fbpx
Selamat Menjadi Orang Tua Baru

Selamat Menjadi Orang Tua Baru

Selamat Menjadi Orang Tua Baru, Membiasakan diri sebagai “orang tua baru” pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Kini, Anda merupakan bagian dari sebuah keluarga baru, seperti juga ketika memulai hidup berpasangan. Peran sebagai orang tua seharusnya tidak terpisahkan dari peran penting lain dalam hidup, yakni sebagai wanita, pasangan dan wanita bekerja. Dengan demikian, kebahagiaan pun dapat diraih.

Keseimbangan yang sehat.
Saat memutuskan untuk kembali bekerja, tentunya Anda merasa berat untuk meninggalkan si Kecil dan masih ingin menghabiskan waktu bersamanya. Hal ini bukan masalah, karena dengan perencanaan yang matang, Anda sebenarnya bisa melalui masa ‘perpisahan’ pertama ini dengan baik. Mulai dari menjelaskan pada si Kecil tentang perubahan ini sampai menjalin kepercayaan dengan pengasuhnya. Cari tahu bagaimana Anda bisa mempersiapkan diri kembali bekerja dengan kesiapan emosi dan cara yang praktis.

Tips Pintar jadi Orang Tua Baru Zaman Now

Tips Pintar jadi Orang Tua Baru Zaman Now

Tips Pintar jadi Orang Tua Baru Zaman Now, Penting bagi orang tua baru untuk membekali diri agar tidak panik saat terjadi sesuatu pada Si Kecil

Oleh Kartika Wulan Sari (27 th), Ibu dari Zyana Bellova Al Kharimah (3 th), Member WAG Orami Toddler Moms (2)

Menjadi orang tua baru tentu hal yang sangat menyenangkan. Selain menambah keceriaan di dalam rumah, orang tua akan menemui banyak hal-hal baru yang berkaitan dengan Si Kecil.

Seperti pola asuh anak, metode MPASI seperti apa yang akan diterapkan, juga apa yang akan dilakukan ketika Si Kecil sakit, dan lain sebagainya.

Memasuki babak kehidupan baru sebagai ibu tentu wajib untuk selalu belajar, supaya kita tidak asal-asalan dalam mendidik Si Kecil.

Apalagi, zaman sekarang serba mudah untuk mendapatkan informasi. Seperti melalui internet, aplikasi parenting, WhatsApp, seminar, majalah, tabloid dan juga buku.

Namun yang perlu diingat, jika Moms mencari informasi melalui internet, pastikan sumbernya dari media yang kredibel, agar informasi yang diterima tidak asal-asalan.

Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru

Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru

Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru, Semua orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya. Kamu pasti ingin merawatnya dengan sepenuh jiwa. Sayangnya tidak semua orang tua melakukannya dengan cara yang tepat. Tidak jarang, beberapa kesalahan dilakukan karena merasa bingung.

Menjadi orang tua bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama pada pengalaman pertama. Itu sebabnya penting untuk mengenali kesalahan yang sering dilakukan orang tua baru, agar dapat menghindari kesalahan tersebut.

Mengenali Berbagai Kesalahan

Kedatangan seorang bayi tak seperti layaknya kita membeli barang yang sudah disertai dengan buku panduan. Berikut beberapa kesalahan yang umum dilakukan orang tua baru, yang bisa kamu pakai sebagai panduan:

  • Mudah terpengaruh orang lain
    Saat Si Kecil lahir, baik mertua atau orang tua biasanya ikut mendominasi caramu merawat bayi baru lahir. Atau, beragam informasi dari internet yang akan memengaruhi teknik perawatan bayi yang kamu lakukan. Padahal kamu dan Si Kecil punya ikatan batin yang sudah tercipta bahkan sebelum ia lahir. Untuk itu, kamu dapat mulai meyakini nalurimu sebagai ibu ketimbang mendengarkan saran dari orang lain yang belum tentu sesuai dengan apa yang dibutuhkan bayimu.
  • Sulit Terbiasa dengan Rutinitas Tidur yang Baru
    Bagi orang tua baru, tidur akan menjadi waktu yang sangat berharga. Kemungkinan orang tua baru hanya dapat tidur selama beberapa jam saja setiap malam. Namun setiap anak punya pola tidur yang berbeda, jadi jangan risau saat mendengar bayi orang lain memiliki waktu tidur yang lebih lama. Faktanya, 50% anak berusia 2 tahun masih terbangun di tengah malam. Jadi bukan hanya kamu yang merasakannya, melainkan juga banyak orang tua lainnya.
Perubahan yang Terjadi Saat Kita Jadi Orang Tua

Perubahan yang Terjadi Saat Kita Jadi Orang Tua

Perubahan yang Terjadi Saat Kita Jadi Orang Tua, Jakarta – Sebelum menikah, pernahkah Bunda berpikir seperti apa ketika memiliki anak? Membesarkan anak tentu penuh dengan kejutan ya Bun. Tidak peduli berapa banyak buku, forum parenting, atau artikel yang kita baca, tak ada yang bisa membuat kita benar-benar siap menjadi orang tua.

Jika diberikan kesempatan kembali ke masa sebelum memiliki anak, dan mengatakan pada diri sendiri apa yang belum kita ketahui akan dialami, mungkin ini yang akan Bunda katakan ke diri sendiri seperti dilansir Lifehacker:

1. Bahwa ‘Membuat Bayi’ Tidak Semudah Kedengarannya

Beberapa orang bisa bereproduksi semudah kelinci, tapi belum tentu untuk yang lain, itu tidak selalu terjadi.

Sebelum hamil, ada beberapa yang berpikir secara naif, pasangan bisa memiliki anak kapan pun, suami istri hanya tinggal berhubungan seks setiap hari selama sebulan dan berhasil. Namun, kenyataannya tubuh manusia tidak bekerja seperti itu.

Jadi jika sebelum menikah Anda berpikir suatu hari memiliki anak dan berencana hamil untuk jangka waktu tertentu, pertimbangkan memberikan diri Anda waktu tambahan dan cobalah untuk tidak stres karenanya.

detikHealth menuliskan umumnya usia kesuburan pada puncaknya di usia antara 20-24 tahun. Tapi rentang usia kesuburan puncak setiap wanita tidak sama. Kualitas ini akan menurun seiring pertambahan usia.

2. ‘Tekanan’ Jadi Orang Tua Baru

Kehadiran si kecil memang kita tunggu-tunggu. Tapi ketika diriya lahir, ada hal-hal yang bisa jadi membuat kita jet lag, dan terasa ‘menyiksa’ pada awalnya.

Sedang enak-enaknya tidur, si bayi yang baru berusia beberapa hari bangun dan menangis. Belum lagi terkadang kita nggak ngerti apa yang membuatnya menangis. Juga soal tantangan menyusui di masa-masa awal. Saya sering mendengar ibu-ibu yang putingnya lecet sampai mastitis karena belum punya cukup pengetahuan soal menyusui. Pasti sakit banget ya.

Beberapa ibu lainnya berurusan dengan upaya menurunkan berat badannya yang membengkak sampai tiga kali lipat seusai melahirkan. Kadang soal berat badan yang kelewatan ini bikin stres ya Bun.

Perubahan hormonal, kelelahan yang dihadapi, nggak heran jika beberapa ibu mengalami post partum depression. Butuh banget support system yang mumpuni untuk ibu-ibu ini.

Tapi kelak masa-masa yang berat dan ‘menyiksa’ ini justru jadi cerita dan kenangan indah. Ternyata kita sebagai ibu jauh lebih kuat daripada yang kita pikirkan.

3. Sering Susah Tidur

Masa sulit tidur tak hanya dialami saat baru melahirkan saja, Bun. Bahkan setelah anak-anak melewati masa bayi dan balita, Bunda bisa memiliki masalah tidur. Mimpi buruk di tengah malam, anak yang nggak mau tidur karena masih ingin main-main, urusan rumah yang belum beres meski sudah tengah malam.

