Tahapan Melahirkan Secara Normal

Tahapan Melahirkan Secara Normal, Persalinan merupakan proses yang ditunggu-tunggu oleh para Ibu. Melahirkan dengan prosedur normal menjadi pilihan karena pembiayaannya yang lebih terjangkau dan sebagian berpendapat bahwa melahirkan secara normal menjadi bukti pengorbanan seorang Ibu. Berikut ini merupakan tahapan-tahapan saat menjalani proses persalinan secara normal.

Tahap Pertama dalamTahapan Melahirkan Secara Normal

Tahap awal ini dibagi menjadi dua fase, fase pertama adalah pembukaan serviks secara lambat selebar 3 cm. Sedangkan fase kedua terdiri dari akselerasi, steady dan deselerasi. Di tahap pertama pembukaan ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah yang diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah kapiler di area karnalis servikalis.  Rahim akan berkontraksi secara berkala untuk mendorong bayi ke jalan lahir. Secara keseluruhan, tahap ini dinyatakan sempurna saat mencapai lebar 10 cm. Rasa sakit yang luar biasa akan dirasakan pada tahap ini termasuk rasa mulas dan tekanan seakan hendak buang air besar.

Tahap Kedua dalam Tahapan Melahirkan Secara Normal

Proses kedua merupakan waktu bayi siap dikeluarkan. Ibu akan merasakan mulas yang semakin sering. Pada tahap ini kepala bayi terus bergerak turun dan memasuki area panggul hingga menekan otot-otot dasar sehingga Ibu reflek mendorong bayi dengan mengedan.

Meski pembukaan belum sempurna, biasanya akan ada tekanan yang besar untuk melakukan dorongan. Pada tahap ini dokter atau bidan akan terus memberikan arahan untuk mendorong bayi  secara perlahan maupun sebaliknya sesuai keadaan yang terjadi.

Namun ada pula kemungkinan sang Ibu tak merasakan tekanan untuk mendorong bayi meski pembukaan telah berjalan sempurna. Hal ini disebabkan karena bayi bergerak di area panggul untuk mengubah posisi kepala saat mencari jalan keluar.

Biasanya dokter atau bidan akan memberikan anestesi epidural kepada sang Ibu yang disuntikkan di area punggung untuk meminimalisir rasa sakit di sekitar vagina, rahim hingga leher rahimnya. Jika daya dorong rendah, dokter atau bidan yang menangani persalinan akan memandu Ibu untuk mengupayakan pendorongan. Perlahan Ibu akan mulai merasakan keluarnya kepala bayi saat vulva terbuka dan perineum meregang. Dokter atau bidan akan mulai mempertimbangkan pemotongan area perineum untuk mencegah terjadinya robek akibat tekanan bayi.

Tahap Ketiga dalam Tahapan Melahirkan Secara Normal

Pada tahap ini bayi sudah dapat keluar dengan selamat dengan plasenta mengikuti setelahnya. Meski begitu, Ibu terkadang masih merasakan keinginan untuk mendorong secara ringan. Volume darah minimal yang dikeluarkan saat proses pengeluaran plasenta kira-kira sekitar 100 hingga 200 cc. Setelah plasenta dirasa sudah lepas dari dinding rahim, dokter atau bidan akan mulai membersihkannya dan melakukan tindakan epiostomi bila diperlukan.

Tahap Keempat dalam Tahapan Melahirkan Secara Normal

Tahap ini memuat proses pengawasan pasca persalinan normal dilakuka. Dokter atau bidan akan mengamati apa yang dialami oleh Ibu seperti pendarahan. Pada beberapa kasus Ibu bayi dapat mengeluarkan darah dalam jumlah yang cukup banyak akibat lemahnya kontraksi pada otot-otot rahim. Sedikitnya perlu waktu selama dua jam untuk mengamati hal ini.

Setelah Membaca Tahapan Melahirkan Bayi Tersebut Anda Juga Harus Mempersiapkan Menjadi Orang Tua

Lihat Artikelnya : 10 Persiapan Menjadi Orang tua