rangkaian doa dalam aqiqah

Rangkaian Doa-doa Saat Melaksanakan Aqiqah

ada beberapa rangkaian saat melaksanakan , salah satunya dengan doa kami telaha merangkum rangkaian doa – doa dalam melaksanakan aqiqah.

Do’a yang Dibaca Saat Memotong Hewan Aqiqah

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ

Artinya : “Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya … (Lafalkan Nama Bayi).”

Do’a yang Dibaca Saat Mencukur Rambut Bayi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللّٰهُمَّ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ، اَللّٰهُمَّ سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya : “Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasulullah SAW, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Baca Juga Artikel : Hakikat Niat dalam Melaksanakan Aqiqah

Do’a yang Dibaca Saat Meniup Ubun-ubun Bayi

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّ يَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”

Do’a Walimatul Aqiqah

اَللّٰهُمَّ احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَاعَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَ إِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَاتَجْعَلْنَا وَ إِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَالظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ

Artinya : “Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

Rating: 5 out of 5.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Hakikat Niat dalam aqiqah

Hakikat Niat dalam Melaksanakan Aqiqah

Di dalam syariat Islam, melaksanakan aqiqah merupakan sebuah ibadah. Tentunya untuk mengikuti ajaran tersebut memerlukan niat. Lalu bagaimanakah hakikat niat dalam melaksanakan aqiqah? Apakah harus menggunakan bahasa Arab? Atau diperbolehkan menggunakan bahasa yang dikuasai?

Untuk sebuah niat, dalam hal ini niat untuk melaksanakan aqiqah perkara bahasa niat tidak dipermasalahkan. Tidak ada larangan untuk menggunakan bahasa selain bahasa Arab. Namun, tetap memiliki patokan terkait adab-adab meniatkan suatu ibadah yang tidak dapat diucap sembarangan melainkan harus dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh.

Meski begitu, terdapat pendapat lain yang menyatakan bahwa melafalkan niat dalam bahasa Arab lebih diutamakan. Di sisi lain, banyak pula yang kurang memahami makna dari apa yang dibaca, dalam hal ini niat untuk aqiqah karena bahasanya. Aqiqah merupakan ibadah yang dihukumi sunnah muakkad yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh mulai dari niat hingga pelaksanaannya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam agama Islam, niat merupakan salah satu rukun ibadah yang penting seperti apa yang pernah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Bukhari bahwasanya segala amal ibadah bergantung pada niatnya dan kita bisa mendapatkan sesuatu berdasarkan apa yang diniatkan.

Baca Juga Artikel : Hukum Aqiqah Sesuai Syariat Islam

Dari pernyataan tersebut, maka jelaslah bahwa hakikat niat memiliki keutamaan dalam sebuah ibadah, termasuk ibadah aqiqah. Saat hendak menyembelih binatang untuk ibadah aqiqah disunnahkan untuk membaca

بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan

Artinya: “Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dariMu dan untukMu. Ini adalah aqiqoh (sebutkan nama bayi yang diaqiqahi).”

Pada bagian akhir niat dianjurkan untuk menyebutkan bagi siapa aqiqah tersebut dilakukan. Namun, berdasarkan pernyataan Ibnul Mundzir jika seseorang hanya mengucap bismillah tanpa melafalkan niat saat hendak menyembelih binatang aqiqah, hal itu sudah mencukupi niat ibadah aqiqah (Tuhaftul Mauduud fii Ahkamil Maulud (1/93)).

Maka dapat dikatakan bahwa mengucap basmalah dan niat tanpa mengikutsertakan bagi siapa aqiqah tersebut diberikan sudah memenuhi rukun niat. Itulah sedikit ulasan mengenai hakikat niat dalam ibadah aqiqah.

Rating: 5 out of 5.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Hukum Aqiqah Sesuai Syari’at Islam

Hukum Aqiqah Sesuai Syari’at Islam

Bagaimana sih hukum aqiqah sesuai syariat islam, ini akan terus menjadi pertanyaan yang akan keluar bagi yanda dan bunda yang akan mendapatkan anugerah malaikat kecil yang di berikan allah untuk kita

Mendapatkan buah hati merupakan salah satu impian bagi pasangan yang telah menikah. Sebagian besar pasangan, terutama yang beragama muslim kerap mengungkapkan rasa suka cita melalui acara syukuran dengan mengundang keluarga dan tetangga sekitar. Acara ini biasanya diselenggarakan pada hari ketujuh atau lebih dikenal dengan istilah Aqiqah.

Menurut kitab karangan Syekh Syarqowi berjudul ‘Hasyiyatus Syarqowi ala Thullab bi Syarhit Tahrir, pelaksanaan Aqiqah dihukumi sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan sebagai salah satu bentuk ibadah. Namun, jika acara Aqiqah telah dinazarkan sebelumnya maka hukumnya menjadi wajib.

Jika merujuk pada bahasa Arab, Aqiqah berarti memutus atau melubangi. Sedangkan secara istilah yang lebih banyak dikenal, Aqiqah merupakan sebuah aktivitas ibadah yang dilakukan dengan cara menyembelih hewan berupa kambing sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya seorang anak.

Hadist riwatat Bukhari bahkan menyatakan : Dari Salman bin “Amir Adh Dhabbi, ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Pada (setiap) anak lelaki (yang lahir) harus diaqiqahi, maka sembelihlah (Aqiqah) untuknya dan hilangkan gangguan darinya”y