Berat sih, Bun, tapi ada baiknya mencari cara agar Bunda dan si kecil nggak terbiasa tidur larut malam. Lebih baik tidur lebih cepat dan kemudian bangun lebih cepat sehingga hal-hal yang belum beres bisa kita bereskan di pagi hari.

4. Keluar Banyak Uang untuk Kebutuhan Bayi

Apa saja yang Bunda beli menjelang kelahiran si kecil? Biasanya kita keluar banyak uang untuk beli strollers, car seat, ayunan, kursi goyang, tikar bermain, tempat tidur bayi, teething rings, bibs, burp cloths, atau perlengkapan bayi lainnya.

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda part 3

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda part 3

Lanjutan 20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda part 3

#15 Luangkan Waktu

Sesibuk apapun kegiatan Anda, selalu luangkan waktu Anda untuk kebersamaan bersama anak. Sepulang Anda kerja, sempatkanlah bermain bersama anak atau membacakannya buku cerita.

Hal ini bertujuan meningkatkan ikatan antara anak dan orangtua sekaligus menunjukkan afeksi dan perhatian dari orangtua kepada anaknya.

#16 Pentingnya Keterbukaan

Ajarkan kepada anak Anda bahwa keterbukaan adalah hal yang penting. Hal ini juga berlaku pada orangtua. Sampaikan apapun perasaan Anda kepada anak menggunakan bahasa yang sesuai tentunya.

Hal ini akan meningkatkan kepercayaan anak Anda terhadap orangtua. Sehingga ia juga akan lebih mudah mengutarakan apa yang tengah ia rasakan. Bukan justru menjadi anak yang memendam segala hal yang ia pikirkan atau rasakan.

lihat artikelnya : 20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda part 2

#17 Ajak Keluar Rumah

Selalu luangkan akhir pekan Anda untuk pergi bersama anak Anda. Selain menghilangkan kebosanan anak, hal ini juga dapat meningkatkan ikatan antara anak dan orangtua.

Anda bisa melakukan hal-hal sederhana seperti bermain di lapangan, bersepeda atau jalan-jalan ke tempat wisata.

#18 Buat Ceria Keadaan

Sepusing dan serumit apapun pekerjaan Anda di luar, jangan pernah membawanya ke dalam rumah. Jangan sampai Anda justru membawa negative vibes ke dalam rumah.

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda, Part 2

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda, Part 2

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda, Part 2

#4 Mengakui Kesalahan

Orangtua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik bagi anaknya. Jangan sampai orangtua justru merasa sebagai sosok yang paling benar dan tidak bisa salah.

Bila Anda melakukan kesalahan, akui kesalahan tersebut. Dengan demikian, anak Anda akan memiliki karakter yang besar hati dan mau mengakui kesalahan.

#5 Selalu Jawab Pertanyaannya

Pada masa pertumbuhan, anak-anak akan sering mengeluarkan pertanyaan “apa” dan “kenapa”.

Tak jarang pertanyaan tersebut sebenarnya tidak terlalu penting hingga kita malas menanggapinya. Padahal rasa penasaran anak-anak tersebut akan menggiring mereka menjadi sosok yang kritis.

Oleh karena itu pastikan Anda menjawab segala pertanyaannya. Jangan sampai mengabaikannya hingga membuatnya malas bertanya lagi.

#6 Punya Tujuan Pengasuhan

Masih banyak orangtua yang tidak mempunyai tujuan pengasuhan secara jelas. Kebanyakan sekadar mendidik anak mereka tanpa pola dan indikator yang jelas. Padahal tujuan pengasuhan merupakan hal yang penting dalam smart parenting.

Orangtua sebaiknya membuat tujuan pengasuhan sejak anak dilahirkan. Hal yang sebaiknya disiapkan adalah kesepakatan dengan pasangan, prioritas apa yang akan diberikan kepada anak, dan bagaimana pendekatan yang akan dilakukan.

#7 Tanggung Jawab Penuh

Tanggung jawab penuh wajib hukumnya bagi para orangtua. Meski saat ini kebanyakan anak diasuh oleh para babysitter atau mertua, hal ini bukan berarti orangtua bisa meninggalkan pengasuhan anak untuk fokus bekerja.

Sosok ibu dan ayah harus tetap selalu berada pada sisi anaknya. Kurangnya waktu kebersamaan dapat membuat ikatan orangtua dan anak merenggang. Dampaknya, anak tidak akan terbuka pada orangtua dan cenderung abai.

#8 Beri Apresiasi

Sebagai orangtua jangan lupa untuk memberi pujian ketika anak berhasil mencapai sesuatu. Apresiasi tak perlu berupa hadiah, cukup berupa ucapan selamat.

Dengan mendapatkan apresiasi, anak akan merasa dihargai usahanya serta semakin termotivasi untuk mendapatkan apresiasi lainnya.

#9 Jangan Mengritik Berlebihan

Anak-anak pasti akan sering melakukan kesalahan baik yang disengaja atau tidak. Sebagai orangtua, tugas kita adalah mengingatkan kesalahan tersebut dan dampak apa yang dapat ditimbulkan.

Namun jangan sampai penyampaian kita berubah menjadi kritik berlebihan. Bila terus mendapatkan kritik, mental anak bisa saja jatuh. Hal ini bisa berujung pada keengganan untuk mencoba sesuatu karena takut akan mendapat kritik berlebihan.

#10 Memberikan Bekal

Orangtua adalah sumber pengetahuan pertama bagi anak, oleh karena itu sudah sepantasnya para orangtua memberi bekal pengetahuan sebelum anak belajar di sekolah.

Bekal yang harus diajarkan sejak dini adalah pemahaman soal ibadah dan agama hingga pendidikan seksual.

Hal ini bertujuan agar anak sudah terlebih dahulu dasarnya sehingga di sekolah hanya berupa pemahaman lebih lanjut.

lihat artikelnya : 20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda part 1

#11 Berani Menolak

Keinginan seorang anak pasti sangatlah beragam dan banyak sekali. Namun, sebagai orangtua kita tidak harus memenuhi segala keinginannya.

Dalam memberikan penolakan upayakan beri alasan yang jelas di balik penolakan tersebut.

Hal ini bertujuan agar anak menyadari bahwa terdapat hal-hal yang tidak selamanya bisa ia peroleh. Jika keinginannya selalu dituruti juga dapat membuat anak menjadi sosok yang manja dan enggan berusaha.

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda part 1

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda part 1

20 Tips Parenting untuk Keluarga, Menjadi keluarga baru memang hal yang cukup menyulitkan, apalagi bila sudah masuk fase parenting. Pasalnya, parenting merupakan langkah awal yang membentuk karakter seorang anak.

Masa depan anak banyak dipengaruhi oleh pola asuh orangtua. Oleh sebab itu, pastikan Anda menerapkan pola parenting yang tepat.

Berikut tips yang bisa dijadikan acuan dalam pola asuh para orangtua.

Smart Parenting untuk Orangtua Milenial

Orangtua atau keluarga merupakan tempat pertama pembelajaran bagi anak. Oleh karena itu, sesungguhnya sikap dan karakter anak dibentuk pertama kali di rumah. Sekolah hanya berfungsi untuk mematangkan dan menyempurnakan karakter tersebut.

Dalam melakukan parenting tentu tidak secara asal-asalan, melainkan harus disiapkan sejak dini.

Parenting yang baik tentu harus memiliki pola didik, gaya mengasuh, hingga cara berkomunikasi yang baik agar terbentuk sikap dan karakter anak yang diinginkan.

Biasanya para orangtua memilih untuk menyekolahkan anaknya sedini mungkin agar bisa mempercepat proses perkembangan kognitif anaknya. Nyatanya, usia tiga hingga lima tahun sebenarnya merupakan masa bermain anak.

Pada fase ini, anak akan mengoptimalkan perkembangan psikomotorik kasar yang melatih keseimbangan, konsentrasi dan koordinasi tubuhnya.

Memberikan pembelajaran di luar hal-hal tersebut secara intens justru mungkin menghambat tumbuh kembangnya.

Oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda harus benar-benar mengoptimalkan smart parenting sejak di rumah. Hal ini bertujuan agar anak Anda benar-benar memiliki karakter dan sikap seperti yang dikehendaki para orang tuanya.

Orangtua adalah sosok kunci dalam hal ini, selalu memberikan pendampingan dan perhatian sejak dini adalah hal yang harus dilakukan.

Kedekatan dan ikatan yang terbentuk akan membuat karakter anak sesuai dengan yang dikehendaki oleh para orangtua.

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda Indonesia

Berikut adalah 20 tips yang bisa dicoba oleh para orangtua untuk melakukan parenting terhadap anaknya.

#1 Jangan Menentukan Apa yang Harusnya Ia Suka

Setiap anak pasti memiliki kehendak yang diinginkan, seperti hobi dan hal-hal lain yang ia suka. Sebagai orangtua, sebaiknya Anda tidak turut “memaksa” apa yang harus disukai si anak atau melarangnya.

Birth Injury Lawyer?

Birth Injury Lawyer?

Birth Injury Lawyer merupakan bantuan hukum yang diberikan kepada anak-anak atau keluarga yang mengalami kerugian akibat kelalaian petugas medis saat menangani persalinan. Bantuan tersebut ditujukan agar pihak yang mengalami kerugian dapat memeroleh kompensasi dan keadilan.

Kelalaian yang terjadi saat petugas medis melakukan penanganan terhadap pasien saat persalinan dapat mengakibatkan hal-hal serius seperti kecacatan, rasa trauma hingga kematian. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh para pengacara untuk menangani permasalahan tersebut yakni :

  1. Menjadi benteng perlindungan bagi pasien untuk menghadapi petugas medis atau pihak rumah sakit yang melakukan kelalaian
  2. Membawa kasus ke ranah hukum atau pengadilan sesuai prosedur yang berlaku
  3. Mengumpulkan bukti pendukung seperti kesaksian orang yang terlibat serta catatan medis pasien
  4. Membantu memperjuangkan kompensasi finansial pasien/korban

Uang tidak selalu dapat menyelesaikan masalah, oleh karena itulah peran pengacara diperlukan untuk memperjuangkan keadilan bagi korban yang bersangkutan. Setiap kasus memiliki titik masalah yang berbeda.

Beberapa hal yang membuat petugas medis dapat dikatakan lalai di antaranya yakni gagal mendiagnosis infeksi pada ibu atau janin, menggunakan alat yang tidak seharusnya sehingga mengakibatkan kerusakan fisik pada bayi, hingga salah memberi obat.

Permasalahan yang dapat menyebabkan kerusakan fisik permanen, rasa trauma hingga kematian tidak dapat diganjar oleh uang. Maka, peran pengacara dalam hal ini ialah untuk memastikan bahwa petugas medis yang melakukan kesalahan akan mendapat ganjaran setimpal atas kelalaiannya.

Inilah Dalil Berqurban dan Aqiqah

Inilah Dalil Berqurban dan Aqiqah

Dalil Berqurban dan Aqiqah. Qurban secara etimologi berasal dari kata qariba-yaqrabu-qurban yang berarti dekat. Maka, secara istilah dapat disimpulkan sebagai upaya untuk mendekatkan diri melalui ibadah qurban tersebut. Qurban dalam hal ini ialah menyembelih hewan ternak seperti kambing, domba, sapi atau unta.

