fbpx

Ketahui Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Dikaruniai buah hati tentu menjadi kebahagiaan yang tidak terhingga oleh semua orang tua, terlebih
bagi para pasangan suami istri yang sudah menunggu cukup lama akan kehadiran si jabang bayi.
Dari kehadiran sang buah hati yang lahir ke dunia inilah, utamanya umat muslim disunnahkan untuk
melaksanakan aqiqah. Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur akan hadirnya sang jabang bayi ke
dunia.
Tentu kita telah mengetahui, bahwa aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan memiliki persyaratan
yang berbeda. Dimana laki-laki menggunakan 2 kambing, dan perempuan menggunakan 1 kambing.
Lalu apa sebenarnya aqiqah itu?
Pengertian aqiqah
Merujuk pada bahasa arab, aqiqah memiliki makna yakni memutus dan juga melubangi. Dimana
dalam pengertian umum aqiqah merupakan aktivitas ibadah yang menyembelih hewan berupa
kambing sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya seorang anak.
Hukum dari aqiqah sendiri berbeda dari pendapat beberapa pendapat para ulama. Terdapat
pendapat yang menyebutkan jika aqiqah memiliki sifat yang wajib, dan ada pula pendapat yang
mengatakan ibadah aqiqah adalah sunnah mu’akad, bahkan ada pendapat yang menyebut jika
sunnah saja.
Dan dari beberapa pendapat tersebut yang paling shahih merupakan pendapat yang menyebutkan
jika hukum aqiqah merupakan sunnah mu’akad. Maknanya, ibadah aqiqah merupakan ibadah yang
dianjurkan untuk di laksanakan.

Sumber dalil
Sebagai umat muslim tentu pelaksanaan aqiqah untuk anak laki-laki ataupun perempuan didasarkan
pada tuntunan nabi melalui hadist Nabi, “semua bayi tergadai dengan aqiqahnya pada hari
ketujuh dengan menyembelih hewan dan diberi nama serta dicukur rambutnya.” (HR. Abu Dawud,
Tirmidzi, dan lainnya)

Dalam Hadist Riwayat Bukhari, Rasulullah juga bersabda yang mana “ aqiqah di laksanakan karena
kelahiran bayi maka sembelihlah dewan dan hilangkanlah gangguan darinya.”
Dari sini dapat kita simpulkan jika aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan merupakan ibadah
sebagai ucapan syukur atas kelahiran bayi yang dilaksanakan pada hari ke 7 setelah si kecil lahir.
Dapat juga dilaksanakan pada hari ke 14-21 hari setelahnya.
Seperti hadist Nabi, Abdullah Bin Buraidah dari ayahnya menyebutkan jika Nabi bersabda
“Aqiqah itu menyembelih di hari ketujuh atau hari ke-14 atau ke-21” (HR. Baihaqi)
Hukum melaksanakan aqiqah saat dewasa
Seperti yang disebutkan di atas bahwa pelaksanaan aqiqah untuk anak dilaksanakan pada hari ke-7
dan hari kelipatannya. Lalu bagaimana jika pelaksanaannya melebihi hari tersebut atau saat anak
sudah dewasa. Ada beberapa pendapat yang menyebutkan jika sudah dewasa maka kewajiban atau
tanggungan aqiqah tersebut sudah lepas atau tidak berlaku lagi.
Namun ada juga pendapat yang menyatakan, pelaksanaan aqiqah tidak bergantung pada waktu-
waktu tersebut. Jika kondisi dari orang tua memiliki kesulitan secara  finansial, maka aqiqah untuk
anak laki-laki maupun perempuan dapat dilaksanakan pada saat orang tua tersebut mampu untuk
melaksanakannya.
Paling penting pelaksanaan aqiqah sesuai dengan tata cara yang telah disunnahkan dengan
persyaratan aqiqah untuk anak laki-laki 2 ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor
kambing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *