Usia Paling Ideal Untuk Hamil

Usia Paling Ideal Untuk Hamil

Pasangan yang telah menikah pastinya akan menantikan kehadiran sang buah hati. Banyak cara yang dilakukan orang-orang untuk mendapatkan anak, misalnya seperti melalu bayi tabung, dll. Keinginan wanita untuk bisa cepat memiliki bayi terkadang juga karena dilatarbelakangi oleh tuntutan keluarga, atau rasa iri melihat teman atau saudara yang telah dikarunia buah hati terlebih dahulu.

Namun sebenarnya pada usia berapakah wanita dinilai ideal untuk hamil?

Menurut para peneliti dan beberapa studi usia ideal untuk wanita hamil yaitu di awal usia 20 tahun. Dapat dikatakan pada usia 21 sampai 23 tahun adalah peristiwa terbaik untuk hamil dan memiliki bayi.

Karena mereka yang berusia di awal 20 tahun ini biasanya lebih mudah terbangun di malam hari untuk mengurus keperluan mendesak pada sang bayi, misalnya seperti mengganti popok, memberi susu atau ASI. Sedangkan jika yang mengalami itu adalah wanita yang lebih dari usia 20 tahun untuk bayi pertamanya. Hal ini lebih cenderung menimbulkan masalah bagi wanita tersebut, terutama rasa frustasi.

baca juga : Tanda-tanda Kehamilan Anak Perempuan

Memiliki anak di umur berapapun memang selalu berdampak menyenangkan bagi ibu dan keluarga, namun perlu Anda pikirkan juga jika Anda sudah berusia tidak lagi muda. Semua kehamilan memiliki risiko, dan ternyata risiko-risiko tersebut semakin meningkat pada kehamilan di usia tua. Angka kematian ibu naik secara tetap dari 9 per 100.000 pada usia 25-29 tahun menjadi 66 per 100.000 sesudah usia 40 tahun. Hal ini dapat disimpulkan bahwa risiko kematian ibu meningkat pesat seiring dengan bertambahnya usia ibu saat hamil dan melahirkan. Selain itu, karena sel telur wanita telah diproduksi sejak lahir maka ketika semakin tua seorang wanita mengandung maka resiko untuk terjadinya abnormalitas dalam kehamilan cenderung akan semakin besar. Gangguan dalam kehamilan ini tidak hanya dapat mengancam janin yang dikandung, namun juga dapat mengancam nyawa ibu. 

Maka dari itu bagi Anda yang sudah menikah dan menanti kehadiran sang buah hati mulai sekarang sudah harusnya merencanakan masa kehamilan bersama pasangan atau berkonsultasi ke dokter.

sumber : hellosehat.com merdeka.com

Cara mengatasi sakit pinggang saat hamil

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil

Salah satu masalah yang sering dikeluhkan ibu hamil adalah sakit pinggang. Biasanya gejala sakit pinggang ini semakin terasa saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Ibu akan mengalami kesulitan berjalan, mengenakan pakaian, mengangkat barang bahkan ketika duduk pun pinggang masih nyeri.

Kondisi ini sebenarnya cukup normal, namun bisa sangat mengganggu. Untuk itu berikut beberapa cara atasi sakit pinggang :

Tingkatkan asupan air putih
Salah satu penyebab sakit pinggang yakni kurangnya konsumsi air putih. Umumnya seorang wanita hamil yang jarang minum dan gemar duduk lama berisiko lebih tinggi terserang sakit pinggang. Sebab air memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan otot, sendi dan tulang. Oleh sebab itu, ibu hamil sangat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih sekitar 2 liter perharinya.

Perbanyak konsumsi makanan berkalsium
Cara mengatasi sakit pinggang saat hamil yang pertama yakni dengan memperbanyak konsumsi makanan berkalsium. sumber kalsium dapat bunda peroleh dari konsumsi susu, ikan sarden, kacang almond, tahu, ikan salmon, brokoli, kacang merah, biji wijen dan juga susu kedelai.

Salah satu masalah yang sering dikeluhkan ibu hamil adalah sakit pinggang. Biasanya gejala sakit pinggang ini semakin terasa saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Ibu akan mengalami kesulitan berjalan, mengenakan pakaian, mengangkat barang bahkan ketika duduk pun pinggang masih nyeri.

Kondisi ini sebenarnya cukup normal, namun bisa sangat mengganggu. Untuk itu berikut beberapa cara atasi sakit pinggang :

Tingkatkan asupan air putih
Salah satu penyebab sakit pinggang yakni kurangnya konsumsi air putih. Umumnya seorang wanita hamil yang jarang minum dan gemar duduk lama berisiko lebih tinggi terserang sakit pinggang. Sebab air memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan otot, sendi dan tulang. Oleh sebab itu, ibu hamil sangat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih sekitar 2 liter perharinya.

Perbanyak konsumsi makanan berkalsium
Cara mengatasi sakit pinggang saat hamil yang pertama yakni dengan memperbanyak konsumsi makanan berkalsium. sumber kalsium dapat bunda peroleh dari konsumsi susu, ikan sarden, kacang almond, tahu, ikan salmon, brokoli, kacang merah, biji wijen dan juga susu kedelai.

Lakukan pemijatan
Cara sederhana berikutnya untuk mengatasi sakit pinggang saat hamil yakni dengan melakukan pemijatan. Anda bisa meminta bantuan suami, anak atau keluarga lain untuk memijat bagian belakang tubuh Anda, yaitu di seluruh area punggung dan pinggang. Metode ini bisa membantu menghilangkan rasa kaku di pinggang, merileksasi otot-otot dan menghilangkan rasa nyeri.

Olahraga
Dengan berolahraga wanita hamil bisa mengurangi risiko gangguan tulang dan sendi. Bahkan beberapa jenis olahraga ampuh menyembuhkan sakit pinggang. Misalnya saja senam yoga. Gerakan peregangan yang dilakukan saat yoga bisa membantu melancarkan aliran darah menuju pinggang, merileksasi otot- otot tubuh dan meredakan nyeri pinggang. Jangan lupa lakukan olahraga dengan didampingi pakarnya.

Menggunakan pakaian khusus hamil
Pemilihan pakaian juga mempengaruhi kondisi otot-otot pada pinggang. Sebaiknya gunakan pakaian kendor (seperti daster) atau pakaian khusus ibu hamil di saat masa-masa mengandung. Sebab penggunaan pakaian ketat dapat mengganggu proses pencernaan, menekuk perut dan membuat
pinggang terasa lebih sakit. Maka itu, hindari dulu keinginan untuk tampil fashionable selama kehamilan. Utamakan kesehatan Anda dan juga janin dalam kandungan. Gunakan saja pakaian yang menurut Anda nyaman.