Hari qurban biasanya dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijah atau hari raya Idul Adha. Hukumnya ialah sunah muakkad. Selain menyembelih hewan ternak pada hari raya Idul Adha, umat islam juga mengenal istilah aqiqah yang artinya memutus atau melubangi. Masyarakat mengenalnya sebagai upaya untuk mewujudkan rasa syukur atas kelahiran seorang anak dengan menyembelih kambing dan membagikannya.

Lalu, apa dalil bagi kedua ibadah tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Melalui surat Al Kautsar Ayat 2 Allah swt. telah memerintahkan ibadah qurban setelah ibadah sholat sebagai berikut :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

 “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”

Penasaran dengan Makna Mimpi Melahirkan Seorang Bayi Laki-laki?

Penasaran dengan Makna Mimpi Melahirkan Seorang Bayi Laki-laki?

Penasaran dengan Makna Mimpi Melahirkan Seorang Bayi Laki-laki?, Seorang bayi lelaki diharapkan dapat tumbuh sebagai seorang yang gagah dan berani. Setidaknya, itulah dambaan setiap orang tua yang mengharapkan kehadiran seorang putra. Namun, bagaimanakah makna kelahiran seorang bayi laki-laki yang terjadi di dalam mimpi? Simak ulasan berikut ini!

Mimpi Melahirkan Seorang Bayi Laki-laki

Bermimpi pengalaman melahirkan seorang bayi laki-laki merupakan pertanda keberuntungan. Keberuntungan tersebut mencakup segala hal yang baik misalnya di dalam lingkup keluarga atau karir. Jika berhasil memaknainya dengan baik, tentunya mimpi ini bisa menjadi motivasi untuk terus berusaha hingga mencapai keberuntungan itu.

Mimpi Hamil dan Melahirkan Seorang Bayi Laki-laki di Luar Nikah

Meski terasa kurang baik, namun alur cerita semacam ini sangat mungkin terjadi di dalam mimpi dan bukan berarti si pemimpi akan mengalami kejadian yang persis seperti di dalam mimpinya. Memimpikan kehamilan hingga melahirkan seorang bayi lelaki di luar ikatan pernikahan merupakan tanda akan mendapatkan ujian dalam hidup.

Mimpi Melihat Orang Lain Melahirkan Bayi Laki-laki

Hampir sama dengan mimpi sebelumnya, makna mimpi melihat orang lain melahirkan bayi lelaki adalah sebuah pertanda akan memeroleh ujian di dunia karir atau di kehidupan sosial. Meski begitu, hal ini dapat menjadi motivasi untuk terus melakukan hal baik dalam hidup.

lihat artikelnya : 12-cara-menghilangkan-anak-kecanduan-gadget/

Mimpi Melahirkan Seorang Bayi Laki-laki Secara Normal

Hal ini menandakan bahwa Anda sedang mendambakan kemudahan dalam hidup. Selain itu, mimpi tersebut juga dapat dimaknai bahwa babak baru akan segera dimulai dan akan terasa menyenangkan.

Mimpi Melahirkan Seorang Bayi Laki-laki yang Akhirnya Meninggal

Mimpi ini menunjukkan bahwa Anda mungkin akan menemukan sebuah kegagalan dalam hidup, terutama kegagalan atas apa yang dicita-citakan. Namun, tetaplah semangat dan terus berusaha.

Mimpi Melahirkan Seorang Bayi Laki-laki Saat Belum Menikah

Mimpi semacam ini dapat menunjukkan bahwa mungkin ada orang lain yang  kurang senang dengan kesuksesan yang Anda alami. Agar terhindar dari hal tersebut, bersikaplah dengan baik terhadap semua orang.

Dengan berbagai macam latar cerita yang berbeda, masing-masing mimpi memiliki makna tersendiri. Namun, segala hal hanya akan terjadi sesuai kehendak-Nya. Maka, sudah sepatutnya kita berusaha dan bertawakkal kepada Allah swt.

Sumber :

Team : Penulis Aqiqah Saung Domba ( Evie Nur )

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain