fbpx
Dampak Positif dan Negatif Saat Anak Melihat Pertengkaran Orang Tua

Dampak Positif dan Negatif Saat Anak Melihat Pertengkaran Orang Tua

Mereka mungkin tidak memahami apa yang diucapkan oleh orang tuanya. Akan tetapi mereka sedang merekam hal tersebut
 
3. Belajar tentang Emosi
Ternyata bertengkar di depan anak tak hanya memiliki dampak negatif. Ada dampak positif yang bisa didapat si kecil selama pertengkaran tersebut terjadi dengan lebih sehat. Richard Gallagher, Ph.D., direktur Parenting Institute, Child Study Center di New York University, AS, mengatakan bahwa anak-anak perlu tahu bahwa pasangan yang bahagia pun bisa tidak sepakat tentang suatu hal dan bahwa kemarahan adalah emosi yang wajar. Dari sini mereka akan belajar bahwa manusia bisa merasakan berbagai emosi.
 
4. Belajar Mengungkapkan Perasaan
Terapis perkawinan dan keluarga di Denver, AS, Susan Heitler, Ph.D., mengatakan bahwa dengan melihat pertengkaran orang tuanya, anak-anak akan belajar bahwa kita semua perlu mengungkapkan perasaan. Susan menjelaskan bahwa ketika anak-anak tidak pernah belajar mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya, mereka mungkin akan tumbuh dengan selalu menekan perasaan negatif mereka dan bahkan memercayai bahwa konflik tidak akan pernah bisa diselesaikan secara konstruktif.
 
5. Belajar Menyelesaikan Masalah
Tahukah Anda ketika Anda memalsukan keadaan Anda dengan suami dengan mengatakan, “Tidak ada apa-apa, nak” pada si kecil yang telah melihat pertengkaran Anda, maka hal ini bisa berdampak negatif pada bagaimana ia bisa menyelesaikan masalah di kemudian hari. Mereka jadi tidak akan punya keterampilan untuk menghadapi benturan dengan temannya, bosnya, atau dalam hubungan romantisnya kelak. Sebab, ia terbiasa dengan ‘menutupi’ sebuah masalah. Ternyata si kecil ada di sekitar Anda dan menonton pertengkaran orang tuanya. Dampak Anak Melihat Pertengkaran
 
Nah, agar perselisihan Anda bisa menghadirkan sesuatu yang positif untuk dipelajari si kecil, maka pastikan Anda bijak saat bertengkar. Tenangkan diri masing-masing, fokus pada perilaku pasangan yang membuat Anda marah (bukan pada orangnya), dan hindari berlarut-larut.

Sumber Foto : Pixabay

Sumber Tulisan : Parents.co.id

Butuh catering Juga call US : www.roemah kebun catering.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *