Hukum Makan Daging Aqiqah Bagi Keluarga yang Melaksanakan

Hukum Memakan Daging Aqiqah Bagi Keluarga yang Melaksanakannya

Pertanyaan mengenai hukum memakan daging aqiqah bagi keluarga yang melaksanakannya kerap muncul. Ada beberapa dalil yang menunjukkan bahwa keluarga diperbolehkan mengonsumsi daging aqiqah yang disembelih, di antaranya :

Pendapat as-Syafi’i

Ibnu Qudamah pernah mengatakan bahwa aturan daging aqiqah ialah boleh dimakan, dihadiahkan atau disedekahkan sama halnya dengan aturan daging qurban berdasarkan pendapat as-Syafii.

Beliau juga menyimpulkan bahwa aqiqah diqiyaskan dengan berkurban dan ibadah ini tidaklah wajib. Karena memiliki kesamaan dari sifat dan sunah, ukuran hingga syaratnya maka penyalurannya pun serupa sebagaimana pendapat as-Syafii.

Baca Juga Artikel : Sunnah – Sunnah Dalam Ibadah Aqiqah

Serupa dengan Aturan Ibadah Qurban

Aturan dalam ibadah aqiqah serupa dengan ibadah qurban yang memperbolehkan keluarga untuk mengonsumsi sebagian daging yang diqurbankan. Hal ini didasari oleh Qs. Al-Haj ayat 28 yang artinya :

“Makanlah dari sebagian hewan qurban itu dan berikan kepada orang yang sangat membutuhkan” (Qs. Al-Haj: 28).

Pendapat Imam Malik

Beliau pernah mengatakan “saya suka jika shohibul qurban memakan daging qurbannya karena Allah berfirman “Makanlah bagian dari hewan qurban”, kemudian Ibnu Wahb juga pernah mengatakan pernah menanyakan hal ini kepada Al-Laits dan dijawab dengan jawaban yang sama. Keterangan ini terdapat di dalam Tafsir Ibn Katsir, 5/416, hukum makan daging aqiqah.

Keterangan dari A’isyah radhiallahu ‘anha

Aqiqah yang sesuai dengan sunah ialah 2 ekor kambing bagi anak lelaki dan seekor kambing bagi anak perempuan. Dimasak utuh dengan tulangnya, tidak pecah dan dimakan sendiri, diberikan kepada orang lain serta disedekahkan, hukum makan daging aqiqah

Menurut Ibnu Utsaimin, maksud dari tulang yang tidak pecah ialah filosofi membangun sikap optimis terhadap keselamatan anak dan tidak mengalami kecelakaan atau masalah atas badannya. Meski begitu, beliau juga menjelaskan bahwa tidak ada dalil yang terkait dengan pernyataan tersebut.

Berdasarkan keterangan-keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa keluarga yang melaksanakan ibadah aqiqah diperbolehkan mengonsumsi sebagian dagingnya. Selain itu, dianjurkan untuk membagikannya kepada tetangga atau orang-orang sekitar serta mereka yang membutuhkannya sebagai wujud rasa syukur. Dengan ini maka jelaslah aturan pembagian daging aqiqah tersebut.

Hubungi Unit Usaha Kami Yang Lain

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *