Hukum Aqiqah Sesuai Syari’at Islam

Hukum Aqiqah Sesuai Syari’at Islam

Sedangkan tata caranya ialah dengan menyembelih 2 ekor kambing bagi bayi lelaki, sementara bagi bayi perempuan diaqiqahi dengan satu ekor kambing. Adapun waktu pelaksanaannya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran dan disunnahkan menyembelih kambing saat fajar menyingsing.

Namun, jika terdapat uzur tertentu yang menyebabkan pelaksanaan Aqiqah tidak dapat dilaksanakan pada hari ketujuh, maka dapat dilaksanakan pada tujuh hari kedua atau kelipatan berikutnya.

Meski kebanyakan pasangan telah merencanakan Aqiqah saat bayi masih berada dalam kandungan, tak sedikit pasangan yang belum sanggup melaksanakan Aqiqah pada waktu yang dianjurkan karena keadaan fakir. Maka, dalam keadaan tersebut, tidak diperintahkan untuk melaksanakan Aqiqah. Sebaliknya, jika keadaan orang tua termasuk berkecukupan, maka pelaksanaan Aqiqah menjadi ibadah yang dianjurkan.

Lihat juga:Hamil Dan Ramadan, Fase Terbaik Tanamkan Nilai Islam Pada Janin Dalam Kandungan

Jika bayi tersebut telah tumbuh dewasa dan belum diaqiqahi, maka hukum aqiqah gugur atau tidak masalah jika tidak dilaksanakan. Namun, hendaknya umat muslim melaksanakan apa yang telah dianjurkan dalam agama, terutama jika berada dalam kondisi berkecukupan, karena selain menjadi bentuk rasa syukur, Aqiqah juga dapat menjadi sarana bersedekah.

Sumber :

Team : Penulis Aqiqah Saung Domba ( Evie Nur )

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *