu Anda pikirkan juga jika Anda sudah berusia tidak lagi muda. Semua kehamilan memiliki risiko, dan ternyata risiko-risiko tersebut semakin meningkat pada kehamilan di usia tua. Angka kematian ibu naik secara tetap dari 9 per 100.000 pada usia 25-29 tahun menjadi 66 per 100.000 sesudah usia 40 tahun. Hal ini dapat disimpulkan bahwa risiko kematian ibu meningkat pesat seiring dengan bertambahnya usia ibu saat hamil dan melahirkan. Selain itu, karena sel telur wanita telah diproduksi sejak lahir maka ketika semakin tua seorang wanita mengandung maka resiko untuk terjadinya abnormalitas dalam kehamilan cenderung akan semakin besar. Gangguan dalam kehamilan ini tidak hanya dapat mengancam janin yang dikandung, namun juga dapat mengancam nyawa ibu. 

Maka dari itu bagi Anda yang sudah menikah dan menanti kehadiran sang buah hati mulai sekarang sudah harusnya merencanakan masa kehamilan bersama pasangan atau berkonsultasi ke dokter.

sumber : hellosehat.com merdeka.com

Tanda Kehamilan Anak Perempuan

Tanda-tanda Kehamilan Anak Perempuan

            Pada masa kehamilan jenis kelamin sang janin begitu membuat penasaran Ibu dan keluarga. Namun tahukah? Ternyata ada loh tanda-tanda yang dapat mengindikasikan jenis kelamin sang janin yang berada di dalam kandungan. Memiliki anak perempuan tidak kalah membahagiakannya dengan memiliki anak lelaki. Apalagi jika Bunda memiliki hobi untuk mendadani, atau mematchingkan pakaian Bunda dan sang buah hati pastinya kehadirannya mereka semakin menyenangkan ya. Nah pada kali ini kita akan membahas tanda-tanda apa saja yang dirasakan jika seseorang telah mengandung anak perempuan.  Diantaranya ialah :

1.    Morning sickness

Berbeda jika mengandung anak laki-laki, kehamilan anak perempuan cenderung membuat ibu hamil sering mengalami morning sickness atau mual yang berlebih. Hal ini berkaitan dengan peningkatan kadar hormon dan gula darah yang menurun selama kehamilan, bukan berarti ibu yang hamil anak laki-laki sudah pasti nggak bakal mengalami morning sickness parah. Terlebih morning sickness juga dipengaruhi kondisi fisik masing-masing ibu.

2. Ngidam

Saat mengalami masa ngidam kehamilan anak perempuan, ibu yang sedang hamil lebih sering menginginkan makanan manis daripada makanan pedas atau asam.

baca juga : Pentingnya Mengajarkan Anak Dua Bahasa

3.    Posisi Perut

Bentuk dan posisi perut adalah tanda-tanda kehamilan lainnya yang bisa menjadi indikator jenis kelamin bayi yang dikandung. Perut yang cenderung menurun menandakan Anda hamil anak laki-laki. Sedangkan Jika Anda hamil anak perempuan, posisi perut akan terlihat lebih tinggi.

4.   Pertumbuhan rambut

Jika mengandung anak laki-laki membuat pertumbuhan rambut menjadi pesat, maka kehamilan anak perempuan akan membuat rambut jadi berkilau.

5. Ukuran payudara

Ukuran payudara yang bertambah dramatis atau yang sebelah kiri nampak lebih besar daripada payudara kanan.

Itulah beberapa tanda-tanda yang mengindikasi saat tengah mengandung anak perempuan, namun untuk memastikannya Anda bisa melakukan USG (Ultrasonografi) di usia kehamilan 20 minggu yang lebih akurat dibanding usia kehamilan 12 minggu. Atau ibu juga bisa melakukan NIPT (Non-Invasive Prenatal Test) yang memeriksa fragmen DNA bayi di aliran darah ibu. Tes ini dinilai akurat dan tidak membahayakan keadaan sang bayi.

Sumber : Merdeka.com, haibunda.com

Benarkah mendengar musik saat hamil dapat membuat janin lebih cerdas?

Benarkah mendengar musik saat hamil dapat membuat janin lebih cerdas?

        Saat hamil biasanya wanita akan mengalami emosi yang kurang stabil. Hal ini ternyata disebabkan oleh perubahan hormon dan tubuh yang terjadi saat hamil. Fluktuasi mood ibu hamil mirip dengan saat menjelang haid atau premenstrual syndrome (PMS).

        Banyak cara yang dilakukan para ibu ketika mengalami emosi yang meledak-ledak, salah satunya ialah dengan mendengarkan musik. Faktanya, hal itu dapat dijadikan solusi yang karena mendengarkan musik saat hamil dapat meminimalkan tingkat stres yang ibu rasakan, sehingga dapat memberikan lingkungan yang optimal untuk tempat bayi bertumbuh. Saat ibu rileks, tubuh ibu menghasilkan hormon serotonin dan endorfin, yaitu hormon yang membuat perasaan bahagia, hormon ini ditransfer ke bayi melalui plasenta. Mendengarkan musik dapat membuat ibu tenang, mengurangi hormon stres dan meningkatkan hormon bahagia, melemaskan otot-otot, serta membuat lingkungan yang nyaman bagi ibu dan bayi. Khususnya jenis musik klasik, karena musik ini mempunyai tempo dan struktur nada yang teratur sehingga mudah dicerna oleh otak bayi. Tempo dan stuktur nada ini juga membantu bayi agar menjadi lebih tenang dan akan memiliki emosi yang lebih stabil saat sudah dilahirkan.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Memakai Baju Ketat?

Dilansir dari Expectant Mothers Guide, Wilfried Gruhn, Profesor Emeritus dari Music Education University of Music di Freiburg, Jerman mengatakan bahwa musik merangsang pertumbuhan struktur otak dan menghubungkan banyak aktivasi daerah otak. Pembelajaran didasarkan pada perkembangan otak  di mana paling kuat terjadi pada tahun-tahun awal dan berlanjut selama kehidupan. Perkembangan otak pada dasarnya ditentukan oleh keturunan, tetapi strukturnya sendiri tergantung pada bagaimana individu menggunakannya. Semua pengalaman disimpan dalam otak dan mempengaruhi struktur sarafnya.

Jadi ternyata memang benar, bahwa musik dapat merangsang perkembangan awal otak, tetapi tidak menjamin anak akan cerdas. Sebenarnya belum ada penelitian yang secara ilmiah menjelaskan kaitan antara musik klasik dengan kecerdasan otak bayi. Tapi banyak penelitian yang menunjukkan kalau bayi yang mendengarkan musik klasik sejak dalam kandungan biasanya mempunyai sifat yang tenang.

Bagaimana Cara Mendengarkannya?

Mendengar musik selama hamil bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, musik didengarkan dengan speaker sehingga musik bisa dinikmati oleh ibu sekaligus janin dalam kandungan. Dan yang kedua adalah dengan memakai headset yang diletakkan di perut. Dengan cara ini, musik klasik bisa didengar lebih jelas oleh bayi dalam kandungan. Biasanya bayi akan merespon musik dengan membuat gerakan yang bisa dirasakan oleh ibu.

Baca juga: Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil

Pada Usia Kehamilan Berapa yang Tepat untuk Mendengarkan lagu?

Musik klasik bisa didengarkan ibu hamil sejak awal masa kehamilan hingga masa bayi akan dilahirkan. Meskipun begitu, terdapat masa emas dimana musik klasik bisa memberi efek yang lebih baik. Awal trimester kedua atau saat kehamilan memasuki usia 6 bulan adalah saat dimana telinga janin mulai berkembang.

Sumber         : Hellosehat.com,Mommyasia.id

          

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Baju Ketat?

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Baju Ketat?

Banyak orang percaya pakai baju ketat bisa membuat adik bayi dalam kandungan terhimpit, bahkan sampai keguguran, benarkah hal tersebut?

Faktanya belum pernah terjadi kasus seperti itu, namun beberapa risiko dapat dialami ibu hamil saat mengenakan baju ketat, berikut ulasannya :

  1. Memicu maag (heartburn)
    Hindari memakai baju yang terlalu ketat, terutama di daerah perut dan pinggang. Pasalnya, proses pencernaan ibu hamil lebih lambat dari orang-orang pada umumnya. Kalau makanan yang menumpuk di lambung dan belum selesai dicerna ditekan dari luar, asam lambung dan makanan tersebut bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan maag.
  2. Menghambat aliran darah
    Pada saat kehamilan, ibu dan bayi membutuhkan suplai darah yang lebih banyak dan lancar. Maka, volume darah dalam tubuh ibu hamil pun meningkat kira-kira hingga 50% dari orang biasa. Pakaian yang terlalu ketat bisa menghambat aliran darah tersebut. Jantung pun harus bekerja lebih keras lagi untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Belum lagi karena aliran darah tidak lancar, Anda mungkin jadi lebih sering kesemutan.
  3. Infeksi ragi vagina
    Hati-hati kalau Anda pakai legging, celana jins ketat, atau pakaian dalam yang sesak. Ibu hamil biasanya memproduksi cairan vagina lebih banyak. Area kewanitaan Anda pun jadi lebih lembap. Kalau tidak ada sirkulasi udara di area tersebut, bakteri dan ragi akan berkembang biak dengan pesat. Hal ini berisiko menyebabkan infeksi ragi vagina.
  4. Nyeri punggung, kaki, dan dada
    Jika selama ini Anda mengalami nyeri di bagian-bagian tubuh seperti punggung, kaki, dada, dan perut, mungkin karena Anda masih sering pakai baju ketat saat hamil. Baju yang ketat akan menghambat aliran darah dan menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu.
Cara mengatasi sakit pinggang saat hamil

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil

Salah satu masalah yang sering dikeluhkan ibu hamil adalah sakit pinggang. Biasanya gejala sakit pinggang ini semakin terasa saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Ibu akan mengalami kesulitan berjalan, mengenakan pakaian, mengangkat barang bahkan ketika duduk pun pinggang masih nyeri.

Kondisi ini sebenarnya cukup normal, namun bisa sangat mengganggu. Untuk itu berikut beberapa cara atasi sakit pinggang :

Tingkatkan asupan air putih
Salah satu penyebab sakit pinggang yakni kurangnya konsumsi air putih. Umumnya seorang wanita hamil yang jarang minum dan gemar duduk lama berisiko lebih tinggi terserang sakit pinggang. Sebab air memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan otot, sendi dan tulang. Oleh sebab itu, ibu hamil sangat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih sekitar 2 liter perharinya.

Perbanyak konsumsi makanan berkalsium
Cara mengatasi sakit pinggang saat hamil yang pertama yakni dengan memperbanyak konsumsi makanan berkalsium. sumber kalsium dapat bunda peroleh dari konsumsi susu, ikan sarden, kacang almond, tahu, ikan salmon, brokoli, kacang merah, biji wijen dan juga susu kedelai.

Salah satu masalah yang sering dikeluhkan ibu hamil adalah sakit pinggang. Biasanya gejala sakit pinggang ini semakin terasa saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Ibu akan mengalami kesulitan berjalan, mengenakan pakaian, mengangkat barang bahkan ketika duduk pun pinggang masih nyeri.

Kondisi ini sebenarnya cukup normal, namun bisa sangat mengganggu. Untuk itu berikut beberapa cara atasi sakit pinggang :

Tingkatkan asupan air putih
Salah satu penyebab sakit pinggang yakni kurangnya konsumsi air putih. Umumnya seorang wanita hamil yang jarang minum dan gemar duduk lama berisiko lebih tinggi terserang sakit pinggang. Sebab air memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan otot, sendi dan tulang. Oleh sebab itu, ibu hamil sangat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih sekitar 2 liter perharinya.

Perbanyak konsumsi makanan berkalsium
Cara mengatasi sakit pinggang saat hamil yang pertama yakni dengan memperbanyak konsumsi makanan berkalsium. sumber kalsium dapat bunda peroleh dari konsumsi susu, ikan sarden, kacang almond, tahu, ikan salmon, brokoli, kacang merah, biji wijen dan juga susu kedelai.

Lakukan pemijatan
Cara sederhana berikutnya untuk mengatasi sakit pinggang saat hamil yakni dengan melakukan pemijatan. Anda bisa meminta bantuan suami, anak atau keluarga lain untuk memijat bagian belakang tubuh Anda, yaitu di seluruh area punggung dan pinggang. Metode ini bisa membantu menghilangkan rasa kaku di pinggang, merileksasi otot-otot dan menghilangkan rasa nyeri.

Olahraga
Dengan berolahraga wanita hamil bisa mengurangi risiko gangguan tulang dan sendi. Bahkan beberapa jenis olahraga ampuh menyembuhkan sakit pinggang. Misalnya saja senam yoga. Gerakan peregangan yang dilakukan saat yoga bisa membantu melancarkan aliran darah menuju pinggang, merileksasi otot- otot tubuh dan meredakan nyeri pinggang. Jangan lupa lakukan olahraga dengan didampingi pakarnya.

Menggunakan pakaian khusus hamil
Pemilihan pakaian juga mempengaruhi kondisi otot-otot pada pinggang. Sebaiknya gunakan pakaian kendor (seperti daster) atau pakaian khusus ibu hamil di saat masa-masa mengandung. Sebab penggunaan pakaian ketat dapat mengganggu proses pencernaan, menekuk perut dan membuat
pinggang terasa lebih sakit. Maka itu, hindari dulu keinginan untuk tampil fashionable selama kehamilan. Utamakan kesehatan Anda dan juga janin dalam kandungan. Gunakan saja pakaian yang menurut Anda nyaman.

Makan Nanas Buat Ibu Hamil

Makan Nanas Buat Ibu Hamil Bisa Keguguran?

Kehamilan adalah anugerah terbesar dan terindah bagi sebuah keluarga baik yang sudah mempunyai momongan maupun belum. Ada larangan dan tuntunan yang beberapa lakukan untuk menjaga kehamilannya.

Salah satu larangan yang sebagian besar diberlakukan untuk ibu hamil adalah konsumsi nanas, hal ini berlaku pada jumlah besar bahkan kecil. Disebutkan bahwa larangan ini diberlakukan agar bayi yang berada di dalam kandungan tidak mengalami keguguran. Namun benarkah hal tersebut?

Menurut beberapa pakar disebutkan bahwa nanas mengandung suatu enzim yang disebut dengan bromelain.

Bromelain sendiri adalah enzim yang mampu menghancurkan protein pada tubuh dan mampu menyebabkan pendarahan yang abnormal. Mengonsumsinya dapat memicu keguguran dan kelahiran yang lebih cepat.

Sayangnya, untuk mendapat kandungan bromelain setara satu tablet dibutuhkan 7-10 buah nanas dalam sekali makan.

Faktor lain yang bermanfaat bahkan diabaikan nyatanya kandungan bermanfaat dalam nanas, satu gelas nanas faktanya mengandung 79 mg vitamin C. Nutrisi yang dapat meningkatkan produksi kolagen dan mempercantik kulit, menguatkan tulang, kartilago dan tendon serta Sumber nutrisi lain yang juga dibutuhkan ibu hamil seperti asam folat (membantu mencegah bayi cacat lahir), zat besi (nutrisi yang dibutuhkan dalam memproduksi darah), magnesium, mangan dan vitamin B- 6.

Memang ada beberapa orang yang intoleran pada nanas dan alergi jika mengonsumsinya walau dengan jumlah sedikit. Maka ada baik bunda dapat berkonsultasi dengan pakarnya.

Cara merawat gigi bayi

YUK RAWAT GUSI BAYI DENGAN BAIK

Bunda, saat lahir sejatinya bayi baru lahir masih memiliki tekstur gusi yang lembut, gusi tersebut pula yang akan menjadi tempat untuk tumbuh gigi. Maka ada baiknya bunda merawat gusi buah hati dengan baik agar gigi yang akan tumbuhpun tidak mendapatkan masalah di kemudian hari, berikut caranya :

  1. Membersihkan gusi bayi dengan kain halus
    Perawatan yang sederhana dapat anda lakukan dengan menyeka gusi bayi (membersihkan gusi bayi dengan kain halus) setelah minum asi atau susu formula. Adapun cara untuk menyeka gusi bayi adalah dengan menggunakan kain halus yang dibasahi dengan air hangat,
    kemudian dibalutkan ke ibu jari anda. Sebaiknya dilakukan setelah bayi anda makan, apabila tidak memungkinkan anda dapat menjadwalkan dengan rutin yaitu dua kali sehari pada pagi dan menjelang tidur.
  2. Hindari minum susu botol sambil tidur
    Bayi senang sekali dengan kebiasaan minum susu sebelum dia tidur, sebenarnya yang menjadi masalah adalah kebiasaan minum susu botol hingga bayi tertidur. Ketika anda membiarkan bayi anda tidur sambil minum susu maka akan membuat kesehatan gusi bayi terancam. Hal ini dikarenakan rasa manis yang berasal dari gula akan mengendap di mulut bayi dan merusak gigi dan gusi bayi anda.
  3. Jangan Menambahkan Gula Pada Susu
    Tidak disarankan anak anak untuk mendapatkan tambahan gula berlebih, begitu juga pada bayi. Sebaiknya anda membatasi asupan gula pada bayi dengan cara menghindari penambahan gula pada susu formula bayi. Hal ini akan membuat gusi dan giginya memiliki masalah, selain itu penambahan gula yang berlebih akan mengakibatkan gangguan kesehatan seperti obesitas dan juga diabetes pada usia dini.
  4. Kenalkan bayi dengan makanan yang bertekstur secara bertahap
    Anda dapat memperkenalkan makanan pada bayi secara bertahap diantaranya adalah perkenalan rasa, jenis dan tekstur. Apabila bayi anda mengkonsumsi makanan padat atau finger food, anda dapat menawarkan sesuatu yang membantu pertumbuhan giginya seperti
    sayuran wortel yang dikukus atau buah pisang yang dipotong potong kecil. Gunakan sikat gigi khusus bayi yang mempunyai bulu yang lembut dan tidak akan membuat gusinya sakit. Selain itu bersihkan pula dot sebelum digunakan agar tidak steril dan tidak merusak gigi.
    Biasakan pula untuk minum air putih setelah diberikan makanan pendamping asi, agar dapat membantu untuk membersihkan sisa makanan yang tertinggal di sela sela gigi.

Sumber : bidanku.com

Alasan Orang Tua Meminta Maaf

Alasan Orang Tua Meminta Maaf ke Anak

Assalamualaikum Bunda, saat anak salah tentu kita ingin mereka mengakui kesalahannya dan bahkan mengucapkan maaf sebelum diminta.

Lalu bagaimana dengan kita? Perlukah kita meminta maaf? Jika perlu apa alasannya?

Faktanya banyak pelajaran yang dapat dipetik dari anak maupun orang tua saat orang tua hendak minta maaf terlebih dahulu.

Berikut alasannya:

Bukan Bentuk Menyerah
Meminta maaf dengan nada suara yang tegas akan menunjukkan jika Anda bukanlah orang tua yang nantinya akan mudah luluh dengan sikap anak.

Ketegasan tetap perlu ditegakkan. Tak perlu bersikap terlalu lembut dalam meminta maaf ke anak, karena dengan nada suara yang biasa pun mereka akan tahu siapa yang berkuasa di rumah. Selama kata ‘maaf’ dilontarkan, maka hal ini sudah menjadi bentuk pendidikan orang tua kepada anak.

Merupakan Contoh yang Baik
Mengubah perilaku dengan cara meminta maaf terlebih dahulu menjadi contoh baik untuk mengajarkan mereka dalam bersikap. Meskipun sulit mengakui kesalahan, namun hal ini merupakan langkah yang paling tepat untuk menunjukkan sebuah karakter diri dan bukan sebuah kelemahan.

Menjadi Cara Mendidik Anak
Jika Anda merasa telah berbuat salah karena sudah memarahinya, maka minta maaflah untuk menunjukkan jika Anda juga peduli terhadap perasaan anak. Tak perlu gengsi, karena meminta maaf bisa memperkuat jalinan kasih antar orang tua dan anak.

Bentuk Saling Menghargai
Mulai akui kesalahan Anda jika memang berbuat salah, agar anak bisa belajar memaafkan. Tindakan ini akan mengajarkan mereka sebuah tanda kasih sayang dan sikap menghargai antar sesama.

Meminta Maaf akan Membuat Diri Lebih Baik
Bagi orang tua yang pernah memarahi anaknya, tentu menyimpan perasaan ‘bersalah’ atas sikapnya mereka kepada sang anak. Meminta maaf merupakan cara untuk melegakan pikiran dan perasaan bersalah. Sikap ini akan lebih memfokuskan diri Anda dalam mendidik anak ketimbang mementingkan ego sendiri.

Semoga bermanfaat!

Sumber : https://www.haibunda.com/

Tips Bayi Tidur Cepat

Tips Bayi Tidur Cepat

Coba ngaku, bunda mana yang nggak happy kalau bayinya dapat tidur nyenyak tanpa rewel atau terbangun terus? Nyatanya pola tidur bayi dapat terbentuk melalui kebiasaannya.

Secara bertahap, saat usianya menginjak 2 bulan atau lebih,bayi biasanya sudah memiliki pola tidur lebih teratur. Pola tidur yang teratur tentunya sangat berguna, karena ia tidak akan mudah terbangun serta dapat tidur lebih lama dan lebih nyenyak. Dengan kata lain, tidurnya lebih berkualitas.

Lalu bagaimana agar bayi dapat tidur nyenyak? Simak ulasan berikut ini yuk!

  1. Atur jadwal menyusui
    Siasati dengan jadwal menyusui yang tepat. Pilihlah waktu menyusui sebelum bayi tertidur dan saat bangun tidur, sehingga saat tertidur bayi dapat terlelap dengan pulas tanpa sering terbangun karena lapar. bayi pun tidur lebih lelap dan nyenyak.
  2. Kenali Tanda Mengantuk
    Mengantuk merupakan pertanda tubuh bayi mulai lelah. Biasanya ditandai dengan menggosok-gosokkan mata, mengisap-isap jari, menguap atau malah menangis (rewel). Bila tanda-tanda ini muncul, segera tidurkan bayi. Kondisi ini menguntungkan bagi bayi jadi lebih awal tidurnya dan tidak rewel. Kenali tandanya agar bayi tidur nyenyak
  3. Atur Penerangan agar bayi tidur nyenyak
    Pada malam hari, redupkan lampu kamar agar bayi belajar membedakan antara waktu siang dan malam. Kondisi itu akan membantu bayi untuk membentuk pola tidurnya. Dengan pencahayaan yang redup, maka bayi akan mudah terlelap. Selain itu, produksi hormon melatonin juga akan meningkat. Selain bermanfaat untuk kekebalan tubuh, hormon ini juga membantu bayi untuk tidur.
  4. Agar bayi tidur lelap, atur suhu ruangan
    Sebelum tidur, pastikan suhu udara pas, sehingga bayi nyaman untuk tidur. Setel suhu dengan tepat di kamar, tidak kelewat panas tapi juga tidak terlalu dingin. Bila Mama menggunakan pendingin ruangan, setel suhu kurang lebih 26°C.
  5. Ciptakan Ritual tidur
    Ciptakan ritual tidur yang menyenangkan untuk bayi, seperti membacakan buku cerita atau mengelus-elus kepalanya. Pijatan lembut pada tubuh bayi yang dilakukan sebelum tidur, mampu membuat bayi merasa nyaman dan membantu tidurnya lebih lelap.
  6. Mandi dulu dengan air hangat agar bayi tidur nyenyak
    Bersihkan badan bayi sebelum tidur. Seka dengan air hangat agar tubuh bayi tidak lengket. Setelah mandi, biasanya bayi akan mudah tertidur dengan pulas. Sebab, rasa hangat akan memperlancar sirkulasi dan aliran darah. Pun saat bersamaan, terjadi pelemasan sendi, jaringan dan otot, sehingga peredaran darah dapat bekerja secara baik. Bayi pun menjadi tenang dan nyaman.
  7. Kenakan pakaian nyaman agar bayi tidur lelap
    Kenakan pakaian yang nyaman, seperti yang berbahan kaus atau katun yang mudah menyerap keringat. Pastikan ukurannya pas, tidak kelewat besar atau kecil. Hindari pakaian berbahan sintetis karena tidak menyerap keringat.

Sumber : https://www.ayahbunda.co.id/