Hukum Aqiqah Sesuai Syari’at Islam

Hukum Aqiqah Sesuai Syari’at Islam

Bagaimana sih hukum aqiqah sesuai syariat islam, ini akan terus menjadi pertanyaan yang akan keluar bagi yanda dan bunda yang akan mendapatkan anugerah malaikat kecil yang di berikan allah untuk kita

Mendapatkan buah hati merupakan salah satu impian bagi pasangan yang telah menikah. Sebagian besar pasangan, terutama yang beragama muslim kerap mengungkapkan rasa suka cita melalui acara syukuran dengan mengundang keluarga dan tetangga sekitar. Acara ini biasanya diselenggarakan pada hari ketujuh atau lebih dikenal dengan istilah Aqiqah.

Menurut kitab karangan Syekh Syarqowi berjudul ‘Hasyiyatus Syarqowi ala Thullab bi Syarhit Tahrir, pelaksanaan Aqiqah dihukumi sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan sebagai salah satu bentuk ibadah. Namun, jika acara Aqiqah telah dinazarkan sebelumnya maka hukumnya menjadi wajib.

Jika merujuk pada bahasa Arab, Aqiqah berarti memutus atau melubangi. Sedangkan secara istilah yang lebih banyak dikenal, Aqiqah merupakan sebuah aktivitas ibadah yang dilakukan dengan cara menyembelih hewan berupa kambing sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya seorang anak.

Hadist riwatat Bukhari bahkan menyatakan : Dari Salman bin “Amir Adh Dhabbi, ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Pada (setiap) anak lelaki (yang lahir) harus diaqiqahi, maka sembelihlah (Aqiqah) untuknya dan hilangkan gangguan darinya”y